
Mendengar sang mami memanggil namanya, Hazel yang ingin kembali menuju tempat pesta yang di adakan di sekeliling kolam renang di samping rumah nya, kini menghentikan langkahnya, lalu membalik tubuhnya untuk menghadap sang mami, begitu pun dengan mami Asha dan juga Jack.
Mami Asha dan juga Jack saling pandang, ketika melihat Camel datang hanya seorang diri tanpa di dampingi suami barunya.
"Mi,"
"Stttt," Mami Asha menaruh jari telunjuk nya di bibirnya sendiri, mengisyaratkan Jack untuk tidak mengatakan apa pun.
Lalu mami Asha kini mengalihkan pandangannya ke arah Camel yang berjalan mendekati sang putri.
"Bagus, setidaknya mataku tidak terkontaminasi dengan melihat gelandangan itu," batin mami Asha yang bersyukur Santos tidak datang bersama dengan sang putri di acara pesta ulang tahun cucu tercintanya.
Camel langsung memeluk Hazel sang putri saat sudah mendekatinya.
"Maaf sayang, Mami datang terlambat," ucap Camel yang sekarang melepas pelukannya lalu meraup wajah sang putri dan memberikan ciuman di seluruh wajahnya.
"Mami ke mana saja dari kemarin tidak pulang? Apa mami lupa padaku? Apa pekerjaan mami lebih penting di banding aku?" Pertanyaan bertubi tubi Hazel layangkan untuk sang mami.
"Tentu kamu yang terpenting di hidup mami sayang, kenapa kamu bertanya seperti itu," sambung Camel sambil mengukir senyum ke arah sang putri.
Lalu Camel mengeluarkan satu buah kotak kecil dengan hiasan pita di atasnya ke arah sang putri.
"Selamat ulang tahun sayang, ini kado ulang tahun kamu, tahun ini dari mami,"
"Apa ini Mi?"
"Bukalah,"
__ADS_1
Hazel pun langsung membuka kotak kado tersebut, dan begitu terkejut saat di dalam kotak tersebut terdapat kunci mobil sport keluaran terbaru dengan harga fantastis, dan itu adalah salah satu mobil yang memang sudah lama Hazel inginkan.
"Apa ini untukku Mi?"
"Tentu,"
"Terima kasih Mi," Hazel pun langsung memeluk sang mami, dan kekesalan Hazel pada Camel yang sedari tadi menyelimuti hatinya, kini tidak ada lagi, setelah sang mami memberi hadiah ulang tahun yang memang sangat di inginkan nya.
"Bukan hanya itu kado ulang tahun kamu sayang," ucap Camel.
Dan sekarang mengambil amplop dari dalam tasnya kembali.
"Ini kado satu lagi untuk kamu," Camel menyodorkan amplop yang baru saja di ambilnya ke arah sang putri.
Tentu saja, Hazel langsung mengambil amplop tersebut dan membukanya.
"Kita bertiga akan jalan jalan ke Hawai sayang," jelas Camel.
"Bertiga? Berarti aku, mami dan Papi begitu?"
"Iya sayang, tapi bukan papi Jack. Tapi papi kamu yang baru,"
"Papi baru? Maksud mami?"
"Mami sudah menikah dengan papi baru kamu,"
"Di mana dia?" tanya Hazel sambil mengedarkan ke dua bola matanya. Dan tidak terkejut dengan ucapan sang mami, karena memang Camel sudah mendapat ijin dari Hazel untuk menikah lagi.
__ADS_1
"Dia tidak datang sayang, tapi besok mami akan mengenalkan kamu dengannya," jelas Camel. "Lebih baik kita kembali ke pesta," ajak Camel sambil memeluk pinggang Hazel.
*
*
*
Sementara itu Santos langsung masuk ke rumah di mana sang ibu dan juga Meri berada.
Saat Santos tadi sengaja tidak ikut ke pesta ulang tahun putri Camel.
Karena Santos merasa cemas dengan sang ibu dan adiknya di lingkungan barunya.
Dan akhirnya Santos pergi menyusul sang ibu dan Meri di banding pergi bersama Camel.
Camel pun tidak mempermasalahkan dengan keputusan Santos tersebut.
"Kakak," panggil Meri saat baru menyadari kedatangan Santos. Meri pun langsung menghampiri Santos.
"Kok kamu belum tidur?" tanya Santos padahal jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.
"Belum ngantuk, aku dan ibu sedang menunggu kakak pulang. Lagian kakak ke mana saja kenapa baru pulang?"
"Kakak abis main kuda," Santos langsung menutup mulutnya sendiri setelah mengatakan apa yang baru saja keluar dari bibirnya.
"Main kuda, di mana?"
__ADS_1
Bersambung..................