Merebut Hati Suami Mayor

Merebut Hati Suami Mayor
Berantakan ...


__ADS_3

Suasana siang sangatlah terik. Matahari bersinar semakin tinggi, namun tidak menghilangkan suasana adem di kota kembang itu. Nancy tengah berada di kemacetan yang sangat lumayan melelahkan, namun ia harus segera tiba di kantor sang suami sebelum Aditya menelponnya.


Tak selang berapa lama, mobil Nancy terparkir diparkiran kantor kesatuan militer batalion yang tampak ramai. Namun, mata Nancy tidak melihat keberadaan mobil suaminya. Sudah lebih dari delapan bulan ia tidak pernah datang ataupun berkumpul dengan ibu-ibu Persit Kartika lainnya.


Apalagi semenjak Aditya pulang dari medan perang, dan membuat rusuh dikediaman barunya, Nancy benar-benar menutup diri dari organisasi kesatuan ibu-ibu militer, karena tidak ingin menjadi bahan gunjingan.


Sebelum turun dari mobil, ia mengambil tas kecil kesayangannya, kemudian Nancy bergumam dalam hati, "Kemana Mas Adit, kok enggak kelihatan mobilnya, apa dia tidak ada di kantor ...?"


Akan tetapi, Nancy mengalihkan pandangannya kearah Jumaida dan Luqman yang tengah berbincang-bincang di temani Ali serta Yodi di bawah pohon akasia, persis didepan gedung pertemuan.


Nancy turun dari mobil, tentu sejak awal mobil dua seri itu masuk, sudah banyak yang mengetahui bahwa yang membawa new accord seri terbaru itu merupakan istri dari Aditya Atmaja.


Seperti biasa, Nancy selalu tampil menawan, dengan aroma parfum mewah menyeruak di hidung orang yang berpapasan dengannya.


"Wangi ..." sambil menoleh kearah Nancy yang melenggang kearah Jumaida sang sahabat kecil.


Beberapa pasang mata prajurit angkatan darat yang melihat kehadiran Nancy beranggapan, bahwa wanita itu akan melayangkan gugatan cerai kepada Aditya karena perseteruan yang santer terdengar.


"Rasain Pak komandan mayor, dia mau di gugat cerai istrinya!" bisik-bisik prajurit yang berpapasan dengan Nancy.


Akan tetapi Nancy enggan untuk memperdulikan bisikan-bisikan sesat seperti itu, kali ini ia datang tidak ada urusannya dengan perceraian, atau laporan. Ia datang atas permintaan Aditya, untuk menandatangani pelantikan yang tinggal beberapa hari lagi.


Luqman yang melihat kehadiran Nancy semakin mendekat, memilih berdiri tegap dan memberi hormat, "Izin Ibu Komandan, Pak Aditya Atmaja sedang keluar kantor. Silahkan tunggu di ruangan!" hormatnya sambil tertawa kecil.


Nancy tersenyum tipis, mendengar celotehan Luqman yang tidak pernah ada habisnya, menggelengkan kepalanya, dan menatap kearah pria hitam manis semanis gula tersebut.

__ADS_1


Nancy hanya sekedar bertanya pada Luqman, sebelum mengapa Jumaida, "Kamu selalu saja ngegodain saya, Aa. Emang Mas Adit kemana? Bukannya katanya ada rapat besar untuk pelantikan?"


Sontak pertanyaan Nancy, membuat Luqman menatap Ali serta Yodi bergantian. Mereka bergumam dalam hati, "Brengsek ni bocah tengil! Sejak kapan rapat hari ini. Jelas-jelas lusa rombongan pusat baru datang. Itupun memberi undangan bagi siapa yang naik pangkat. Perasaan tanda tangan juga kalau udah dapat undangan ..."


"Hai ..." sapa Nancy melambaikan tangan halusnya.


Namun lagi-lagi Yodi membalas lambaian tangan Nancy, hanya untuk menghibur istri komandan Adit yang tak lama lagi akan diantar menjadi Kolonel bintang satu, kalau naik pangkat.


Jumaida menepuk pundak Yodi, berjalan menghampiri Nancy, "Apa kabar Neng Sugondo?" peluknya erat, karena sudah lama tidak bertemu.


Nancy yang merasa sesak di dekap seperti itu oleh sahabatnya, hanya mengusap lembut punggung Jumaida perlahan.


"Baik ... Sudah lebih dari setahun kita enggak ketemu yah? Kangen ..." rengeknya seperti anak kecil dipelukan Jumaida.


Jumaida tersenyum, melepaskan dekapannya, langsung berjalan mengiringi langkah Nancy menuju ruangannya.


"Itu yang katanya selingkuh? Melihat kita saja dia enggak mau, Nancy Nancy ... Coba yang kamu cintai itu aku, pasti aku akan menyanjung mu setiap hari, memperlakukan mu dengan sangat baik, bahkan menjadi menantu kesayangan Sugondo," celotehnya membuat Ali mencapit kepala Luqman yang terlalu tinggi dalam dunia khayalan.


"Jangan mimpi lo! Nancy enggak akan pernah pisah dari Adit!" tegas Ali.


Luqman melepaskan capitan sahabatnya yang sangat keras, menyela omongan Ali, "Kita enggak tahu rencana Tuhan berikutnya! Apalagi Nancy pasti belum tahu, kan kedatangan Evi beberapa waktu lalu? Aku rasa anak setan itu sedang menutupi sesuatu! Kualat lo, Dit! Kualat, jika yang lo bohongi Nancy dan anak!" sumpahnya.


Yodi mengangguk pelan, membenarkan ucapan Luqman, "Aku melihat mobil waktu itu di Puncak, nah aku enggak tahu, siapa yang di mobil. Apakah Nancy, atau Evi. Mereka masuk ke perkampungan Cipanas. Kau tahu istri ku orang sana, jadi aku masih berpikir positif saja. Jika memang dia melakukan kesalahan, Aditya tidak akan di pandang di kesatuan. Karir yang dia rintis selama ini, karam begitu saja karena wanita."


Mereka masih menerka-nerka, karena kondisi begitu cepat, membuat jiwa penyelidikan mereka bekerja dengan sangat baik, hanya untuk mencari kebenaran seorang Aditya Atmaja.

__ADS_1


Sementara itu, di tempat yang berbeda Aditya tengah ribut besar dengan Evi ...


Bentakan yang diberikan Adit, membuat Evi benar-benar ketakutan dan hanya bisa menangis meratapi nasibnya karena harus di talak seorang Aditya.


"Mas ini enggak adil buat, Neng! Kita baru saja menikah! Bagaimana dengan Eko, sementara Mas sudah janji sama, Neng! Akan menjaga kami selamanya. Neng enggak terima!" tangisnya.


Adit yang tidak kuasa menahan amarahnya, meremas kuat lengan Evi, "Dari awal kita menikah, kamu sudah banyak menuntut. Hari ini juga Evi Sunardi aku ceraikan talak tiga! Jangan berharap aku akan kembali lagi, ternyata dalam pernikahan ini, kau juga menikah dengan pria lain! Kau anggap aku apa? Kau fitnah istriku, bahkan kau bilang Nancy menghambur-hamburkan uang gaji ku!! Aku salah selama ini menilai mu! Kita hanya menikah sirih Evi, dan kita tidak pernah melakukan apapun. Aku mengasihani mu sebagai janda, dan menghargai mu sebagai seorang wanita, ternyata kau wanita sampah! Aku kecewa pada mu! Kau hancurkan rumah tanggaku, dan kau buat aku seperti budak. Kau kau kau ..."


BHUUG ...!


Aditya yang menggeram, mendorong tubuh Evi ke lantai. Tangannya bergetar, matanya memerah dengan linangan air mata.


"Aku sudah mendengar semua penjelasan tentang mu dari mertua mu sendiri! Bagaimanapun aku kecewa pada mu! Dan jika kau masih mengganggu keluarga ku, aku akan menghabisi mu!" tegasnya garang.


Aditya mengambil kunci mobil yang terletak di meja ruang tamu kontrakan wanita liar itu, berlalu meninggalkan Evi dari sana.


Evi berteriak keras memanggil Aditya, "Mas! Mas Adit!"


Evi menjerit sejadi-jadinya di depan pintu yang terbuka lebar, membuat beberapa pasang mata melihat kejadian itu, dan tanpa sepengetahuan mereka berdua ada tangan nakal yang mendokumentasikan kejadian tersebut, memfokuskan pada plat angkatan sebagai tanda pemilik mobil tersebut merupakan seorang angkatan darat.


Aditya yang tidak memikirkan akan kejadian seperti itu, dia memacu kecepatan mobilnya, menuju kantor yang sejak tadi mendapatkan perintah dari pihak kesatuan.


"Aaagh! Sial ... Gara-gara dia berantakan semua kegiatan ku!" teriaknya semakin frustasi sepanjang perjalanan.


Thing ...!

__ADS_1


[Seorang Prajurit, memiliki istri simpanan ... Hayo coba tebak guys, ini dari kesatuan mana, dan itu tu plat nomornya, serta wajah istri simpanannya. Semoga ketahuan yah guys ... Semoga istrinya bisa sabar!!]


Tawanya mengirim video itu tanpa perasaan berdosa.


__ADS_2