
Suara desaahan dari bibir ke dua anak manusia bergantian, mengiringi suara decitan tempat tidur.
Saat Santos terus memompa tubuhnya tempat di atas tubuh sang istri yang sudah berkeringat di bawah sana, dengan suara sexy yang terus keluar dari bibirnya.
Saat merasakan nikmat tiada tara dengan permainan sang suami yang tidak ada duanya.
Santos menghentikan permainannya sejenak, sambil mengukir senyum dari ke dua sudut bibirnya ke arah Camel, yang juga sedang tersenyum ke arahnya.
"Lanjut atau–"
"Sudah berani menggoda ya sekarang, baiklah, lepaskan miliki mu yang besar dan panjang itu," sambung Camel memotong perkataan sang suami.
"Tidak bisa,"
"Kamu bi... Em sayang ah," ujar Camel.
Saat Santos kini kembali menggoyang tubuh sang istri, dan tidak membiarkannya berbicara, dan sekarang hanya terdengar suara sexy sang istri, berbarengan dengar dirinya memompa tubuh Camel dengan ritme cepat.
Saat Santos yang sudah bermain cukup lama, sudah tidak tahan lagi ingin menyemburkan sesuatu dari bawah sana.
Camel yang sudah hafal sang suami ingin menyemburkan lahar hangat di dalam rahimnya memposisikan kakinya mengapit tubuh sang suami.
"Sayang, masuk lebih dalam aku.... Emmm," camel tidak jadi meneruskan ucapannya.
Karena tanpa di suruh pun, Santos sudah terlebih dahulu melakukannya.
__ADS_1
"Masuk lebih dalam, kakak Santos dan juga kakak Camel sedang ngapain sih," ucap Meri yang sepintas mendengar apa yang baru saja Camel katakan dari dalam kamar.
Saat Meri yang baru tiba di rumah melewati kamar sang kakak, ketika ingin menuju ke kamar dirinya dan juga sang ibu, karena Meri tahu persis mobil yang terparkir di depan rumah adalah mobil Camel. Dan Meri juga yakin yang berada di dalam kamar sang kakak, adalah Santos dan juga Camel.
Meri yang penasaran kembali mendekati pintu kamar sang kakak, lalu mengutuk pintunya dengan kencang, dan coba untuk membuka pintu tersebut yang di kunci dari dalam.
"Kakak, apa kakak berada di dalam? Jika iya, apa yang sedang kakak lakukan, kenapa aku dengar kakak Camel bilang masuk lebih dalam?" tanya Meri dengan kekepoannya.
Tentu saja membuat Santos langsung menepuk jidatnya mendengar apa yang baru saja sang adik katakan, namun tidak dengan Camel yang sedang menahan tawa mendengar pertanyaan konyol Meri.
Santos yang belum lama menyemburkan lahar hangatnya di rahim sang istri dengan perlahan turun dari atas tubuhnya.
"Kecebong Mer, tiba tiba masuk ke dalam kamar kakak, kakak coba untuk mengusirnya," sahut Santos dari dalam kamar.
"Kecebong? Aku mau lihat Kak. Buka pintunya dong!" teriak Meri yang masih berada di depan kamar sang kakak.
"Oh begitu, oke lah. Tapi besok besok jika ada kecebong masuk, panggil aku ya kak?"
"Iya," jawab Santos dari dalam kamar.
Dan saat tidak mendengar suara Meri dari balik pintu kamarnya, Santos yang merasakan lelah setelah melakukan aktivasi panas nan nikmat langsung menjatuhkan tubuhnya di samping sang istri.
Lalu Santos memeluk tubuh sang istri yang masih polos.
"Tidurlah sayang, apa kamu tidak lelah?" Tanya Santos yang mulai memejamkan matanya.
__ADS_1
"Lelah sih. Tapi ada yang ingin aku sampaikan padamu,"
"Hemm,"
"Bagaimana jika kita tinggal saja di apartemen milik ku, dari pada tinggal di sini, kita tidak bisa leluasa melakukan apa yang ingin kita lakukan sayang. Bagaimana?" tanya Camel.
Namun sudah beberapa detik Camel menunggu jawaban, tapi Santos masih belum membuka suara.
Membuat Camel yang berada di pelukan Santos mengangkat kepalanya untuk menatap sang suami.
Dan senyum terukir dari bibir Camel saat mengetahui sang suami sudah terlelap.
"Ya ampun menggemaskan sekali," ucap Camel sambil menatap wajah Santos, lalu mencium singkat bibir sang suami, sebelum kembali ke dalam pelukan Santos.
*
*
*
"Enak?"
"Enak,"
Bersambung...........................
__ADS_1
Hayo apanya yang enak ya kira kira? mau jawab sok lah tulis di komentar 🤭🤭🤭🤭🤭🤭