Merebut Hati Suami Mayor

Merebut Hati Suami Mayor
Wanita ini istri saya, tapi ...


__ADS_3

Mendengar permintaan istrinya, wajah Aditya memerah. Bagaimana mungkin, pria sekaku Aditya Atmaja harus menyatakan cinta dihadapan orang banyak, membuat dirinya semakin frustasi.


Adit berdiri, menatap seraya memohon pada Nancy hanya bisa berkata, "Neng, apa harus seperti ini? Mas malu! Di bawah ada artis dan prajurit, Neng ..."


Nancy menatap lekat mata Aditya, yang tampak ketakutan bahkan serba salah, namun ia tidak ingin memberikan pilihan lain pada sang suami.


"Mas mau kita baikan, atau bahkan kita begini saja terus!" ancam Nancy.


Aditya menghela nafas berat, menghembuskan kasar, mengalihkan pandangannya kearah lain dengan wajah yang menggeram kesal.


"Aaagh! Kenapa wanita terlalu banyak aturan dan ribet? Padahal sudah menikah, masih saja mengumbar kemesraan didepan umum ...!" sesalnya dalam hati.


Sementara Nancy tersenyum, mengambil tas kecilnya, memilih keluar dari ruangan tersembunyi itu lebih dulu.


Aldo dan Bethrand yang masih tertawa terbahak-bahak mendengar permintaan Nancy, justru menoleh kearah wanita cantik itu, sambil bertanya dengan serempak ...


"Mana Aditya, Neng?"


Nancy hanya menunjuk ke dalam ruangan yang tertutup oleh partisi, memilih duduk di sofa bersebelahan dengan Emi.


Tentu Aldo menaikkan kedua alis, beranjak dari dudukannya untuk segera menyusul Aditya yang masih berada didalam ruangan. Betapa terkejutnya pria satu anak itu, melihat sahabatnya melompat-lompat, kemudian berkali-kali menarik nafas dalam-dalam, dan menghembuskan dengan mengeluarkan suara lantang.


"HAAH!"


Aldo berdiri di pintu masuk ruangan yang tersembunyi itu, meletakkan telunjuk dan jempol di dagu sambil memangku tangan sebelahnya.


"Emang lo mau ngapain? Olahraga, atau pemanasan buat belah duren!" tawanya mengejek Aditya yang terlihat sangat gugup.


Aditya mendengus dingin, "Sepupu lo banyak maunya kayak abege. Ya sudah, ane ikutin demi anak dan istri kembali!"


"Bagoos!" Aldo mengacungkan jempolnya, mendekati Aditya, kemudian merangkul bahu sahabat terbaik walau bodoh.


Lagi-lagi Aditya menuruti apa kata Aldo, dan berlalu meninggalkan kamar mesum itu, beranjak keluar yang masih memberikan musik keras.

__ADS_1


Aldo menghubungi pekerja club' miliknya, untuk memberikan satu acara yang sangat membahagiakan sepupu sekaligus sahabatnya Aditya, tanpa mengetahui bahwa Evi sudah berada di sana, tengah menikmati keindahan gemerlapnya malam bersama Komandan Dida.


Sontak MC yang langsung mengambil alih memberitahu bahwa bakal ada momen indah dari pemilik restoran, membuat musik yang menggema, seketika berubah menjadi lebih slow ...


"Good evening everyone. Tonight we will witness the history of the love story of a two flower major Aditya Atmaja, conquering the heart of a woman who is a cousin of the owner of this place. they got married one year ago, and now they want to make their wife and mother happy... Who is that lucky beautiful woman, guys. Mba Gisel, we'll sing together later, okay ..."


(Selamat malam semua hadirin. Malam ini kita akan menjadi saksi sejarah atas perjalanan kisah cinta seorang mayor bunga dua Aditya Atmaja, menaklukkan hati wanita yang merupakan sepupu dari pemilik tempat ini. Mereka sudah menikah satu tahun yang lalu, dan kini ingin membahagiakan istri sekaligus ibu dari anaknya ... Siapa sih wanita cantik beruntung itu guys. Mba Gisel, nanti kita nyanyi bareng-bareng, yah)


Mendengar penuturan dari MC, membuat para pengunjung yang mengenal Aditya ternganga lebar.


Bagaimana mungkin seorang Aditya Atmaja akan mengatakan perasaannya selayak anak remaja.


Dida bergumam dalam hati, melirik kearah Evi, sambil meraih tubuh ramping janda itu, "Perbuatan yang sangat memalukan ..."


Lagi-lagi Dida berbisik ketelinga Evi untuk mengatakan rencana mereka, "Lakukan drama mu saat ini. Jangan sampai Aditya berbaikan dengan wanita sombong itu."


Evi mengangguk mengerti, dia tersenyum lebar, ketika lampu club' yang tadinya menyala remang-remang, kini menjadi terang benderang, dengan suasana riuh tepuk tangan menyambut kedatangan Aditya Atmaja menurun anak tangga dirangkul oleh Aldo, dan disusul Bethrand serta ketiga wanita yang tampak cantik juga terlihat sangat elegan.


Nancy memilih untuk berdiri sedikit jauh dari Aditya, serta melihat wajah suaminya yang tampak gugup saat mendekati Mc.


Ali mencolek Luqman, mengalihkan perhatian mereka kearah Evi dan Dida yang tampak mesra, bahkan hanya saling berbisik-bisik ...


"Brengsek juga komandan! Kita video-in, buat rekaman kirim ke Bu Alvi. Enggak nyangka gue ..." bisik Ali pada Luqman.


Sementara Jumaida yang melihat kehadiran Nancy begitu cantik malam itu, mendekati sahabatnya, sambil memeluk mesra, kemudian berbisik, "Maafin aku yah? Aku enggak niat buat kamu pisah dari Pak Mayor. Semoga kalian bahagia, dan memiliki adek yang baru buat Abdi ..."


Nancy mengusap lembut punggung sahabatnya, "Enggak apa-apa. Udah sini saja, kita saksikan apa yang mau diungkapkan Mas Aditya. Jangan lupa video-in. Buat kenang-kenangan," tawanya tersipu malu.


Jumaida mengangguk meng'iya'kan, dia mulai mendokumentasikan acara malam itu dengan penuh semangat ...


MC yang bernama Sony itu, merangkul bahu Aditya agar mendekat padanya, selayaknya pengantin pria yang masih malu-malu ...


Aditya hanya menundukkan kepalanya, tanpa mau menoleh kearah pengunjung karena perasaan gugup. Berkali-kali dia melirik kearah Nancy, menggeram bahkan ingin sekali dia membalas gigitan istrinya yang terjadi didalam kamar, tadi.

__ADS_1


"Mas akan balas kegilaan kamu ini Neng ... Mas tuntut kamu, untuk melayani Mas malam ini hingga pagi! Syarat kok kayak anak SMA ...," geramnya meremas tangannya sendiri.


MC mulai menggoda Aditya yang sedari tadi hanya mengatur nafas dan cara berdirinya ...


"Ehem ... Ternyata Pak Mayor Aditya Atmaja cakep juga yah, guys! Kira-kira istrinya yang mana sih?" lirik Sony kearah Aldo dan Bethrand yang tengah tertawa geli melihat wajah Aditya yang tampak seperti kepiting rebus.


"Cieee ..." tawa para pengunjung yang hadir di club' malam tersebut.


Aditya semakin serba salah. Kali ini dia hanya mendongakkan kepalanya menatap langit-langit restoran dengan perasaan gelisah yang bercampur aduk ...


"Sial, gila ... Dipermalukan aku malam ini ...!" geram Aditya merutuki diri sendiri.


Namun saat MC menanyakan pada pengunjung restoran, yang mana istri Aditya Atmaja, siapa sangka ...


"Saya ... Saya istri Aditya Atmaja!"


Evi langsung menjawab pertanyaan tersebut, dengan menunjuk tangan kanannya, melirik kearah para pengunjung langsung berjalan angkuh kelantai dansa.


Sontak pernyataan Evi membuat semua mata tertuju padanya, banyak pengunjung yang berbisik-bisik melihat lekat wajah janda itu sudah semakin mendekat kearah Aditya dan Sony.


Aldo menoleh kearah Gibran, dan Bethrand yang langsung melirik kearah Nancy Sugondo.


Nancy tersenyum sumringah, menatap wajah tampan suaminya yang tampak terkejut saat melihat wajah Evi hadir dihadapannya.


"Njiir ... Ini akan menjadi pemandangan yang sangat menyenangkan ..." batin Jumaida, yang mengetahui bagaimana sifat sahabat kecilnya, Nancy.


Lagi-lagi Sony yang paham bahasa tubuh dua wanita, semakin penasaran ingin mengetahui, dan menanyakan kepada Aditya Atmaja.


"Maaf nih Pak mayor, benarkah ini istri Bapak?"


Entah apa yang ada dalam benak seorang Aditya kali ini, saat melihat wajah janda laknat yang tidak pernah menghargai perasaannya selama ini.


Dengan tegas tanpa menjawab, Aditya mengambil mikrofon yang ada ditangan Sony, mendekat kearah Evi tanpa mau menyentuh, membuat janda itu serasa terbang tinggi menembus awan saat didatangi oleh Aditya Atmaja ...

__ADS_1


"Ya ... Wanita ini istri saya, tapi ...!"


__ADS_2