
"Aku mohon jangan seperti ini,"
"Maaf,"
Camel yang tahu jika Santos masihlah polos langsung tersenyum ke arahnya, dan tidak ingin mengulangi apa yang baru saja di lakukan nya, meskipun hasrat di tubuh Camel meronta ronta, ingin mencari kepuasan, yang selama ini dirinya dapatkan, dari berondong panggilannya.
Dan Camel sebisa mungkin untuk mengontrol hasratnya demi mendapat kan Santos seutuhnya.
"Ikutlah denganku sayang," Camel menarik tangan Santos untuk keluar dari dalam, dan menuju ke ruang depan.
Santos pun hanya pasrah mengikuti ke mana Camel membawanya. Dan Santos langsung menautkan keningnya saat Camel mengeluarkan beberapa setel pakaian dari dalam paper bag yang tadi di bawanya.
"Kamu cobalah sayang, dan tinggal pilih pakaian yang mana yang kamu suka. Besok aku akan mengenalkan kamu pada putriku," ujar Camel yang memang sudah memberi tahu Santos, jika dirinya sudah memiliki seorang putri.
"Aku masih memiliki baju yang layak untuk menemui putrimu,"
"Ya ampun sayang. Aku tidak bermaksud lain dengan membelikan pakaian ini untukmu," ujar Camel yang tahu, pasti Santos akan menolak pemberiannya.
Karena Santos tidak terlihat senang dengan pakaian yang baru saja di berikan oleh Camel.
"Pakaian apa pun yang melekat di tubuhmu, kamu tetaplah sempurna di mataku sayang. Aku hanya ingin menggunakan pakaian yang senada dengan kamu di acara ulang tahun putriku,"
Camel pun sekarang meraih tangan Santos. "Aku mohon jangan menolak ya sayang," pinta Camel dengan sangat tulus.
__ADS_1
"Baiklah,"
"Terima kasih sayang," sambung Camel lalu memeluk tubuh Santos sekilas sebelum melepas pelukannya.
Kemudian Camel menempelkan beberapa pakaian yang di belinya untuk Santos coba.
"Sayang, yang ini lebih cocok untuk kamu," ujar Camel sambil menunjukkan salah satu kemeja yang ada di tangannya. "Sekarang lepas baju yang kamu kenakan, dan coba ini, "
Dan untuk kali ini entah mengapa Santos langsung membuka baju yang di kenakan nya.
Tentu saja membuat Camel langsung menelan ludahnya sendiri, saat melihat otot-otot yang terbentuk sempurna dalam tubuh Santos, kala Santos berada tepat di hadapannya.
Bukannya memberikan baju yang ada di tangannya ke Santos, Camel malah melempar baju tersebut ke sembarang arah, lalu memeluk Santos yang berada tepat di hadapannya.
"Sayang aku mohon biarkan aku memelukmu," pinta Camel yang semakin erat memeluk tubuh Santos.
Dan Santos pun entah mengapa tidak menolak lagi pelukan dari Camel, apa lagi saat Camel sekarang mulai menciumi leher Santos.
Tentu saja membuat Santos merasakan desiran aneh dalam tubuhnya, yang entah mengapa ingin terus merasakan apa yang baru saja Camel lakukan.
"Lakukan lagi," perintah Santos yang sekarang balik memeluk tubuh Camel, yang membuat Camel begitu senang.
"Jika aku tidak mau bagaimana?" tanya Camel untuk mengetahui reaksi Santos.
__ADS_1
Dan tanpa menanggapi ucapan Camel, Santos yang tadi memeluk erat tubuh Camel sekarang mulai melonggarkan pelukannya.
Tentu saja tidak di biarkan oleh Camel yang sekarang melingkarkan ke dua tangannya di belakang leher Santos.
Lalu Camel menekan belakang kepala Santos agar wajah Santos mendekat ke arahnya.
Camel pun segera menempelkan bibirnya di bibir Santos, yang hanya diam tanpa reaksi apa pun.
Lalu Camel mencium bibir Santos, namun tidak ada balasan dari Santos yang hanya pasrah dengan apa yang Camel lakukan.
Karena ini pertama kalinya Santos berciuman dengan keadaan sadar, pasalnya saat malam dirinya menghabiskan malam dengan Camel, Santos melakukannya dalam keadaan mabok berat.
Camel melepas tautan bibirnya, lalu menatap wajah Santos yang hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya.
Namun alangkah terkejutnya Camel, saat Santos kini balik mencium bibirnya, meskipun masih begitu kaku. Namun Camel terus membiarkan apa yang Santos lakukan, hingga Santos mulai melepas tautan bibirnya.
Senyum Camel tunjukkan ke pada Santos yang juga membalas senyumnya.
"Aku akan menunjukkan cara yang benar berciuman sayang," ujar Camel yang sekarang balik mencium bibir Santos dengan lihai.
Tentu saja membuat Santos di buat mabuk kepayang, dan keduanya tidak menyadari jika pintu rumah Santos tiba tiba di buka oleh seseorang.
Bersambung.......................
__ADS_1