My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Mulai Nakal


__ADS_3

Santos mengukir senyum saat sudah mendekati sang istri, yang terus menatap tajam ke arah Siska.


"Sayang kamu ada di sini juga?" tanya Santos.


Lalu meraih tangan sang istri yang tidak menanggapi pertanyaan.


"Maaf, aku tidak memberi tahu kamu dulu jika aku makan siang bersama dengan dia, setelah pulang dari kampus. Sekali lagi maafkan aku ya sayang," jelas Santos.


Agar sang istri tindak salah paham dan juga marah pada dirinya.


Kini Camel mengalihkan tatapan matanya ke arah sang suami, sambil mengukir senyum.


"Tidak apa apa sayang,"


"Tapi kamu tidak marah kan, karena aku tidak memberi tahu kamu terlebih dahulu?"


"Tidak. Untuk apa marah," sambung Camel.


Meskipun di dalam hati kecilnya merasa kesal, namun sebisa mungkin Camel membuang jauh kekesalannya tersebut.


Karena Camel coba untuk percaya pada sang suami, seperti Santos percaya pada dirinya. Karena Camel percaya hubungannya dengan Santos akan terus langgeng jika ke duanya saling percaya satu sama lain.


Apa lagi tadi Camel yang duduk tidak jauh dari tempat di mana sekarang dirinya berada, mendengar percakapan sang suami dan juga Siska.


Mendengar apa yang baru saja Camel katakan, Santos yang masih memegang ke dua tangan sang istri, langsung mengangkatnya dan mencium punggung tangannya.


"Terima kasih sayang,"


Camel pun langsung menganggukkan kepalanya sambil mengukir senyum.


"Baiklah, sekarang aku akan mengantar kamu ke kursus setir mobil,"

__ADS_1


"Katanya kamu yang ingin mengajariku sayang,"


"Tidak untuk hari ini, tidak apa apa kan?"


"Baiklah," jawab Santos dan sekarang menggenggam tangan sang istri dan melangkahkan kakinya menuju keluar restoran, tanpa mengatakan sepatah kata pun pada Siska yang tidak suka dengan keberadaan Camel.


Namun belum juga sampai di depan pintu keluar restoran tersebut, Camel menghentikan langkah kakinya.


"Sayang ada apa?" tanya Santos penasaran.


"Sepertinya aku meninggalkan sesuatu di dalam. Aku ambil dulu, kamu tunggu di sini ya, sayang,"


"Biar aku saja yang ambil, kamu tinggal katakan apa yang tertinggi, dan di meja nomor berapa,"


"Tidak perlu, aku akan mengambil sendiri. Kamu tunggu di sini," ujar Camel yang kembali lagi masuk ke dalam.


"Kurang ajar. Mengganggu kesenanganku saja, sudah tua bukannya cari yang seumuran, lah ini cari berondong, dasar kegatelan," ucap kesal Siska setelah kepergian Camel dan juga Santos. "Tapi aku tidak akan puas sebelum aku bisa membawa Santos ke atas ranjang, aku harus melakukan cara agar bisa memisahkan Santos dengan istri tuanya itu,"


Membuat Siska begitu terkejut dengan kedatangan Camel.


"A–"


Plak!


Camel menampar pipi Siska dengan kencang sebelum Siska meneruskan ucapannya, membuat pemilik pipi langsung memegangi pipi yang terasa sakit.


"Aku tahu siapa kamu. Dan aku ingatkan padamu, jangan pernah dekati suamiku lagi, jika itu terjadi. Siap siap kamu akan menjadi model jalanan, paham!" tegas Camel. "Dan satu lagi, silakan kamu laporan ke polisi setelah apa yang baru saja aku lakukan padamu. Tapi jangan menyesal jika kamu sendiri yang akan di tuduh bersalah," ucap Camel di akhiri dengan mengukir senyum sinis.


Lalu Camel meninggalkan Siska yang hanya diam terpaku di tempatnya sambil menatap kepergian Camel.


"Kurang ajar!" teriak Siska.

__ADS_1


Tentu saja terdengar oleh Camel, namun tidak di hiraukannya.


*


*


*


Santos yang masih berada di dalam mobil, menoleh ke arah sang istri yang duduk di bangku pengemudi.


"Sayang, kenapa kita pergi ke hotel. Bukannya ke tempat kursus setir mobil?" tanya Santos.


Pasalnya sang istri sekarang menghentikan mobil miliknya tepat di depan lobi sebuah hotel bintang lima tidak jauh dari restoran tadi.


"Apa kamu ingin memberi pelajaran padaku seperti tempo hari, karena aku tadi tidak memberi tahu kamu pergi makan siang di luar?" tanya Santos.


Saat Santos mengingat lagi kejadian beberapa waktu lalu, kemudian Santos mengukir senyum ke arah sang istri.


"Kalau pelajaran yang satu itu aku tidak akan pernah menolak sayang, kamu mau berapa ronde?"


Camel langsung tersenyum mendengar apa yang baru saja sang suami katakan.


"Oh mulai nakal ya sekarang, untuk hal satu itu kita batas lagi nanti, ada seseorang yang ingin bertemu dengan kamu,"


"Denganku?"


"Iya sayang,"


"Siapa?"


Bersambung.........................

__ADS_1


Tebaklah sendiri kalian maunya siapa 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭


__ADS_2