My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Odong-odong


__ADS_3

Vano hanya tersenyum tipis, setelah mendengar apa yang baru saja Bara katakan.


"Kamu tidak pernah berubah Bar,"


"Bagaimana dengan dirimu. Apa kamu sudah berubah?" tanya Bara yang mengetahui siapa Vano.


"Apa aku harus mengatakan padamu. Tidak bukan,"


"Ya ampun Van. Jangan di ambil hati apa yang baru saja aku katakan," ujar Bara sambil menepuk bahu Vano. "Kita masih muda, wajar kita bersenang senang dengan dunia kita. Termasuk dengan tawaranku padamu tadi,"


Vano memicingkan matanya menatap ke arah Bara. "Aku tidak mau,"


"Yakin?" tanya Bara sambil menunjukan kunci mobil sport miliknya yang harganya fantastis. "Jika kamu bisa mendapatkan Hazel. Mobil ini menjadi milikmu. Tapi, jika aku yang mendapatkan dia. Aku hanya meminta kamu menjadi pelayan ku untuk satu hari saja. Bagaimana?"


Lagi lagi Vano hanya tersenyum tipis mendapat tawaran dari Bara.


"Ayo lah Van. Ini hanya untuk bersenang senang. Dan jika kamu menang, kamu bisa mendapatkan mobil ini. Yang aku yakini, meskipun kamu bekerja dari pagi hingga malam. Kamu tidak akan pernah bisa membeli mobil ini," ujar Bara untuk memancing Vano.


Tentu saja Vano langsung mengepalkan tangannya saat mendapati hinaan dari Bara. Memang Vano akui, Bara lebih kaya di banding dirinya.


Namun Vano tidak suka dengan Bara, sejak ke duanya masih berada di bangku sekolah menengah atas. Karena Bara selalu menyombongkan diri dengan harta yang tidak akan habis tujuh turunan.


"Mobil Van. Mobil, bukan odong odong yang selalu kamu kendarai," ejek Bara.


Tentu saja membuat Vano emosi, dan langsung menarik kerah hoodie yang Bara kenakan.


"Najis, aku harus bertaruh denganmu Bar!" seru Vano sambil melepas tangannya yang masih memegangi kerah hoodie milik Bara.


"Apa kamu takut tidak akan mendapatkan Hazel. Karena akulah yang akan mendapatkan dia?"

__ADS_1


"Terserah kamu mau berkata apa. Tapi aku pastikan. Kamu tidak akan pernah bisa mendekati atau pun mendapatkan Hazel, kamu paham!" tegas Vano.


Kemudian Vano melangkahkan kakinya untuk meninggalkan Bara.


"Kita lihat saja nanti. Aku yang akan mendapatkan Hazel," ujar Bara.


Namun tidak di hiraukan oleh Vano yang terus melangkahkan kakinya meninggalkan Bara, meskipun Vano mendengar apa yang baru saja Bara katakan.


*


*


*


Mami Asha menoleh ke arah kiri dan kanan di mana dirinya sekarang berada.


Senyum Sinis tersungging dari sebelah sudut bibir mami Asha, saat sudah masuk ke ruangan yang di tujunya. Yang tak lain dan tak bukan adalah ruang perawatan Santos. Ketika mami Asha melihat Santos sedang duduk di atas ranjang perawatan.


Tentu saja Santos langsung mengukir senyum manis melihat mami Asha.


"Selamat siang Mi," sapa Santos.


Tentu saja tidak mendapat tanggapan dari mami Asha yang kini melangkahkan kakinya mendekati ranjang perawatan Santos.


"Mami tiba di sini kapan?" tanya Santos untuk berbasa basi, meskipun Camel sudah memberi tahu jika mami Asha dan juga papi Arthur datang dari luar negeri untuk menjenguknya.


"Aku tidak sudi kamu memanggilku mami. Kamu paham sampah!" seru mami Asha.


Tentu saja Santos sudah tidak terkejut lagi mendengar apa yang baru saja keluar dari mulut sang mertua, yang sedari awal memang sudah tidak menyukainya.

__ADS_1


"Mi. Ma–"


"Jangan panggil aku mami!" sambung mami Asha memotong perkataan Santos.


"Maaf,"


"Aku datang kemari bukan untuk menjenguk kamu. Jika kamu mati pun, aku tidak akan pernah peduli. Paham," ujar mami Asha.


Membuat Santos hanya bisa mengukir senyum untuk menanggapi apa yang baru saja mami Asha katakan.


"Aku hanya ingin kamu segera meninggalkan putriku,"


"Aku tidak akan pernah meninggalkan istriku sampai kapan pun,"


"Tentu. Sebelum kamu menguras harta putriku begitu kan. Memang kamu itu sampah,"


"Kenapa anda selalu menganggap aku menikahi putri anda untuk menguras hartanya,"


"Karena itu yang sampah sepertimu ingin lakukan. Jadi mulai detik ini, tinggalkan Camel,"


"Jika aku tidak mau bagaimana?"


"Berarti kamu sudah siap mati!"


Bersambung..........................


Gaes gaes sudah hari senin ya, jangan lupa vote mingguannya. Berikan untuk kang cilok tersayang.


Dan jangan lupa jempolnya gunakan untuk tekan like dan juga tulis komentar di setiap bab ya, biar aku lebih semangat untuk up lagi, oke oke oke ya tentu oke lah 🤭🤭🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2