Merebut Hati Suami Mayor

Merebut Hati Suami Mayor
Karena kebaikan


__ADS_3

Saat hati mulai tenang, Nancy sudah dapat tertawa bahagia bersama kedua orangtuanya, ia beranjak akan meninggalkan restoran.


Seketika lengannya ditahan oleh seorang wanita, yang sangat geram melihat kebahagiaan dari raut wajah cantik Nancy ...


"Tunggu! Mana Mas Adit? Kenapa dia tidak pernah lagi membalas semua pesan ku? Pasti kamu telah menghapus pesan ku, kan? Dasar wanita sombong, angkuh, bahkan sangat jauh dari kalimat wanita terhormat!" geram Evi menantang nanar mata Nancy.


Nancy yang tidak pernah mengetahui tentang handphone Adit selama dekat lebih intens pada suaminya, tampak menaikkan kedua alisnya, berfikir sejenak, "Selama ini Mas Adit enggak pernah pegang handphone saat bersama aku hmm ..."


Nancy tersenyum tipis, menatap Evi yang masih menatapnya dengan penuh dendam, bertanya dengan nada lembut dan sangat baik, "Mba ini kenapa? Saya enggak pernah tahu bagaimana hubungan Mba dengan Mas Adit ... Lebih baik Mba urusin kebahagiaan Mba, sama pria yang bernama, siapa itu? Lupa saya, atau jangan-jangan masih berharap sama pangkat Mas Adit? Ingat Mba ... Anak yang ada dalam kandungan Mba ini butuh kasih sayang bapaknya. Jangan maruk deh! Entar enggak bisa jalan ..." bisiknya ketelinga Evi, kemudian berlalu meninggalkan wanita yang semakin menggeram.   


Evi mengepal kuat tangannya, kali ini dia sangat membenci kebahagiaan Nancy yang menjadi pusat perhatian kedua orang tua Adit.


"Iiighs ...! Mas Adit masih cinta sama aku, perempuan bodoh!" sesalnya menghentakkan kakinya dilantai restoran, membuat Sunardi yang baru berbalik dari kasir, bergegas mendekati sang putri.


Sunardi mengusap lembut punggung Evi, bertanya pada putrinya, "Kunaon Neng?"


Evi justru menjauhkan dirinya dari sang ayah. Kali ini ia merasa di jebak oleh Sunardi, karena memang tidak menyetujui hubungan putrinya dengan putra kesayangan Atmaja.


Alasan yang selalu dikatakan Sunardi, membuat Evi terbuai dengan pesona Bambang sahabat Aditya yang merupakan seorang jurnalis.


Karir yang semakin lama semakin melejit, membuat Bambang mendapatkan promosi untuk meliput secara langsung konflik perang luar negeri, setelah mengajukan semua persyaratan pada pihak TNI Republik Indonesia.


Evi mendengus dingin menatap Sunardi kesal, "Bapak bilang TNI Angkatan Darat itu tinggalkan istri keluar negeri! Sekarang apa? Mas Bambang juga ninggalin Neng ke luar negeri! Neng mau melahirkan, justru enggak ada suami! Bagaimana jika terjadi sesuatu pada suami, Neng!" sesalnya menghentakkan kakinya di lantai restoran dan berlalu menuju mobil butut Sunardi.


Sunardi yang sudah terbiasa menerima perlakuan kasar sang putri, hanya bisa diam saja. Baginya, kali ini Evi harus bisa menerima takdir. Toh mereka juga akhirnya terbuai dengan perasaan saat Aditya pergi meninggalkan putrinya ke Yordania.


Nafsu yang tak terbendung, akhirnya membuat Evi terbuai oleh pesona Bambang, tanpa memikirkan bagaimana sebenarnya keluarga suaminya itu sebelum menikah.


Bambang yang berasal dari keluarga cukup, tak mampu menerima Evi sebagai menantu mereka, karena sangat menginginkan Jumaida lah yang menjadi istri sang jurnalis tersebut.


Mungkin ruang lingkup keluarga ini hanya berkeliling di sana saja, namun inilah unik keluarga mereka, saling mengenal namun tidak mau bertegur sapa, karena Sugondo lebih beruntung dari Sunardi serta besannya.


Sangat berbeda dengan Atmaja, dia merupakan orang yang sangat di butuhkan oleh Sugondo, untuk mengkondisikan ekspor teh perkebunannya kala itu, keluar negeri.


Sehingga kini Keluarga Nancy lah yang menikmati hasil yang berlimpah, karena Sunardi telah menjual perkebunannya dengan sangat murah, pada Sugondo beberapa waktu lalu.


.


Nancy menggeliatkan tubuhnya di ranjang kamar, saat melihat samar bayangan Aditya menghampiri nya. Tangan kekar yang berlumuran darah, bekas luka tembak yang ternganga mengenai leher hingga berlubang menembus di tengkuk belakangnya, seketika ... 

__ADS_1


"Mashh ...!"


Nancy terjaga dari tidurnya, dengan nafas tersengal-sengal, dadanya naik turun, keringat dingin bercucuran menoleh kearah Ningsih yang menemani sang putri satu-satunya di paviliun tersebut.


Tangan halus nan lembut itu, seketika mengusap wajahnya, menoleh kearah jam dinding yang ada di sebelah kirinya, menunjukkan pukul 02.00 dini hari ...


"Aaagh ... Cuma mimpi! Baru juga seminggu kepergian Mas Adit, udah mimpi yang aneh-aneh saja. Aku harus mencari kesibukan, agar tidak kepikiran terus sama hal-hal buruk.


"Tuhan lindungi Mas Aditya Atmaja, aku tidak ingin mendengar berita apapun yang tidak mengenakkan ..."


Berkali-kali Nancy menelan ludahnya, mengambil handphone pipih, hanya untuk mengirimkan pesan melalui whatsApp pada suami tercinta, seperti yang biasa ia lakukan setiap malam jika hendak terlelap ...


["Mas ... Jika tidak sibuk hubungi Neng, yah?"]


Benar saja, tak lama pesan terkirim dan dibaca oleh Aditya. Pria itu menghubungi istrinya dengan nada suara sangat mesra penuh kelembutan ...


["Halo Neng, kamu belum tidur?"]


["Ya Mas. Belum Mas, kebangun karena mimpi buruk! Neng kangen sama Mas ... Jujur Neng enggak mau jauh-jauhan begini. Tersiksa Mas ..."]


Rengeknya, mengusap air mata yang mengalir dengan sendirinya.


Nancy menghela nafas panjang ...


["Besok deh, Neng temuin Bu Alvi. Cari kegiatan yang sangat bermanfaat walau ujung-ujungnya arisan. Neng enggak suka ikut-ikut begituan. Mas tahu sendiri, Neng lebih suka ngepakin teh ke kotaknya, ngobrol sama buruh pabrik, lihat proses pembuatan teh ..."]


Adit tertawa bahagia mendengar kejujuran sang istri. Namun lagi-lagi ia mengatakan ...


["Mas sayang sama, Neng! Kalau Mas kembali, kita pasti menjadi keluarga yang sangat bahagia, dan memiliki anak yang banyak. Sesuai permintaan orang tua kita ..."]


Nancy tersenyum sumringah, tersipu-sipu malu, karena Adit menginginkan anak darinya.


["Tapi jangan salah-salah lagi, sakit tahu!"]


Lagi-lagi suara manja Nancy membuat Adit tertawa bahagia.


["Iya, udah aaagh ... Jangan omongin ranjang, nanti Mas pengen bagaimana? Neng jauh ... Jujur Mas sangat bahagia sama Neng, apalagi semenjak kita hmm ..."]


["Aaagh Mas Adit nakal ..."]

__ADS_1


["Nakal sama istri sendiri enggak apa-apa, kan? Apalagi kamu memang wanita yang paling sempurna Tuhan kasih buat, Mas. Baik, penyayang, penyabar, agresif dan sangat berbeda dari wanita lainnya. Kamu benar-benar membuat Mas jatuh cinta beneran."]


["Hah? Berarti selama kita bersama seminggu kemaren bohongan, dong?"]


Adit tertawa kecil,


["Enggak sayang. Mas sungguh jatuh hati sama Neng. Neng baik-baik yah? Jaga kesehatan, kalau Mas ada waktu luang kita telponan lagi. Sudah dulu ya, Neng! Mas mau melanjutkan kegiatan dulu. Bye istri ku ..."]


["Bye Mas ..."]


Nancy bisa bernafas lega, handphone pipih itu ia letakkan didada, memeluk guling yang masih meninggalkan aroma tubuh Aditya di sarung bantal, juga sprei kamar yang masih menyisakan kenangan indah di sana.


"Ooogh ... Ternyata Mas Adit benar-benar membalas cinta, Neng ...!"


Senyumnya menyeringai lebar, menoleh kearah Ningsih yang sejak tadi mendengar pembicaraan putrinya bersama sang menantu.


"Ibu! Ibu sudah bangun, dari kapan?" sesalnya dengan wajah merah merona, menahan malu.


Ningsih menepuk bantal, mengisyaratkan pada Nancy agar tidur di dekatnya.


Nancy mengikuti semua keinginan Ningsih, agar tidur disamping wanita paruh baya tersebut.


"Sejak kamu bicara sama menantu Ibu di telepon, gimana? Enakkan menikah dengan pria yang kita cintai? Jika kita sabar, hati pria sekeras apapun akan luluh karena kebaikan kita," titahnya mengusap lembut kepala Nancy.


Nancy hanya mengangguk membenarkan ucapan sang Ibu, sambil berkata, "Semoga kami mesra terus yah, Bu? Walau awalnya Mas Adit enggak mau, tapi akhirnya jadi mau ..."


"Amin. Sudah tidur dulu, besok subuh banyak kegiatan di pabrik!"


_____


Hai hai hai ...


Yuk aaghh, Author butuh suport dan komentar biar lebih semangat update, dan akan memberikan Give pada reader setia Merebut Hati Suami Mayor, sampai akhir bulan 28 Oktober 2022.


Author akan mengirimkan hijab, atau daster bagi dua top fans yang paling banyak kasih othor hadiah ...


Terimakasih ... Happy reading ...❤️🥰


 

__ADS_1


__ADS_2