
"Ke mana semua orang?" tanya Camel saat mengetuk pintu rumah ibu Rina.
Namun tidak ada tanda tanda pintu tersebut akan di buka dari dalam.
Dan akhirnya Camel yang memiliki kunci cadangan langsung membuka pintu tersebut.
"Sayang kita masuk saja, sepertinya tidak ada siapa pun di dalam," ajak Camel yang langsung masuk ke dalam rumah di ikuti oleh Hazel dari belakang.
Tentu saja Hazel yang sudah masuk ke dalam rumah, langsung mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru rumah tersebut.
"Mi, boleh aku bertanya pada Mami?"
"Iya sayang silakan," Camel mempersilakan sang putri yang tidak tahu ingin bertanya apa pada dirinya.
"Di mana mami bertemu dengan suami mami yang baru?" tanya Hazel yang memang belum menanyakan apa pun pada sang mami tentang papi barunya tersebut.
"Rahasia sayang, tapi itu adalah pertemuan terindah yang menyatukan mami dengannya, dan mami tidak akan pernah melupakan pertemuan itu,"
"Baiklah. Tapi siapa nama papi baru aku Mi?"
"Namanya–" Camel tidak meneruskan ucapannya saat ponselnya berdering.
Lalu Camel mengangkat sambungan ponselnya, saat tahu yang menghubunginya adalah Santos sang suami.
Yang memberi tahu jika dia sedang berada di kontrakannya bersama dengan ibu dan juga adiknya untuk membereskan barang barang nya..
"Baik sayang, aku akan menyusul, muach," ucap Camel sebelum menutup sambungan ponselnya.
"Siapa Mi?" tanya Hazel penasaran setelah sang mami menutup sambungan ponselnya.
"Papi baru kamu, dia ada di rumah lamanya, lebih baik kita menyusul ke sana," ajak Camel pada sang putri.
__ADS_1
*
*
*
Sementara itu, Santos yang sedang membereskan barang barang yang ada di kontrakan untuk di bawa ke rumah yang baru, menghentikan aktifitasnya saat Meri memanggil namanya.
"Ada apa Mer?" tanya Santos sambil menoleh ke arah sang adik yang baru saja masuk ke dalam rumah.
"Ada teman kakak,"
"Kakak sudah bilang, jika ada yang mencari kakak bilang saja hari ini libur, tidak jualan cilok," ujar Santos karena sedari tadi banyak sekali pelanggan cilok nya, datang ke rumah menanyakan berjualan atau tidak, dan juga ada yang datang hanya sekadar melihat ketampanan Santos.
"Tapi sekarang yang mencari kakak, kak Vano,"
Santos pun langsung keluar dari rumah, saat Meri memberi tahu yang mencarinya adalah Vano, teman sekolahnya yang pernah menawari pekerjaan sebagai model.
"Hay Tos," sapa Vano yang sudah berdiri di depan kontrakannya.
"Untuk apa. Aku ke sini untuk menjemput kamu, apa kamu sudah siap?"
"Apa maksud kamu?" tanya Santos yang tidak tahu apa yang baru saja di katakan oleh Vano.
"Ya ampun, apa kamu lupa semalam kamu bertanya tentang tawaran yang pernah aku tawarkan padamu?"
"Ya ampun, aku lupa," sambung Santos di akhiri dengan menepuk jidatnya sendiri.
"Dasar kang cilok, gitu saja lupa, kebanyakan melintir adonan cilok sih, sekali kali coba melintir yang lain. Sekarang ayo ikut aku,"
"Ke mana?"
__ADS_1
"Ke laut, dasar kang cilok!" seru Vano lalu menarik tangan Santos untuk ikut bersama dengannya.
"Kita mau ke mana?"
"Kamu butuh pekerjaan bukan, dan mulai sekarang kamu bisa bekerja di rumah mode di mana aku bekerja,"
Mendengar apa yang baru saja Vano katakan, Santos langsung melepas tangan Vano yang masih menarik tangannya dan menghentikan langkahnya.
Tentu saja Vano langsung menoleh ke arah Santos. "Apa lagi kang cilok?"
"Aku harus memberi tahu ibu, kamu tunggu di sini,"
"Baiklah, anak baik. Aku tunggu di mobil,"
*
*
*
Hazel tidak asing lagi dengan jalanan yang di lewati mobil sang Mami.
Karena Hazel tahu jalanan tersebut adalah jalanan menuju rumah Santos di mana dirinya sering pergi ke rumah Santos untuk membeli cilok, yang berakhir di tempat sampah.
Karena tujuannya membeli cilok hanya ingin bertemu dengan Santos, kakak kelas yang sudah mencuri hatinya.
"Mi, sebenarnya kita mau ke mana sih?" tanya Hazel saat Camel memarkirkan mobil nya di depan minimarket.
Di mana Hazel juga memperkirakan mobil milik nya di minimarket tersebut jika ingin ke tempat Santos.
"Tentu saja ke tempat papi baru kamu yang sudah mengalihkan dunia mami,"
__ADS_1
Bersambung.........................
Maaf ya gaes, up telat. lagi sibuk di dunia nyata, bikin cilok bantuin Santos 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣