My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Ini Baru Permulaan


__ADS_3

Seminggu berlalu Camel dan juga Santos sudah Kembali dari bulan madu. Mami Asha dan juga papi  Arthur yang memang masih tinggal di rumah sang putri saling pandang saat melihat Camel dan juga sang suami baru masuk ke dalam rumah untuk pertama kalinya setelah hampir sepuluh hari berada di Hawai.


Bagaimana mami Asha dan juga papi Arthur tidak saling pandang, Ketika melihat raut wajah sang putri begitu kesal, yang seharusnya pulang dari bulan madu bahagia.


Papi Arthur dan juga mami Asha yang sedari tadi sedang duduk dan berbincang di ruang keluarga, sekarang ke duanya beranjak daru duduknya dan menghampiri sang putri dan juga Santos


sang menantu yang baru saja beberapa langkah masuk ke dalam rumah.


“Se…”


“Minggir,” sambung Camel memotong perkataan papi Arthur. Lalu Camel segera menuju kamar miliknya meninggalkan sang suami dan juga ke dua orang tuanya tanpa mengatakan apa pun.


Tentu saja membuat  papi Arthur dan juga mami Asha merasa bingung dengan sikap sang putri, kemudian ke duanya sekarang menoleh ke arah Santos sang menantu yang sedang mengukir senyum ke arahnya.


“Ada apa dengan istri kamu?” tanya papi Arthur penasaran.


“Entahlah Pi, aku juga bingung dengan sikapnya beberapa hari ini,” jawab Santos sambil mengangkat ke dua bahunya.

__ADS_1


“Jangan jangan perubahan sikap Camel karena dia sedang mengandung,” sambung mami Asha tentu saja membuat papi Arthur dan juga Santos langsung menatap ke arah mami Asha.


“Benarkah?” tanya Santos menanggapi apa yang baru saja mami Asha katakana.


“Syukurlah,” papi Arthur mensyukuri apa yang baru saja sang istri katakan. Kemudian sekarang papi Arthur beralih menatap Santos sambil mengukir senyum senang tak lupa menepuk bahu sang menantunya tersebut.


“Luar biasa kamu Tos, baru pulang dari bulan madu sudah memberikan kabar yang sangat membahagiakan papi,” ujar papi Arthur, yang meyakini apa yang baru saja sang istri katakana, jika Camel sang putri sedang mengandung.


“Tentu Pi,” sambung Santos untuk menanggapi apa yang baru saja sang papi mertua katakana. “Tidak sia sia kan Pi, selama sepuluh hari penuh aku mengurung istriku di dalam kamar,


akhirnyanm jadi juga,” dengan bangganya Santos mengatakan hal itu.


“Sepuluh hari penuh?” tanya papi Arthur dan juga mami Asha bergantian, setelah


mendengar apa yang baru saja Santos katakan.


“Iya, Pi. Mi, aku benar benar memanfaatkan sepuluh hari penuh untuk bercocock tanam. Dan akhirnya,

__ADS_1


kabar gembira datang juga,” ujar Santos penuh dengan kebahagiaan.


Tanpa menyadari jika mami Asha dan juga papi Arthur kini sedang saling pandang, sambil menggelengkan


kepalanya masing masing. Saat papi Arthur dan juga mami Asha baru menyadari, dengan sikap Camel sang putri yang baru saja pulang dari bulan madu. Bukan karena sedang mengandung melainkan sedang kesal dengan Santos yang hanya mengurungnya di dalam kamar.


Dan kini papi Arthur dan juga mami Asha menatap kea rah Santos. “Dasar kang cilok!” seru mami Asha dan juga papi Arthur bersamaan.


“Ada apa?” tanya Santos tanpa menyadari dirinya lah yang sudah membuat sang istri kesal. “Tidak


perlu mengucapkan selamat, padaku Mi, Pi. Ini baru permulaan, dan aku akan


membuat kesebelasan untuk meramaikan rumah ini,” ujar Santos dengan bangganya.


“Kang cilok, kang cilok. Istrimu belum hamil. Dia kesal karena kamu,” sambung papi Arthur sambil menggelengkan kepalanya.


“Tadi Mami bilang, istriku sedang hamil. Dan untuk apa dia kesal padaku Pi?”

__ADS_1


“Karena selama sepuluh hari di Hawai, kamu hanya mengurungnya di dalam kamar kang cilok!!!!!!!!!!!”


Bersambung...............................


__ADS_2