
Sejujurnya ketakutan Aditya hanyalah karena kesalahannya yang sangat menyesakkan bagi keluarga. Ditambah kecerobohan Aditya yang diketahui menemui Evi, dari mulut Bethrand. .
Dokter spesialis kandungan keturunan bule bernama Carine, merupakan orang warga negara yang sama dengan Bethrand, menjelaskan, beberapa poin penting, kondisi janin Nancy didalam kandungan.
Carine menjelaskan pada pihak keluarga, terutama Sugondo juga Atmaja, yang ingin menguliti Aditya jika melihat anak menantunya itu keluar dari ruangan tindakan tersebut ...
"Ibu Nancy sudah bisa pulang, Pak. Saya turut sedih, karena janin yang ada dalam kandungan Bu Nancy memang tidak sehat. Tidak berkembang sama sekali, syukur tidak terjadi sesuatu, tidak retak pada pinggul atau tulang bokongnya. Dia hanya mengalami memar dan sudah kami berikan obat penghilang rasa nyeri. Sebenarnya, jatuhnya Bu Nancy sebagai pemicu saja. Syukurlah ketahuan sekarang, kalau sudah hamil besar kasihan," jelas Carine panjang lebar.
Mendengar penjelasan dokter cantik itu untuk menenangkan pihak keluarga Nancy, tidak menyulutkan amarah Sugondo pada sang menantu laknatnya.
Aldo masih menemani pihak keluarga, karena sangat mengetahui bagaimana dua pria paruh baya itu menghadapi Aditya beberapa waktu lalu.
Aldo menepuk pundak Sugondo, "Kita pulang dulu yah, Pak. Ini tempat umum, jangan buat malu. Kasihan Neng Nancy ... Urusan Aditya serahkan sama Aldo! Aldo yang akan bicara dengan Adit, bagaimanapun Nancy itu sepupu Aldo. Tadi Angga juga sudah menemui Sigit suami main-mainnya Evi. Memintanya agar membawa istrinya pergi dari kampung kita. Pak Sunardi sudah pasrah, karena beberapa warga sudah resah sama kelakuan Evi di kebun, Bapak."
__ADS_1
Sugondo masih menatap lekat kearah pintu. Dia sebagai orang tua yang khawatir pada anak perempuannya, hanya bisa menggeram dengan linangan air mata.
Sugondo menoleh kearah Atmaja, hanya bisa berkata, "Mas ... Aku enggak tega melihat putri ku! Jangan sampai, aku yang memisahkan mereka berdua! Aku mohon, lepaskan Nancy, atau Adit berubah demi Abdi. Jangan buat anak dan cucu ku menderita, aku yang salah telah menikahkan Nancy pada pria yang tidak pernah mencintainya sama sekali!"
Aldo menggelengkan kepalanya, berbisik pelan ketelinga pria paruh baya itu, "Pak, sudahlah ... Ini rumah tangga Nancy. Kita menasehati sebatas nya saja. Tidak baik, kita terlalu mencampuri urusan hingga kedalam-dalamnya. Masalahnya hanya karena tinggi hati Aditya, yang mengetahui kelemahan Nancy. Sebenarnya Adit mencintai Nancy, Aldo yakin itu. Tapi karena egonya terlalu tinggi, dia belum terima menikah dengan wanita kaya, yang akan merendahkan harga dirinya sebagai seorang suami. Aldo tidak mau Nancy berpisah dari Adit, Pak. Karena akan banyak orang yang mau menghancurkan kebahagiaan Bapak dan Pak Atmaja. Emi yang mendengar sendiri dari mulut seseorang. Jadi lebih baik Bapak pulang, dan Pak Atmaja juga pulang, mungkin Aldo akan membawa mereka tinggal di Setiabudi untuk sementara waktu. Kebetulan rumah Aldo yang disana kosong. Biar mereka menyelesaikan masalahnya, pelan-pelan yah, Pak ..."
Sugondo masih menggeram, dia menoleh kearah Atmaja yang diangguki setuju olehnya.
Aldo hanya menghela nafas dalam-dalam, mengusap lembut dadanya, menoleh kearah Nanang, agar membawa majikannya meninggalkan rumah sakit.
"So ... Apalagi yang harus aku lakukan? Sepupu mu belum keluar, suaminya juga masih berada dibawah ketiak istrinya. Kenapa Nancy bisa jatuh hati pada pria seperti itu? Bukankah dia bisa mencari pria yang lebih baik, lebih kaya, lebih dari seorang mayor seperti dia. Atau hmm ... Aku akan mengenalkan Nancy pada Gibran. Pangkatnya mayor juga, tapi dia bertugas di Jakarta. Kebetulan orangtuanya berada di Swiss, dan dia merantau di sini, hanya untuk menjadi abdi negara. Blesteran sih, kalau enggak salah, Maminya Manado, Papi Swiss. Apa kita mengenalkan pada Nancy pria lain?"
Aldo mendelik tajam kearah Bethrand, dia tidak menyangka akan mendapatkan ide gila seperti itu dari seorang sahabat ... Kemudian menyela permintaan pria mapan tersebut.
__ADS_1
"Hei bro! Ini endonesa, lo pikir sepupu gue bisa semudah itu untuk berkenalan, menjalin hubungan, bahkan jatuh hati? Nancy jatuh hati sama Adit sejak dulu. Sejak sekolah, yang gue sendiri enggak tahu. Pernikahan mereka saja gue enggak tahu! Lo tahu gue kan? Kalau sama keluarga pasti pilih-pilih. Gue di jodohkan bisa luluh, ini bocah tengil banget, udah punya anak malah buat kelakuan yang menyakiti istri sendiri! Kesel gue sebenarnya, tapi bagaimana lagi. Mereka sudah menikah, dan pernikahan itu sakral, jangan masukin pihak ketiga, keempat, kelima ataupun keenam!"
Bethrand menghela nafas panjang, "Dengar ya Tuan Aldo yang sangat saya hormati! Saya mengenalkan sepupu kamu pada Gibran, bukan untuk dia selingkuh. Tapi mencoba membuka pikirannya agar dia bisa melihat sosok pria lain. Bukan Aditya yang pengecut itu yang harus di pertahankan. Seharusnya, kita membantu Nancy untuk move on! Bukan membiarkan dia mengurung diri. Kamu bayangkan, untuk meminta tanda tangannya saja, Nanang yang disuruh ke rumah, karena dia tidak ingin bertemu orang lain. Itu sakit jiwa Aldo! Kamu mau sepupu mu, gila karena Aditya Atmaja?"
Aldo terdiam, wajahnya seketika menekuk. Jujur dia tidak ingin melihat Nancy terus menerus menangisi seorang Aditya, kemudian ia berkata lagi, "Tapi dosa bro. Dosa mengenalkan wanita yang masih dalam pernikahan pada pria lain."
Bethrand Ruselli tersenyum tipis, "Oke, kita bicara dosa. Kamu nikah sama Emi awalnya cinta enggak?" tanyanya dengan wajah serius.
Aldo menggelengkan kepalanya.
Melihat sahabatnya menggelengkan kepala, Bethrand melanjutkan ucapannya, "Aku menikah sama Prisil, awalnya kontrak doang. Karena harus kembali ke negara ku, sementara pekerjaan ku disini masih deadline, dan itu enggak cinta pada awalnya. Tapi setelah aku menjalani kehidupan bersama, tiga bulan baru aku sentuh istri ku. Dan aku merasa, dia baik, pintar, suport semua pekerjaan ku. Menjadikan aku raja, jika dirumah. Sama seperti Nancy. Saat ini, Nancy sudah berada di jurang. Dia mau jatuh ... Siapa yang akan menolong? Kamu, atau Sugondo? Tidak ada Aldo. Kita butuh pihak ketiga, untuk membangkitkan semangat dia kembali, kepercayaan dirinya lagi. Tanpa Aditya. Tanpa suaminya. Kita biasa di Eropa, kamu tahu bagaimana hidup di dunia barat. Tapi kita masih bisa memilah, mana yang baik dan buruk. Mana yang salah dan benar. Dimata aku, Aditya sudah tidak benar pada Nancy. Kita selaku orang terdekat putri kesayangan Sugondo, harus menyelamatkannya, sebelum semua sakit. Sakit jiwa, susah obatnya Aldo! Mending dia kayak Evi, ewe sana sini. Daripada masuk rumah sakit jiwa, karena Aditya ... Apa enggak nyesek anak dan keluarga kalian?"
Aldo menelan ludahnya berkali-kali, mendengar penuturan Bethrand yang panjang lebar. Sejujurnya benar adanya, tapi lagi-lagi semua terpulang pada Nancy yang masih memperjuangkan rumah tangganya, hanya karena perasaan cintanya sejak masa remaja.
__ADS_1
"Aagh ... Neng Nan-cy. Kenapa terlalu besar rasa cintamu pada Aditya, sehingga tidak memberi ruang pada pria lain ...!"