Merebut Hati Suami Mayor

Merebut Hati Suami Mayor
Berita hot


__ADS_3

Adit justru menatap istrinya dengan nanar dan menantang, "Kamu selingkuh Nan-cy! Ini bukan anak ku! Karena kita tidak pernah melakukannya!!"


Sulastri yang melihat Aditya tiba, langsung menghampiri anak menantunya yang saling menatap tanpa berkedip ...


Wajah Nancy merah padam, bagaimana mungkin seorang suami menuntut darah pada malam pertama, yang mereka sendiri tidak tahu kapan itu terjadi. Air matanya mengalir begitu saja, hanya bisa menenangkan Abdi yang menangis keras dalam dekapan seorang Nancy.


Sulastri dengan sigap mengambil Abdi dalam pelukan menantunya, karena masih belum mau melerai dua orang yang saling menantang.


Walau sesungguhnya Atmaja dan Sugondo sudah berdiri didepan pintu rumah untuk memberi pelajaran pada Aditya, tapi ditahan oleh Aldo.


"Biarkan dulu Pak! Aditya lagi gila kayaknya! Anak sendiri di bilang anak selingkuhan!" bisiknya memberi pengertian pada kedua orang tua paruh baya itu.


Hati orang tua mana yang tidak akan pilu, saat anak perempuan yang mereka jaga dituduh berselingkuh, dan tidak mengakui bahwa anak yang ada dalam dekapan Nancy bukan anaknya.


Aditya kali ini dihadapkan dengan Komandan Dida serta istrinya yang berada di kediaman baru mereka. Beberapa angkatan laut, yang merupakan suami dari sepupu Nancy yang merupakan Bidan Siska, juga Dokter Arlen.


Sontak pernyataan Aditya menimbulkan pertanyaan besar dalam benak keluarga dan rekan mereka.


"Ada apa dengan Aditya Atmaja? Kenapa dia begitu kasar dengan Nancy? Bukankah Nancy sangat baik dan penurut?"


Bisik-bisik itu semakin terdengar di telinga mereka. Namun kali ini Nancy tidak ingin di injak lagi harga dirinya, serta di perlakuan seperti sampah oleh seorang Aditya.


Dengan bibir bergetar Nancy mengeluarkan suaranya hanya untuk bertanya, "Mas! Mas minta darah apa? Apa Mas pernah menyadari kapan pertama kali kita melakukannya? Apa yang ada dalam benak Mas, saat pertama kali meniduri Neng? Kalau Mas memang tidak ingin Abdi lahir ke dunia, kenapa Mas tidur dengan Neng! Sampai Neng sulit untuk bergerak, berjalan, hingga mengenakan pakaian saja tak diperbolehkan, apa Mas lupa! Bahkan saat ini Neng hamil anak Mas! Anak Aditya Atmaja! Anak kita, tapi Mas bilang ini bukan anak, Mas? Jadi yang kita lakukan itu apa! Apa Aditya! Jawab! Kalau benar Abdi dan anak dalam kandungan Neng ini bukan anak Mas, Neng siap di ceraikan hari ini juga! Tapi jika memang benar anak ini anak, Mas. Neng yang akan mengajukan surat cerai di pengadilan agama serta menggugat Mas di kesatuan! Camkan baik-baik, laki-laki brengsek!"


Aditya terdiam, kepalanya semakin berdenyut, bahkan tak bisa untuk berkata-kata, tenggorokannya terasa sangat kering mendengarkan penuturan istrinya, yang akan menggugatnya di pengadilan dan kesatuan.


Akan tetapi, Aditya tetap pada pendiriannya, dia tidak ingin malu dihadapan semua keluarga serta rekan kerjanya ...


"Hmm kamu hamil lagi? Kita baru dua hari melakukannya terus kamu hamil lagi? Kamu pikir Mas bodoh? Kamu pikir Mas enggak tahu apa yang kamu lakukan? Semua wanita sama, murahan!" bentaknya dengan suara lantang.


Nancy yang tidak menerima dengan penuturan suaminya seperti itu seketika darahnya mendidih. Murahan, kalimat itu yang pernah ia dengar saat seminggu setelah mereka menikah, seketika ...

__ADS_1


PLAAK ...!


PLAAK ...!


Nancy menampar wajah Aditya, hanya bisa berkata, "Aku memang murahan, aku memang jallang, aku memang tidak ada harganya di mata mu! Tapi setidaknya jallangnya aku, murahannya aku, aku lakukan dengan mu, suami sah ku! Bukan seperti Evi yang selalu kamu anggap suci! Mulai detik ini, aku bukan istri mu lagi Aditya Atmaja, karena besok aku akan menghadap Komandan mu! Silahkan tinggalkan rumah ku!"


Mendengarkan ucapan Nancy seperti itu, Adit benar-benar terhenyak seketika. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukannya. Karena semua keluarga hanya menatap garang padanya, saat melihat Nancy masuk ke rumah, dan membanting pintu kamar dengan sangat keras.


Acara syukuran, yang diadakan Sugondo, untuk menyambut sang menantu Aditya Atmaja, dan menaiki rumah baru putrinya yang ia bangun beberapa bulan lalu, sekaligus pemberitahuan atas kehamilan kedua Nancy, berakhir dengan kepiluan.


Adit masih berdiri di teras rumah mewah itu, sementara Atmaja menghampiri putranya, memberi satu tamparan keras pada sang putra ...


PLAK ...!


"Apa yang kau lakukan? Sudah berapa kali Bapak bilang, jangan pernah menyakiti menantu ku, sekarang kau malah membuat malu keluarga! Dasar anak tidak tahu di untung! Apa kau tidak melihat ada Komandan Dida di sini? Apa kau mau menghancurkan seluruh karir mu! Ada apa dengan mu, Dit? Kenapa kau tidak mau mengakui bahwa Abdi anak mu! Kali ini, Bapak kecewa sama kamu! Pulang!" bentaknya.


Adit benar-benar tak bisa berkutik jika Atmaja sudah membentaknya. Air matanya mengalir, saat akan meninggalkan kediaman istrinya.


Atmaja langsung mendorong tubuh putranya, agar keluar dari pekarangan rumah Nancy, sambil berkata dengan nada lantang ...


"Pulang!" tegasnya menarik kerah baju Aditya tanpa memikirkan perasaannya sendiri, yang sangat malu atas perbuatan putra yang selalu ia banggakan.


Sementara Nancy menangis sejadi-jadinya, dia benar-benar sakit atas ucapan suaminya sendiri. Tanpa mau mendengarkan penjelasan dari Sulastri ataupun Ningsih.


Baginya, Aditya sudah sangat keterlaluan, membuat tubuhnya ambruk tak berdaya.


"Neng ... Neng!" tangis Ningsih saat melihat Nancy meringkuk diranjang dengan posisi terkulai lemah tak berdaya.


"Bapak! Bapak! Neng, Pak. Neng pingsan!" teriaknya, memeluk Nancy yang benar-benar tak bergeming saat Ningsih menepuk pipi putrinya dengan panik.


Siska bergegas membawa Arlen ke kamar Nancy untuk membantu wanita yang tengah mengandung empat minggu tersebut.

__ADS_1


Sogondo benar-benar panik dan geram atas sikap menantunya. Dia tak menyangka, bahwa Adit tega mengatakan hal itu dihadapan semua orang. Betapa malu dan terkejutnya dia sebagai orang tua, dan merasa bersalah telah memberikan putrinya kepada laki-laki yang salah.


Lagi-lagi Sugondo mengusap kasar wajahnya, "Berapa kali Bapak bilang sama Neng, Bu. Enggak mudah merebut hati orang yang tidak mencintai kita. Sekarang anak kita di sakiti, di permalukan bahkan dituduh dia berselingkuh! Rasanya ingin sekali Bapak merobek mulut Aditya Atmaja itu, tapi Aldo melarang Bapak untuk mendekati mereka. Sekarang sudah begini, apa yang harus kita lakukan, Bu!"


Air mata Sugondo mengalir begitu saja, melihat kearah putrinya yang terbaring lemah juga cucunya yang masih merengek di pelukan Sulastri.


Sugondo tak tinggal diam, dia beranjak dari kamar putrinya, mencari keberadaan Aldo, "Takkan ku biarkan anak itu menyakiti putri ku! Aku akan memberi perhitungan padanya. Ceraikan, dan aku akan membawa Nancy meninggalkan kota ini. Aku tidak mau memiliki menantu laknat seperti itu ..." geramnya, melangkah keluar rumah.


Seketika Komandan Dida, menelan ludahnya berkali-kali, hanya untuk berpamitan karena melihat suasana yang tidak kondusif.


Sugondo bertanya pada Nanang, "Dimana Aldo?"


Nanang menunduk hormat, menjawab pertanyaan sang majikan, "Aa ikut sama Pak Atmaja, tapi istrinya ada disini," tunjuknya pada Emi yang tengah sibuk menenangkan putri kesayangannya.


Sugondo menarik lengan Nanang, "Bawa saya ke kediaman Atmaja, cepat!"


"Baik Pak!"


Dida dan istrinya hanya bisa berbisik-bisik, "Ini akan menjadi berita yang hot di ibu-ibu Persit, Pa. Nancy ternyata hamil bukan sama Aditya!" tawanya mengejek Nancy yang terkenal angkuh dimata mereka.


Dida menepuk pundak istrinya, "Jangan menyebar fitnah yah, Ma! Bisa-bisa kamu di penjara sama Pak Sugondo. Justru ini kesempatan kita untuk mengalihkan perhatian Sugondo supaya tidak menjalin kerjasama lagi dengan Atmaja. Lumayan bisa hidup mewah, apalagi Aditya terancam tidak akan naik pangkat kalau Nancy mengajukan permohonan cerai di kesatuan," tawanya suami istri, dan dapat di dengar oleh Emi serta beberapa rekan lainnya.


____


Hai hai hai ...


Jangan lupa give-nya masih berjalan ... hingga 29 Oktober 2022 ...


Terimakasih reader tersayang, dua pemenang Hijab atau Daster ...🤗❤️🤭☺️


Yuuuk mampir juga di karya othor yang baru ...

__ADS_1



__ADS_2