
Kemudian Camel membalik tubuhnya, dan benar saja pemilik suara tersebut adalah Jack yang sudah berada tepat di belakangnya.
Dan Camel pun hanya tersenyum sinis dari sebelah sudut bibirnya tak lupa menggelengkan kepalanya, karena Camel malas untuk menanggapi apa yang baru saja terlontar dari mulut Jack.
"Sehebat apa dia?" tanya Jack lagi karena Camel tidak menanggapi pertanyaan.
"Apa kamu ingin tahu sehebat apa dia. Baiklah, aku akan memberi tahu sehebat apa dia padamu," sambung Camel. "Dia lebih hebat dari pada kamu Jack, dari semua hal. Terutama di atas ranjang yang baru saja kamu tanyakan padaku, karena dia hanya milikku. Kamu paham!"
"Camel, Camel. Aku yakin kamu hanya di manfaatkan oleh anak ingusan itu,"
"Apa itu menjadi urusanmu, bukan! Kamu itu bukan siapa siapa lagi dalam hidupku!"
"Siapa bilang, aku papi dari Hazel,"
"Hanya itu tidak lebih Jack! Dan sekarang menyingkir lah dari hadapanku!" Seru Camel.
Lalu membalik tubuhnya ingin masuk ke dalam kamar tidak ingin melayani Jack yang tidak penting bagi dirinya, namun belum juga melangkahkan lakinya masuk ke dalam kamar, Jack langsung mencekal tangan Camel.
"Apa tidak ada kesempatan sedikitpun untuk aku membuktikan padamu, jika aku masih pantas bersanding dengan kamu Mel?"
Mendengar apa yang baru saja Jack katakan, Camel dengan segera melepas tangan Jack dengan kasar, lalu membalik tubuhnya lagi untuk menghadap ke arah Jack.
__ADS_1
"Menurut kamu, kamu pantas mengatakan hal seperti itu padaku Jack. Setelah apa yang kamu lakukan? Tidak Jack. Pergilah, jangan membuang buang suaraku yang sangat berharga ini, untuk meladeni kamu yang tidak ada harganya,"
Camel pun segera masuk ke dalam kamar, dan membanting pintu tepat di hadapan Jack.
Membuat Jack refleks mengepalkan satu tangannya, bukan karena bantingan pintu yang baru saja Camel lakukan, tapi karena ucapan Camel yang begitu menyakitkan bagi dirinya.
"Aku bersumpah Mel, akan menghancurkan keluarga barumu, hingga kamu kembali padaku, dan aku akan menjadi Tuan Carter," ucap Jack di akhiri dengan senyum sinis.
Laku Jack pergi meninggalkan kamar Camel, tanpa menyadari ada dua pasang telinga, dari sisi berbeda yang mendengar perbincangan Camel dan juga Jack barusan.
Jam menunjukkan pukul sembilan pagi saat Camel keluar dari dalam kamar. Dan langkah kakinya menuju kamar Hazel sang putri.
Karena kebetulan hari ini adalah hari minggu, Camel ingin mengajak sang putri bertemu dengan Santos suami barunya.
"Tentu Mi," jawab Hazel yang memang begitu antusias dan ingin tahu siapa papi barunya, yang bisa meluluhkan hati sang mami.
Alhasil setelah pesta ulang tahunnya semalam, Hazel langsung mengiyakan ajakan sang mami untuk bertemu papi barunya.
"Baiklah, mari kita berangkat," ajak Camel yang langsung menggandeng tangan Hazel.
*
__ADS_1
*
*
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam dari rumahnya, tibalah Camel dan juga Hazel di mana Santos sekarang berada.
Di rumah baru yang Camel berikan untuk ibu Rina.
"Mi," Hazel menatap sang Mami, saat Camel mengajaknya turun dari mobil.
"Kenapa sayang?"
"Apa ini rumah papi baru aku?" tanya Hazel yang tidak percaya jika rumah yang di tujunya adalah rumah papi barunya, karena rumah tersebut sangat kecil, tidak seperti rumahnya yang seperti istana.
"Iya sayang, apa ada yang salah? Tidak bukan. Meskipun papi baru kamu bukanlah orang kaya, tapi mami sangat bahagia bisa bersanding dengan papi baru kamu. Pasti kamu juga akan langsung menyayangi papi baru kamu itu, dia orangnya sangat sangat baik sayang," ujar Camel memuji suami barunya yang tak lain dan tak bukan adalah Santos.
Lalu Camel menggandeng tangan sang putri menuju pintu rumah di mana Santos berada.
Bersambung.............................
Rekomendasi novel keren untuk kalian gaes, dari Author SUSI SIMILIKITY judul ISTRI KECIL SANG DOSEN di bawah ini cover dan blurb nya ya gaes happy Reading
__ADS_1