My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Sabar, Sabar


__ADS_3

Keesokan harinya pernikahan Camel dan juga Santos berjalan dengan lancar tanpa suatu halangan apa pun.


Papi Arthur juga datang melihat sang putri menikah untuk ke dua kalinya, tentu saja tidak dengan mami Asha yang memang tidak merestui pernikahan Camel dan juga Santos.


Camel pun sengaja tidak memberi tahu Hazel sang putri jika menikah hari ini, untuk memberi kejutan padanya, nanti di acara ulang tahunnya, dan memperkenalkan papi barunya di pesta ulang tahun.


Mengingat lagi Hazel beberapa waktu lalu tidak melarang sang mami menikah lagi, meskipun Hazel masih berharap sang mami kembali lagi dengan papi Jack.


Setelah selesai pemotretan di salah satu ruangan kantor urusan agama, yang sudah di sulap menjadi studio foto oleh photograper profesional yang di sewa Camel, papi Arthur ijin untuk pulang terlebih dahulu.


Meninggalkan Meri, ibu Rina, Camel dan Santos yang masih menjalani pemotretan dengan berbagai macam gaya.


Camel terus menatap Santos yang sekarang sudah menjadi suami sahnya, dan Camel begitu terpesona dengan ketampanan dan juga ke gagahan Santos.


Bagaimana Camel tidak terpesona dengan Santos yang terlihat begitu maskulin mengalahkan model papan atas, dengan setelan jas warna grey yang melekat di tubuh proporsionalnya, yang juga senada dengan gaun pengantin yang Camel kenakan.


Karena Camel semalam langsung bergerak memanggil desainer dan memesan baju pengantin yang di pakainya sekarang.


Dan orang lain yang melihat Santos, pasti tidak akan percaya jika Santos hanya remaja penjual cilok keliling.


Camel mendekati Santos yang sedang meminum air mineral setelah selesai pemotretan. Dan saat sudah mendekatinya, satu tangan Camel menyusuri punggung Santos, sebelum akhirnya Camel menaruh dagunya di pundak Santos.


"Suamiku sayang, i love you," bisik Camel tepat di telinga Santos di akhiri dengan sekilas menjilat telinganya.


Tentu saja membuat pemilik telinga langsung merinding, dan dengan segera menoleh ke arah Camel sambil menautkan ke dua alisnya.


Melihat wajah Santos, Camel pun segera menegakkan kepalanya untuk menatap lekat wajah sang suami.


"Kenapa kamu menatap aku seperti itu sayang, harusnya kamu balas bilang i love you istriku, jika kamu begini aku jadi kesal," ucap Camel dan langsung mengerucutkan bibirnya, bagaikan anak remaja yang sedang merajuk, tidak ingat umur yang sebenarnya


Santos pun segera mengukir senyum. "I love you too istriku," akhirnya Santos membalas ucapan Camel, bukan karena dirinya sudah mencintai Camel.


Namun sekarang dirinya sudah menjadi suami wanita yang baru saja di kenalnya, dan sebisa mungkin Santos harus membahagiakan wanita yang sudah menjadi istrinya tersebut, dan soal perasaan, Santos yakin nanti akan datang dengan berjalannya waktu.


Yang sekarang ingin Santos lakukan adalah menjadi suami yang bertanggung jawab untuk Camel, meskipun Santos belum tahu kedepannya harus bekerja apa untuk menghidupi sang istri, ibu dan juga Meri sang adik.

__ADS_1


Tentu saja wajah Camel langsung berubah bahagia setelah mendengar apa yang baru saja Santos katakan.


Dan Camel pun langsung memeluk Santos dengan erat. "Terima kasih sayang," ucap Camel lalu melepas pelukannya. Dan mendekatkan wajahnya ke arah wajah Santos, karena Camel begitu candu dengan bibir Santos yang sangat manis dan sedikit bervolume.


"Kakak," Meri datang dan menarik tangan Santos.


Tentu saja membuat bibir Camel yang tinggal beberapa senti lagi menyentuh bibir Santos, langsung memalingkan wajahnya, dan menoleh ke arah Meri sambil mengukir senyum.


"Ada apa Meri adikku sayang?" tanya Camel.


"Ibu ingan pulang kak,"


"Baiklah ayo kita pulang," ajak Santos lalu memegang tangan Meri menggunakan tangan kirinya, dan tangan kanannya, menggenggam tangan Camel.


Tentu saja membuat Camel langsung tersengat aliran panas yang mengaliri darahnya hanya dengan di sentuh oleh Santos.


"Ahhh sayang kamu sungguh membuat aku tidak tahan, ingin sekali rasanya aku langsung melahap mu di sini," batin Camel. "Sabar, sabar. Sebentar lagi Mel, jika sudah di hotel kamu bisa langsung memakannya,"


"Apa kamu ingin makan?" tanya Santos, ketika mendengar sekilas apa yang baru saja Camel katakan, meskipun Camel mengatakannya dengan sangat pelan.


"Iya makan kamu sayang," batin Camel sambil tersenyum ke arah Santos, lalu menganggukkan kepalanya.


Jangan skip di baca dulu ya, mau promo novel bestie, yang suka perpisangan silakan di simak 🤭🤭🤭🤭🤭


Seorang gadis cantik berwajah khas Asia menatap kesal pada pria yang ada di hadapannya, karena saat ini sang pria terlihat tidak serius sama sekali, padahal sang gadis sudah berbicara panjang lebar.


Ini adalah pertemuan perdana mereka berdua, sang gadis ingin meminta penjelasan pada si pria berwajah asing. Penjelasan, kenapa si model pria ini membatalkan secara sepihak perjanjian jual beli jasa antara DIAMOND QUEEN dengannya.


"Nona kecil, bukankah perusahaan Anda sudah tahu, kalau seorang Elvier Milles tidak pernah terikat dengan  kontrak apa pun. Aku hanya akan memilih Agency mana yang sanggup membayarku lebih mahal, aku tidak peduli perusahaan itu milik siapa. Yang terpenting, mereka berani membayarku mahal, maka aku akan memberikan jasaku." ucap santai si pria.


"Kau sangat terlihat mata duitan sekali, Tuan Elvier." sindir pedas sang gadis.


Namun sepertinya sindiran itu tidak berarti apa apa untuk sang model, dia lebih menikmati kopi hitam pahit yang tengah diminumnya.


"Bagiku uang di atas segalanya. Kau tahu Nona kecil, uang bahkan bisa membeli kepercayaan orang. Biarpun orang itu sudah mengenalmu dari kau bayi, tapi karena kekuasaan dan uang dia bisa berbalik menyerangmu." ucapan santainya lagi.

__ADS_1


Sang gadis yang sudah muak dengan pembicaraan tidak jelas ini, dengan kesal menyeruput bobbanya hingga tersedak.


"Uhuk!"


Gadis bergaun violet selutut itu terlihat menepuk dadanya pelan, bahkan dia merasakan sedikit sesak di dada.


"Kau ceroboh sekali," ejek si model mata duitan.


Namun pria itu masih memberikan satu botol air mineral, pada gadis yang masih menepuk dadanya pelan.


"Kalau tidak ada yang ingin di bicarakan lagi, aku akan pergi. Kalian membuang waktu ku, harusnya kalian tahu setiap detik waktu yang aku miliki begitu mahal." ucap arogan si model.


Pria berdarah Turki dan Arab itu terlihat meraih jaket mahalnya, dia tidak peduli dengan tatapan tajam gadis yang ada di hadapannya.


"Hei aku belum selesai bicara! Model mata duitan!" maki sang gadis.


Bahkan dengan cepat gadis itu mengejar sang model, langkahnya sedikit kesulitan saat si gadis melepaskan salah satu sepatu flatnya.


Bruuk!


Satu lemparannya berhasil mengenai punggung lebar sang model, dan itu berhasil membuat sang model berbalik menghadap sempurna pada si pelempar. Namun belum sempat si Model dengan bayaran fantastis itu berbicara, sebuah sepatu kembali melayang, dan kini berhasil mengenai keningnya.


Tidak terlalu sakit, namun dia merasa di permalukan. Sebagai publik figure, bukankah ini akan menjadi berita besar untuk para media. Sang supermodel, Elvier Milles di permalukan di depan umum oleh seorang gadis kecil menggunakan sepatu flat murahan milik sang gadis.


"Kau pikir bisa pergi begitu saja setelah membuat masalah dengan kami, Model mata duitan!" seru keras sang gadis.


Dengan langkah tergesa dia semakin mengikis jarak dengan sang supermodel. Kedua tangannya terkepal erat, dia benar benar ingin memukul wajah tampan namun songong itu.


"Kau sudah berbuat kesalahan, Nona Yasmine. Kau tahu, aku pastikan setelah ini, akan ada masalah serius yang akan menghampirimu." ucap Asisten sang model penuh peringatan.


Namun sepertinya peringatan sang asisten tidak di gubris sama sekali oleh gadis yang bernama Yasmine Alora Prayoga. Sang gadis lebih tertarik untuk menajamkam tatapannya pada si model mata duitan, yang tengah menyeka darah di dahinya.


"Dan akan aku pastikan, modelmu yang mata duitan ini harus membayar mahal, setelah melakukan penghinaan pada DIAMOND QUEEN. Oke aku akui, kalau kalian memang tidak terikat kontrak apa pun, tapi setidaknya bicara terlebih dahulu, sebelum memutuskan sesuatu secara sepihak, itu adalah penghinaan untuk perusahaan kami. Kalian tidak tahu kan, apa yang di alami DIAMOND QUEEN karena ulah kalian, bahkan tindakanku ini tidak seberapa di bandingkan perbuatan egois kalian." tukas Yasmine.


Gadis yang akan berusia 19 tahun itu, bahkan masih sempat meraih sepatu flatnya dilantai, sebelum dia kembali melayangkan sepatu itu pada Sang model.

__ADS_1


Ingin lanjut? Cus ke lapak author defri yantiHermawan17 dengan judul Jerat Cinta Sang Player dan di bawah covernya ya gaess



__ADS_2