Merebut Hati Suami Mayor

Merebut Hati Suami Mayor
Menjadi saksi ...


__ADS_3

Aditya yang mendengar ucapan Nancy, kembali menoleh kearah istrinya, "Apa!?"


"Ya ... Katakan pada Evi dan semua orang di batalion bahkan seluruh dunia, bahwa Mas mencintai Neng! Itu syaratnya, baru Neng percaya!"


Mendengar permintaan istrinya yang menurutnya tidak masuk akal, membuat Aditya menolak.


"Enggak ... Mas enggak mau melakukannya. Neng kan tahu Mas enggak bisa kalau ketemu Evi! Terus kalau ketemu mau ngomong begitu? Bahwa Neng sudah berhasil merebut hati Mas, gitu? Dasar perempuan jaman keneh teh, aneh! Banyak maunya, masak perasaan mesti di umbar-umbar didepan umum?" tolaknya mendengus, tanpa menoleh kearah Nancy.


Nancy mengangguk mengerti, dia menoleh kearah Aditya yang masih tampak serba salah, "Ya sudah kalau enggak mau, Neng tidak akan datang ke persidangan minggu depan, Mas juga tidak akan bisa bertemu Abdi dan kembali ke rumah!"


Aditya semakin mengerenyitkan keningnya, berfikir sejenak kemudian membayangkan bagaimana mungkin dia harus bertemu Evi dengan sengaja, hanya untuk mengatakan bahwa dirinya mencintai Nancy. Sontak dia tidak setuju dengan semua keputusan istrinya.


"Neng, ini enggak adil buat Mas! Enggak mungkin Mas dengan sengaja bertemu dengan wanita itu, hanya untuk sekedar menyampaikan hal ini! Ini enggak fear Neng. Neng tahu sendiri bagaimana kita berdua menghadapi masa-masa sulit ini. Walaupun Neng sebagai istri merasa tersakiti, tapi masih mau mengurus semua legalitas Mas. Tolong jangan tambah listnya Neng. Kasih jalan yang lain, buat Mas ..." mohon nya.


Nancy tak bergeming, dia justru berpikir bahwa Adit tidak mau bertemu Evi, karena masih mencintai wanita itu ... "Dasar jallang, masih saja suami ku tidak bisa jujur dihadapan mu! Lihat saja, jika aku bertemu dengannya, akan aku kasih pelajaran wanita itu. Hmm aku rasa dia bakal menemui aku, karena hmm ... Dia kan matre luar biasa. Pasti dia akan memeras keluarga ku ...!"


Aditya masih terdiam membisu, tanpa mau berbicara lagi. Wajah tampan itu terlihat sangat lelah walau sebenarnya dimata Nancy pria yang berada disampingnya itu merupakan cinta pertama dan kini akan menjadi pelabuhan terakhirnya.


Akan tetapi, kebodohan Aditya melukai perasaan Nancy, melebihi dari kekerasan dalam rumah tangga, melainkan hantaman meteor yang menghujam di relung hati terdalamnya.


Sakit, kecewa, karena dikhianati membuat rasa cinta yang besar itu dapat dikalahkan oleh hantaman besar tengah menimpa dirinya sendiri.


Kuat, sesungguhnya Nancy sama sekali sudah tidak kuat. Makanya dia menghindar dari Aditya, namun takdir berkata lain, malah mempertemukannya kembali dengan sang suami yang tampak kusut, dengan berbagai macam drama, layaknya dicerita novel.

__ADS_1


Nancy hanya menghela nafas panjang, tanpa mau lagi melanjutkan pembahasan tentang perasaan Aditya yang tidak penting menurutnya, ia berkata dengan nada datar, "Berarti intinya kamu teh, tidak mau Evi itu disakiti karena kejujuran hati Mas, kan? Ya sudah, kita pisah! Makan tuh Evi, sudah tidak ada kesempatan lagi. Sekarang, silahkan turun pulang ke rumah orang tua Mas! Karena Neng enggak mau bawa Mas pulang ke rumah!"


Aditya hanya bisa pasrah dengan semua ucapan istrinya, dia enggan turun dari mobil, karena kali ini dirinya ingin bertemu dengan Abdi juga sang mertua yang telah mengeluarkan dana untuk membantu masalahnya. Hanya kata maaf yang mampu ia ucapkan saat ini, namun tak bisa untuk membuktikan apapun jika dia akan berubah demi Nancy ataupun putra kesayangannya.


Nancy mendorong tubuh Aditya, agar keluar dari dalam mobil, namun sama sekali suaminya itu tidak mau untuk keluar dari mobil tersebut. Seketika wanita berhati batu itu keluar dari dalam mobil miliknya, memilih meninggalkan Aditya ...


Aditya yang tidak pernah melakukan hal seperti ini, terpaksa harus menyusul Nancy, yang sudah menjauh darinya.


"Neng! Neng, Mas minta maaf! Tolong hargai perasaan Mas, Neng. Demi Abdi, demi keluarga, demi kita, Neng!" teriaknya lantang, membuat langkah Nancy seketika berhenti.


Lagi-lagi Aditya tidak menghiraukan beberapa pasang mata yang melihat kejadian itu, entahlah ... Kali ini pria yang masih berharap pada sang istri itu hanya bisa merendahkan egonya demi menyelamatkan rumah tangga yang hampir kandas karena kebodohan sendiri.


"Mas janji sama Neng! Mas akan selalu ada buat Neng. Jangan buat Mas sendiri merindukan kamu, Neng. Selama ini Mas pikir kamu hanya mencintai pangkat Mas saja! Ternyata, kamu, juga keluarga kita tidak pernah meninggalkan Mas, walau caranya sangat berbeda. Mas senang mendapatkan perhatian lebih dari kamu, mendapatkan cinta dari wanita terhormat dan secantik kamu. Bagaimana caranya untuk Mas membuktikan sama Neng. Kalau Mas juga sebenarnya cinta dan sangat sayang sama kamu! Mas selalu menolak perasaan ini, tapi ternyata Mas kalah, Mas yang ngalah hari ini, detik ini buat kamu, Neng! Please ... Jangan biarkan Mas kebingungan, Mas kangen sama Neng ... Kita perbaiki lagi yah, rumah tangga kita, masa depan kita! Tanpa Evi, tanpa mereka yang ingin menghancurkan kebahagiaan kita!"


Aditya masih berdiri ditempat yang sama, dia meremas kuat kepalanya, merasa frustasi karena sejak dia bicara, Nancy sama sekali tidak menoleh sedikitpun padanya.


"Neng! Mas harus bagaimana? Apa Mas harus menabrakkan tubuh ini di mobil tronton yang ada dihadapan kita ini? Biar Mas tahu bagaimana caranya membuktikan perasaan ini sama kamu, Neng! Mas tubrukin yah, satu, dua, ti-ti-tiga ..."


"Mas!"


Seketika Nancy berteriak kemudian menoleh kebelakang melihat mobil tronton yang barusan lewat dihadapan mereka, membuat perasaan itu semakin tampak jelas.


Cinta yang baru diungkapkan Aditya tanpa perasaan malu walau sedikit mengancam, membuat Nancy tersenyum dalam hati ...

__ADS_1


"Neng masih belum percaya! Karena Mas sama sekali tidak pernah mau mengakui perasaan Mas untuk Neng dihadapan Evi. Mas juga enggak pernah mengatakan semua perasaan Mas kepada keluarga Neng, sama teman-teman Mas! Pada semua orang. Mas terlalu gengsi!" sesalnya dengan mengajukan tuntutan yang membuat Aditya ternganga lebar.


Sesungguhnya Aditya merasa malu, karena sejak awal dia tidak pernah mau mengatakan bahwa dirinya mencintai Nancy, yang jelas-jelas sudah menjadi istri sahnya. Karena ketakutannya yang pernah kecewa kepada wanita bernama Evi, membuat dia membentengi dirinya sendiri, untuk terus mempertahankan ego-nya.


Akan tetapi, kali ini Aditya tidak punya pilihan lain. Dia hanya bisa menahan malu dihadapan orang-orang, dan kini semua mata tertuju pada mereka, pada dua insan yang sudah berhadap-hadapan dengan tuntutan yang semakin banyak dari Nancy.


Ada yang menertawakan mereka berdua, ada juga yang mengagumi sosok Aditya atas permintaan maaf dihadapan orang banyak.


"Udah, samperin!" teriak seorang pria dari arah seberang tempat mereka berdiri saat ini.


Bethrand dan Aldo yang mengikuti mereka berdua kini menjadi saksi sejarah ungkapan cinta seorang Aditya untuk Nancy, membuat pria kaku itu hanya bisa menoleh kearah suara yang terdengar tidak asing baginya.


"Brengsek mereka! Pasti mereka sengaja mengikuti aku, dan mau menertawakan kebodohan ku saat ini. Sial ...!" gerutunya dalam hati.


____


Hai hai hai ...


Mau akhir pekan saja, yuuk aaagh ... vote dan hadiah yang banyak dong ... Biar othor semakin semangat buat update ...


Tanggal 28 atau 29 Oktober 2022, kita undi yah, berdasarkan komentar, dan give juga vote terbanyak untuk give hijab atau daster buat para reader ...


Jangan lupa, dua pemenang akan mendapatkan chat dari othor ... terimakasih ...😘😍🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2