My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Pemanasan?


__ADS_3

Karena jalan ibu kota macet, akhirnya Santos dan juga Camel tiba di hotel saat hari mulai petang.


Dan benar saja Camel langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri meninggalkan Santos setelah mencium bibirnya sekilas.


Setelah Camel masuk kamar mandi yang ada di kamar hotel tempatnya semalam menginap, Santos memegangi bibirnya yang baru saja di cium oleh Camel.


Senyum terukir dari ke dua sudut bibirnya, lalu Santos menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang hotel yang berukuran king size.


Hembusan nafas kasar keluar dari mulut Santos, entah dari mana dulu dia harus menjalani hari harinya setelah menikah dengan Camel, karena sekarang tanggung jawabnya semakin besar.


Apa lagi Santos sudah di terima masuk di perguruan tinggi ternama lewat jalur prestasi, dan tidak harus membayar sepeser pun.


Dan Santos tidak ingin meninggalkan pendidikannya tersebut, karena Santos memiliki cita cita sendiri.


Namun di sisi lain, Santos harus mencari pekerjaan lain selain berjualan cilok, untuk menghidupi Camel yang sekarang sudah menjadi istrinya.


"Ya Tuhan, mudahkan lah jalanku ini, dan beri pertunjuk padaku, agar aku memiliki pekerjaan lain, selain berjualan cilok," ucap Santos sambil meraup wajahnya dengan kasar.


Kemudian Santos beranjak dari ranjang, karena sejak kemarin dia belum sama sekali menyentuh ponsel miliknya.


"Di mana ponselku?" tanya Santos yang langsung menuju tas miliknya yang semalam dirinya letakkan di dalam lemari.


Dan benar saja ponsel Santos berada di dalam tasnya, dan tentu saja yang Santos miliki adalah ponsel jadul.


"Ya ampun mati," Santos mendapati ponselnya mati total dan dirinya tidak membawa kabel charger. "Bagaimana jika ada yang pesan cilok," ucap Santos.

__ADS_1


Mengingat lagi biasanya setiap hari banyak yang memesan cilok bikinnya.


"Bukan rejeki Tos," ucap Santos pada dirinya sendiri.


Dan Santos kembali lagi menuju ranjang dan menjatuhkan tubuhnya kembali, setelah mengembalikan ponselnya yang mati total ke dalam tas.


Dan baru saja Santos ingin memejamkan matanya, tiba tiba tubuhnya di tindih oleh Camel ynag hanya menggunakan handuk mandi yang melilit di tubuhnya.


Tentu saja membuat Santos terkejut dan langsung bangun dari tidurnya, tentu saja Camel sekarang berada di pangkuannya.


Dan membuat Camel langsung melingkarkan ke dua tangannya ke belakang leher Santos.


"Maaf mengagetkan kamu sayang," ucap Camel.


Dan satu tangan Camel sekarang menyusuri setiap jengkal wajah Santos.


"Iya," jawab Santos, sambil menelan ludahnya sendiri, saat Camel sekarang sudah melepas handuk yang melilit di tubuhnya.


"Aku ingin bermain dengan cilok milikmu,"


"Tapi hari ini aku tidak membuat cilok," sahut Santos.


"Bukan cilok itu,"


"Terus yang mana?" tanya Santos yang tidak tahu apa yang sendang Camel katakan.

__ADS_1


Tanpa menjawab pertanyaan Santos, Camel sekarang mendekatkan wajahnya lalu mencium bibir Santos, hingga pemilik bibir tidak menyadari jika Camel sudah merobohkan tubuhnya di atas ranjang.


Setelah puas dengan bibir Santos, kini Camel melepas tautan bibirnya sambil tersenyum ke arahnya.


"Kita ulangi malam di mana kita menjadi satu sayang," ujar Camel dan tangannya satu persatu melepas kancing kemeja yang Santos kenakan.


"Tapi aku tidak tahu bagaimana caranya," mungkin inilah ucapan paling bodoh di dunia yang terlontar dari bibir seorang pria, dan itu di ucapkan oleh Santos.


Tentu saja membuat Camel yang begitu gemas dengan sikap polos Santos, langsung tersenyum.


"Aku akan menunjukkan cara itu sayang, dan sekarang ikuti semua perintahku,"


"Baiklah,"


"Buka semua baju,"


Santos pun tanpa bertanya lagi langsung melepas semua pakaian yang melekat di tubuhnya.


Tentu saja membuat Camel benar benar tidak bisa lagi menahan hasrat di tubuhnya, apa lagi saat melihat junior Santos yang ternyata sudah berdiri tegak di bawah sana, tanpa sepengetahuan pemiliknya.


Setelah itu Camel mendorong tubuh Santos hingga terbaring di atas ranjang.


"Sayang, kita pemanasan dulu,"


"Pemanasan? Lari lari begitu?" tanya Santos dengan polosnya.

__ADS_1


"Ya ampun!"


Bersambung....................


__ADS_2