Merebut Hati Suami Mayor

Merebut Hati Suami Mayor
Menghasut orang, untuk menjatuhkan ...


__ADS_3

Di kesatuan militer itu, kini tengah berkumpul para petinggi batalion bintang satu juga bintang dua, termasuk Aditya didalamnya, untuk menangani kasus Dida dan Evi.


Terlihat sosok polisi militer yang akan membawa Komandan Dida ke batalion pusat, untuk melakukan penanganan khusus terhadap pria yang telah mencoreng nama kesatuan tersebut.


Nancy tengah duduk di ruangan Jumaida, ditemani dua orang pria, juga Bu Alvi yang menangis tersedu-sedu mendengar dan melihat video laknat tersebut.


Entahlah, wanita manapun tidak akan kuat melihat perselingkuhan suaminya sendiri dengan wanita lain, ditambah seorang janda yang sangat dikenalnya.


"Kenapa Bang Dida tega sama saya ..." tangisnya terisak-isak meremas kuat tangannya sendiri.


Keempat orang yang ada disana hanya bisa menenangkan tanpa memberi solusi, karena rasanya percuma untuk menasehati orang yang tengah dirundung kesedihan. Setidaknya kehadiran Luqman juga Ali hanya untuk memberi kekuatan bagi Alvi.


Nancy sama sekali tidak bersuara, dia justru sibuk berbalas email dengan Bethrand, untuk bisnisnya.


Seketika, Alvi menoleh kearah Nancy, "Ini semua gara-gara kamu Nancy! Coba saja, kamu memberi ruang pada Aditya untuk melanjutkan pernikahannya dengan suamimu, mungkin rumah tangga saya tidak akan seperti ini. Ini semua karena kamu!!!" hardiknya karena merasa sakit hati.


Nancy yang mendengar penuturan Alvi, seketika menghentikan pekerjaannya, menatap Ibu ketua di Persit, menautkan kedua alisnya, menyunggingkan senyuman tipis ...


"Kenapa saya yang disalahkan atas perselingkuhan suami Anda, Bu? Bukankah Ibu pergi dengan ibu-ibu pejabat lainnya keluar kota? Sekarang saya yang disalahkan? Maaf, saya disini hanya untuk menemani suami saya, bukan untuk mencampuri urusan keji ini. Apalagi ini menyangkut janda itu," tukasnya.


Alvi semakin tidak terima, "Oogh ... Kamu menganggap, dengan saya pergi bersama ibu-ibu pejabat selama dua minggu dan itu menjadi kesalahan saya! Bang Dida tahu kok saya pergi. Saya yakin kamu yang meminta janda itu untuk menghancurkan rumah tangga saya! Apa salah saya sama kamu hah!" sesalnya.


Seketika Nancy menghembuskan nafasnya berat, sesungguhnya ini hal yang sangat lucu baginya. "Bagaimana mungkin saya mau berurusan dengan jallang itu. Hmm saya permisi deh, enggak ada gunanya saya menunggu di sini. Saya tidak ada urusan dengan Anda, Bu Alvi!" geramnya.


Alvi semakin kesal saat melihat Nancy meninggalkan nya, "Saya sumpahin kamu biar merasakan apa yang saya rasa, Nancy!" kesalnya dengan nada lantang.


Nancy yang sejak awal tidak menyukai dengan keributan, memilih diam, karena tidak ingin menjawab pernyataan Alvi yang mengutuknya.


Jumaida tampak serba salah, disatu sisi Alvi istri Komandan, sementara Nancy sahabat baiknya. Namun, ia memilih mengikuti langkah kaki Nancy yang keluar dari ruangan tersebut, namun lagi-lagi matanya bertatapan dengan Evi yang tengah diarak dengan Dida saat akan memasuki mobil polisi militer.

__ADS_1


"Ooogh Tuhan, kenapa aku harus melihat wanita laknat itu, lagi saat ini ..." gumamnya dalam hati.


Sementara dibelakang Gibran yang disusul Aditya dan para pasukan elite berpangkat jenderal keluar dari ruangan pertemuan tersebut.


Entah mengapa, asal Nancy melihat wajah janda laknat itu, dadanya seketika bergemuruh ingin mencekik Evi sampai mati. Namun enggan ia lakukan, karena tidak perlu membalas rasa sakit hatinya dengan cara seperti itu.


Benar saja, saat Nancy masih menatap tajam kearah Evi, Aditya langsung menghampiri Nancy, dengan menggandeng tangan istrinya untuk di perkenalkan dengan para pejabat lainnya.


Evi yang melihat pemandangan itu dari balik kaca mobil tiga perempat yang akan membawanya ke Jakarta, seketika dilanda cemburu dan dendam semakin besar terhadap Nancy. Bahkan terpikir olehnya untuk menyakiti istri sang mantan kekasih. Akan tetapi ...


"Tunggu! Tunggu!"


Seketika terdengar teriakan Sunardi dengan menggendong Eko putra kesayangan Evi dari arah gerbang mendekati bis yang akan berangkat membawa putrinya dengan beberapa prajurit polisi militer lainnya.


Semua mata tertuju pada Sunardi, Nancy sama sekali tidak ingin menoleh kearah pria sombong yang selalu menyerobot perkebunan Sugondo, membuat dia mengalihkan pandangannya kearah lain tanpa mau menyapa.


Salah satu jenderal bintang satu yang bernama Sudirman, menghampiri Sunardi. Hanya bisa memberi keterangan atas sikap putri kesayangannya Evi.


Sudirman hanya menghela nafas panjang, mengusap lembut bahu Sunardi, "Kita hanya mengikuti aturan kesatuan yang diarahkan komandan Pak. Jadi untuk sementara waktu lebih baik Bapak keruangan Jumaida, karena ada Bu Alvi disana. Mungkin beliau akan ikut ke Jakarta dengan kami, tapi tidak ikut dengan mobil polisi militer ini."


Mata Sunardi semakin nyalang menoleh kearah Nancy dan Aditya yang enggan untuk menyapanya. Kali ini semua menyalahkan pasangan Aditya juga Nancy karena mereka berdua telah menghancurkan kebahagiaan putri kesayangan Sunardi juga rumah tangga Dida dan Alvi.


Tentu mereka mencari kambing hitam, untuk membebaskan keluarganya, dengan kembali mengalihkan perhatian para jenderal dengan menaikkan kasus Aditya yang memiliki istri simpanan dalam kesatuan, dan menggunakan fasilitas dinas saat berada dikediaman istri mudanya kala itu.


Sunardi memohon kepada Sudirman, "Pak, ini semua kesalahan Aditya Atmaja. Masalah ini ..."


Sudirman hanya tersenyum tipis, menoleh kearah Aditya, memberi perintah agar meninggalkan kesatuan segera.


"Izin Mayor Aditya, bisa tinggalkan kesatuan segera? Besok pagi kita bertemu di kantor pusat!"

__ADS_1


Aditya memberi hormat, "Siap Ndan! Besok pagi pukul 09.00 saya sudah tiba. Sekali lagi terimakasih!"


Sudirman menganggukkan kepalanya, menatap Aditya yang langsung menggandeng Nancy, tanpa mau berbasa-basi dengan Sunardi yang masih menatap kearah pasangan suami istri itu.


Sunardi langsung bertanya seraya memohon, "Kenapa anak itu dibebaskan Pak! Kenapa Komandan Dida malah dihukum? Bukankah anak itu juga memakai anak perempuan saya!? Saya mohon Pak, lepaskan putri saya, saya berjanji tidak akan menuntut apa-apa pada Komandan Dida ..."


Perlahan Sudirman menunduk hormat, "Maaf Pak, kejadian Dida dan Evi sudah sangat memalukan. Mungkin Bapak bisa melihat videonya dari beberapa prajurit. Bukankah Ali Sunardi merupakan keluarga Anda? Kenapa tidak Bapak temuin Ali, dan bertanya, seperti apa kronologisnya," jelasnya.


Sudirman meninggalkan Sunardi dalam kehampaan, sambil menoleh kearah bis tiga perempat yang membawa putrinya di sana. Hanya tangan tua itu mengusap lembut punggung cucunya yang berusia satu tahun lebih. Bergumam dalam hati ...


"Aku harus melakukan sesuatu, menghabisi anak Sugondo juga anak Atmaja. Mereka yang telah menghancurkan kehidupan putri ku, Evi! Dasar keluarga sombong ..."


Bergegas Sunardi mencari keberadaan Ali ataupun Alvi, hanya untuk meminta maaf pada mereka berdua, agar putri kesayangannya dapat dibebaskan.


Namun, saat pria paruh baya itu akan memasuki ruangan dimana Alvi dan Ali berada, istri sah Dida itu justru menepis permintaan maaf Sunardi ...


"Gara-gara putri mu suami ku kehilangan karirnya. Dasar wanita jallang! Berani sekali dia melayani dua pria sekaligus dalam waktu bersamaan. Aku harap anakmu mati ditangan Kowad yang akan menangani kasus menjijikkan ini!" bentaknya penuh amarah.


Sunardi terdiam, tubuhnya seketika melemah, menoleh kearah Ali, namun lagi-lagi pria muda itu tidak mengacuhkan Sunardi yang pernah menyakitinya, karena menghajar Bambang kala itu.


"Bu Alvi ... Ini semua kesalahan Aditya dan Nancy! Jika suami mu mendapat masalah, maka Aditya Atmaja juga harus mendapatkan masalah yang sama!" ucapnya, membuat Luqman dan Ali menelan ludah mereka.


"Sial ni tua bangka. Malah menghasut orang lain, untuk menjatuhkan Aditya Atmaja ... Aku harus melakukan sesuatu ..." geram Luqman dan Ali didalam hati.


_____


Hai hai hai ...


Reader tercinta, author update cerita ini sehari satu bab yah hingga tanggal 31 Oktober 2022 ... Berhubung, sudah akhir bulan ... Ayo dukung terus karya ini, agar author tidak lupa update ... terimakasih reader tersayang ...

__ADS_1


Ingat besok author akan kirim chat kepada dua pembaca yang sudah baik hati mengikuti cerita ini ...😍😘


__ADS_2