Merebut Hati Suami Mayor

Merebut Hati Suami Mayor
Menghadiri sidang ...


__ADS_3

Ditempat yang berbeda, Evi tengah memandang ketaman rumah sakit untuk memeriksa kondisi kejiwaan nya. Ada perasaan sakit, menyesal dalam hatinya, karena telah melakukan hal yang tidak di sangka-sangka oleh kedua orang tua, juga pria yang selama ini dekat dengannya.


Seorang pria tegap menghampiri Evi di ruangan rumah sakit, karena memang mengenalnya. Usia dewasa berkisar 26 tahun menghampiri janda yang tampak termenung sendiri menatap jauh ke langit-langit ruangan tersebut.


"Evi ..." sapa pria itu, saat melihat janda itu dari jarak dekat.


Dani duduk disamping Evi, memberanikan diri untuk bertanya, "Apa yang kamu lakukan, Neng?"


Evi hanya tersenyum tipis, mendengar pertanyaan laki-laki tersebut, "Ya, aku kecewa dengan kehidupan ku yang hancur dalam hitungan hari, bahkan hitungan jam. Aku harus kehilangan cinta sejati ku ... Hanya gara-gara Nancy. Wanita yang membuat aku patah hati berulang kali!" tegasnya, mengalihkan pandangan kearah lain.


"Ooogh, aku tidak mengerti apa maksud mu, Neng. Bukankah kamu sudah menikah dengan Bambang, dan Aditya telah menikah dengan wanita yang kamu sebutkan barusan," jelasnya lembut.


Evi justru tertawa terbahak-bahak, seperti orang gila. Dia kembali teringat dengan kejujuran Bambang ketika baru menikah dengannya kala itu ...


"Mas masih penasaran dengan Nancy, Neng! Kamu harus tahu, Mas menikah dengan kamu, karena ingin memberitahu pada Aditya bahwa sesungguhnya inilah yang Mas rasakan, ketika Nancy menolak lamaran Mas saat lulus sekolah! Kamu harus tahu, kita menikah hanya sebagai tanggung jawab Mas, karena telah merusak kehormatan kamu. Sebagai laki-laki, dan karena kamu telah hamil, Mas harus bertanggung jawab atas perbuatan dosa kita. Bukan karena Mas cinta sama kamu!" tegasnya, beranjak meninggalkan kamar pengantin mereka malam itu.


Malam itu Evi menangis sejadi-jadinya, karena harus menelan pil pahit di malam pengantin, yang seharusnya mereka nikmati sebagai pasangan berbahagia, namun Bambang justru kembali ke rumah orangtuanya.


Betapa remuknya hati dan perasaan Evi, membuat ia harus berpikir keras, untuk merebut kembali hati Aditya, yang masih belum menikah kala itu.


Berkali-kali Evi harus menuai rasa kecewa, karena telepon tak kunjung mendapatkan jawaban, sehingga beberapa minggu kemudian ia harus menerima kenyataan, bahwa Aditya telah menikah ...


Tak terbayangkan bagaimana hancurnya perasaan dan pikiran Evi. Dia harus kehilangan sosok dua pria yang sangat ia inginkan sejak dulu, namun karena dendam Bambang yang ternyata semakin besar pada Aditya, membuat ia menjadi korban karena kebodohannya, telah percaya pada janji-janji pria yang selama ini hanya menginginkan tubuhnya saja.


Air mata penyesalan mengalir deras membasahi wajahnya, membuat Dani hanya bisa tersenyum tipis, menenangkan wanita yang merupakan teman sekolahnya masa lalu.


Dani menghela nafas panjang, duduk di bangkar rumah sakit, untuk memeriksa kondisi kesehatan Evi ...

__ADS_1


"Tenanglah Vi. Anggap saja, semua itu masa lalu. Aditya sudah bahagia bersama gadis itu. Lagian kamu juga masih sendiri, kan?"


Evi mengangguk membenarkan, ia hanya menatap Dani dengan tatapan mata yang kosong, "Aku enggak gila, Dan. Aku hanya lelah dalam berpikir. Aku tidak ingin melihat Mas Adit bahagia dengan wanita itu. Mereka itu di jodohkan, bukan saling mencintai. Mereka itu di jodohkan, Dan ..." geramnya dengan kedua bola mata yang membulat besar.


Dani yang memang mengetahui bagaimana kepribadian Nancy, namun tidak pernah memiliki masalah dengan wanita cantik itu, hanya memilih diam dan melanjutkan pemeriksaannya.


Dani kembali bertanya, "Hmm ... Apakah kedua orang tua kamu masih ada?"


Evi menganggukkan kepalanya perlahan, "Masih Dan ... Kenapa? Apa kamu mau melamar aku? Jujur dari dulu aku juga senang sama kamu. Tapi tolong, pikirkan lagi untuk mempersunting aku, karena aku masih dalam masalah besar. Dan kemungkinan aku akan di hukum seumur hidup!" tawanya menggoda pria yang masih berada di dekatnya.


Dani menggelengkan kepalanya, "Maaf Vi, aku sudah menikah. Dan istri ku merupakan seorang militer di polisi militer. Dulu aku memang mengagumi mu, tapi jujur aku kecewa. Dan saat ini, aku justru ikut prihatin atas semua yang menimpa kamu. Jangan pernah sia-siakan hidup kamu yang tersisa. Cobalah untuk terus berbuat baik, dan memaafkan semua kejadian masa lalu untuk menata masa depan menjadi lebih baik lagi. Kamu pasti bebas, jika kamu berbuat baik dalam penjara," senyumnya.


Evi terdiam, matanya kembali berkaca-kaca. Seketika dadanya semakin terasa sangat sesak. Bagaimana mungkin Aditya tega menyakiti nya, bahkan meninggalkannya seperti binatang di dalam club' kala itu. Sehingga ia harus menerima perlakuan yang sangat menyakitkan dari Komandan Dida serta dua orang petugas patroli yang menggerebek penginapan mereka kala itu.


"Kenapa aku begitu bodoh! Apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku katakan pada putra ku, Eko ..." tangisnya pecah seketika, saat mengingat semua kebodohannya.


.


Sidang pelecehan yang di tujukan Evi kepada Dida, membuat pria bertubuh tegap itu kembali murka pada Evi ...


"Apa? Pelecehan kau bilang? Dasar jallang! Kau yang meminta aku waktu itu wanita iblis! Sekarang kau bilang aku yang melecehkan mu!" teriaknya lantang di ruang persidangan ...


Evi terdiam, wajahnya merah padam ketika menoleh kearah Dida yang benar-benar memiliki dendam padanya.


Tentu pernyataan Dida, membuat Evi kembali melawan, "Kau yang meminta aku waktu itu. Bahkan kau yang ingin menghancurkan Pak Atmaja untuk menjatuhkan Aditya, bukan begitu Dida? Kau dalangnya! Bahkan kau yang merencanakan sesuatu untuk menghancurkan karir Aditya Atmaja! Justru kau juga yang ingin menyakitinya, aku punya buktinya, yang mulia!" teriak Evi berapi-api.


Sontak perseteruan antara mereka, membuat ricuh ruang persidangan, dan memberi isyarat pada Gibran untuk terus melanjutkan persidangan mereka ke jenjang lebih serius.

__ADS_1


"Alvi, wanita ini juga yang telah merencanakan sesuatu untuk mencelakai keluarga Aditya. Bapak saya yang mengetahui semua itu. Sekarang terserah kalian, mau bunuh saya silahkan, saya sudah capek, saya sudah lelah! Saya sudah pasrah dengan semua ini. Lebih baik saya membusuk di dalam penjara, daripada harus berurusan dengan hukum seperti ini!" teriak Evi membuat beberapa pasang mata, melihat frustasi seorang wanita yang tidak sanggup lagi mendapatkan tekanan dari berbagai pihak.


"Tenang, harap tenang!" ucap pria yang menjadi ketua dalam persidangan, mengetuk palu sebanyak dua kali, dan langsung memberi perintah, "Izin ... Bisa undang Aditya Atmaja dalam persidangan kita dua hari lagi?"


Gibran berdiri tegap, memberi hormat, menjawab dengan cepat, "Siap Ndan! Saya akan mengirimkan surat panggilan pada Kolonel Aditya Atmaja hari ini!"


Pria yang menjadi ketua dalam persidangan itu mengangguk setuju, "Siap laksana!"


Bergegas Gibran memberi kabar kepada Aditya Atmaja melalui panggilan telepon, yang ternyata masih menghabiskan sisa cutinya bersama Nancy di kediaman Keluarga Sugondo ...


[Izin Ndan ... Sesuai perintah atasan, saya di minta untuk menghadirkan komandan dalam persidangan Dida dan Evi. Kalau bisa bawa saja, semua bukti, dan keempat pemuda yang menjadi orang suruhan Ibu Alvi. Karena ini persidangan akhir, dan memberikan keputusan untuk Evi juga Dida selanjutnya]


Aditya menautkan kedua alisnya, karena besok merupakan hari keberangkatan istrinya menuju Swiss ...


[Oke, saya prioritaskan untuk hadir dalam persidangan ...]


Aditya melempar handphone diatas meja kamar istrinya, sambil memijat pelan pelipisnya ...


Nancy menautkan kedua alisnya, yang tengah sibuk mengemasi barang-barang bawaannya di dalam travel bag, hanya bertanya ... "Kenapa Mas?"


"Hmm ... Besok Mas menghadiri sidang Dida dan Evi. Jujur saja, Mas tidak ingin mengikuti persidangan itu, karena Mas harus berhadapan dengan wanita laknat itu," geramnya.


"Sudah, hadapi saja. Enggak usah takut ...!"


______


Hai hai hai ...

__ADS_1


Minggu ini menjadi minggu yang indah ... Hayuk atuh, author lagi-lagi mau ngasih give lagi nih bulan November 2022, untuk kisah Aditya dan Nancy ...


Untuk reader #Suryani Andespa, tolong follow author yah ... terimakasih ...🙏😘


__ADS_2