My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Tenang


__ADS_3

"Maaf Nyonya saya tidak bisa memberi tahu kondisi pasien. Itu wewenang dokter," jelas perawatan tersebut yang tangannya masih di tahan oleh Camel.


"Kenapa kalian terburu buru masuk ke ruangan di mana suamiku berada?"


"Nanti biar dokter yang menjelaskan Nyonya. Saya permisi," ujar perawatan tersebut yang langsung masuk ke ruangan di mana Santos berada.


"Ya Tuhan," ucap Camel dengan gelisah.


"Mi. Aku yakin papi akan baik baik saja," ujar Hazel yang menghampiri sang mami lalu memeluknya.


Namun Camel tidak menanggapi apa yang baru saja Hazel katakan.


Karena tatapan matanya kini tertuju ke arah salah satu pria yang berjalan menghampirinya.


"Pagi Nyonya," sapa pria tersebut saat sudah mendekati Camel.


"Bagaimana?" tanya Camel saat sang putri sudah melepas pelukannya. Pada pria yang ada di hadapannya yang tak lain dan tak bukan adalah asisten pribadinya.


"Jack melarikan diri ke negara asalnya, namun polisi sudah mengamankan satu tersangka lain," jelas pria tersebut yang bernama Frans.


Tentu saja Camel langsung menautkan keningnya mendengar ucapan yang baru saja keluar dari mulut asisten pribadinya tersebut.

__ADS_1


"Tersangka lain. Maksud kamu apa Frans?" tanya Camel. Karena yang menusuk Santos adalah Jack.


"Sepertinya Jack hanya di suruh oleh wanita yaang sekarang berada di kantor polisi untuk membunuh Tuan,"


"Wanita?"


"Iya dia seorang wanita,"


"Siapa?"


"Dia salah salah satu model papan atas. Dan dia bernama Siska,"


"Siska," ucap Camel sambil mengingat model yang berada di salah satu agency model milik sahabatnya. Dan Camel mengingat lagi wanita yang ingin mendekati sang suami, dan wanita yang pernah Camel tampar saat berada di sebuah restoran. "Ya aku tahu siapa wanita itu. Dan bagaimana dengan Jack?"


"Arghh sial!" kesal Camel.


Karena Camel tahu persis, pasti Jack di negaranya sana akan terbebas dari jerat hukum, mengingat lagi dia memilik sahabat pejabat tinggi kepolisian. Dan Camel masih mengingat betul, saat Jack terlihat kejahatan di negaranya beberapa tahun lalu, Jack sama sekali tidak tersentuh oleh pihak polisi.


"Frans. Siapkan aku tiket pesawat. Aku sendiri yang akan memberi hukuman pada dia, setelah apa yang dia lakukan pada suamiku," perintah Camel.


"Mel. Tenangkan dirimu," sambung Jimi yang baru saja menghampiri nya.

__ADS_1


Mendengar apa yang baru saja Jimi katakan, Camel langsung menatap ke arah sahabatnya tersebut.


"Tenang kamu bilang Jim. Setelah apa yang dia lakukan pada suamiku, kamu masih menyuruh aku tenang. Kamu tahu betul kondisi suamiku di dalam sana kan? Dan orang yang sudah menusuknya, masih berkeliaran di luar sana,"


Dan air mata yang tadi sudah mengering, kini kembali membasahi kedua pipi Camel.


Membuat Hazel yang berdiri tidak jauh dari sang mami langsung memeluk tubuhnya. "Mi,"


Dan Jimi yang berdiri tidak jatuh dari keduanya langsung menepuk bahu Camel.


"Aku tahu apa yang kamu rasakan Mel. Apa kamu ingin meninggalkan suami kamu yang masih belum sadar, untuk menemui Jack. Tidak bukan. Kamu serahkan saja padaku, aku akan menyuruh pengacara untuk tetap memproses hukum atas apa yang sudah Jack lakukan pada Santos," ujar Jimi dan terus menepuk nepuk punggung Camel yang masih menangis di dalam pelukan sang putri.


Tidak lama kemudian, Dokter dan juga perawatan yang belum lama masuk ke dalam ruangan di mana Santos berada, kini keluar dari ruangan tersebut.


Tentu saja Camel langsung segara menghampiri dokter tersebut.


"Nyonya, istri Tuan Santos?" tanya dokter tersebut pada Camel.


Bersambung...................


Ck ck ck kalian ya, baru aku bikin Santos ke tusuk pikiran kalian sudah jelek.

__ADS_1


Ya masa aku mau bikin tokoh utama koit sebelum para cecunguk di berantas, ada ada saja kalian ini🤣🤣🤣🤣🤣 mana ada yang mau stop baca katanya, kan aku pengin ngakak 🤣🤣🤣🤣🤣🤣


Bagaimana nanti ya jika Santos aku gantung di pohon toge, kalian mau bilang apa coba jawab?


__ADS_2