My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Pria Normal


__ADS_3

"Iya sayang, apa ada yang aneh? Tentu saja tidak bukan? Sebentar lagi kita akan menikah tentu saja kita harus memanggil masing masing dengan panggilan sayang, agar terlihat lebih romantis, kamu tidak keberatan kan sayang?" tanya Camel.


Santos pun langsung menganggukkan kepalanya, meskipun masih merasa tabu dengan panggilan sayang, namun sebisa mungkin untuk mengiyakan apa yang di inginkan oleh Camel.


Karena bagi Santos membuat orang lain bahagia adalah sesuatu yang tidak pernah bisa Santos tolak, apa lagi Camel adalah calon istrinya.


"Maaf sayang. Aku datang tidak memberi tahu kamu terlebih dahulu," ujar Camel.


Lalu Camel mengangkat ke dua tangannya yang penuh dengan barang bawaan.


"Aku ingin makan malam bersama dengan dirimu sayang. Pasti kamu belum makan bukan?"


Santos hanya menggelengkan kepalanya sambil mengukir senyum, lalu mempersilakan Camel untuk masuk ke dalam rumah.


"Sayang. Ke mana Ibu dan juga adik kamu?" tanya Camel saat sudah berada di dalam rumah.


Karena Camel mendapati di dalam rumah Santos begitu sepi padahal malam belum juga larut.


"Ibu dan juga Meri untuk malam ini menginap di rumah majikan ibu," jawab Santos.


Mengingat lagi sebelum Santos berangkat berjualan, sang ibu berkata akan menginap di rumah majikannya, di mana selama ini ibu Rina bekerja sebagai asisten rumah tangga yang berangkat pagi dan pulang sore.


"Ya sayang sekali, padahal aku ingin makan malam bersama dengan mereka. Tapi tidak masalah yang terpenting aku bisa makan malam bersama kamu sayang," ujar Camel sambil mengukir senyum ke arah Santos.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan membuat makan malam,"


"Untuk apa sayang. Apa kamu tidak lihat apa yang sudah aku bawa ini," ujar Camel sambil mengangkat satu tangannya yang membawa paper bag berisi makanan.


Kemudian Camel menaruh semua yang di bawanya di atas tikar yang berada di depan televisi, lalu menarik tangan Santos yang masih berdiri di tempatnya.


"Sayang kenapa kamu hanya diam saja, ayo kita makan,"


"Baiklah," ujar Santos yang langsung duduk di atas tikar, begitu pun dengan Camel, yang duduk di sebelah Santos.


Santos terus memperhatikan Camel yang sedang mengeluarkan semua makanan dari dalam paper bag. Dan menyiapkan makanan tersebut ke hadapan Santos.


"Apa seperti ini jika aku nanti menjadi seorang suami, makan di layani oleh istriku seperti ini," batin Santos yang sekarang mengukir senyum dan terus memperhatikan Camel yang masih sibuk menyiapkan makanan.


Karena selama ini, meskipun tinggal bersama dengan sang ibu, Santos terbiasa memasak untuk dirinya dan juga sang adik, mengingat lagi sang ibu yang bekerja menjadi asisten rumah tangga selalu pergi bekerja di pagi hari buta.


"Oh maaf," sambung Santos.


"Kenapa kamu tersenyum?" tanya Camel dan sekarang mengambil makanan yang ada di hadapan Santos. "Aku akan menyuapi mu sayang,"


Namun Santos dengan segera menahan tangan Camel, yang ingin menyuapi nya.


"Aku bisa makan sendiri,"

__ADS_1


"Aku juga tahu sayang. Tapi aku ingin menyuapi mu, aku tahu kamu pasti lelah,"


"Terima kasih," ucap Santos yang sekarang tidak menolak suapan dari Camel.


Makan malam awalnya begitu canggung bagi Santos, bagaimana tidak canggung karena ini makan malam perdana bagi Santos dengan seorang wanita.


Namun lama kelamaan Santos terbawa suasana saat Camel bisa mencairkan situasi. Dan akhirnya membuat Santos kini balik menyuapi Camel, seperti pasangan kekasih yang ada di sinetron, yang sering Santos tonton, walaupun masih malu malu, dan membuat Camel begitu gemas dengan tingkah Santos.


Setelah selesai makan malam, Camel menghampiri Santos yang sedang berada di ruang belakang untuk membereskan sisa sisa makan malam.


Santos begitu terkejut saat tiba tiba Camel memeluknya dari belakang.


Meskipun usia Santos sangatlah muda, namun tubuhnya begitu atletis. Yang membuat Camel begitu bergairah saat sedang bersamanya.


"Biarkan aku memelukmu seperti ini sayang,"


"Tapi aku malu," ucap Santos dengan polosnya.


"Malu dengan siapa. Ibu dan juga Meri tidak sedang berada di rumah. Jadi biarkan aku memelukmu seperti ini,"


Camel memang awalnya hanya memeluk Santos biasa saja. Namun akhirnya kedua tangannya tidak tahan untuk tidak meraba dada Santos yang terbentuk sempurna.


Santos pria normal, tentu saja sentuhan sentuhan Camel membuat jantungnya berdetak tidak seirama, saat merasakan aliran aliran aneh mengaliri darahnya.

__ADS_1


Lalu Santos menahan tangan Camel, dan membalik tubuhnya untuk menghadap ke arahnya.


Bersambung........................


__ADS_2