My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Bakso


__ADS_3

"Kali ini kamu harus berhasil Sis, tidak boleh gagal. Karena di dalam hidupmu tidak ada kata gagal untuk mendapatkan apa yang ingin kamu dapatkan," ucap Siska lagi pada dirinya sendiri


Dan Siska kini yang masih berada di depan cermin, menatap tubuhnya dari ujung kepala hingga ujung kaki dari pantulan cermin tersebut.


"Sempurna," ucapnya lagi, saat Siska kini menyamarkan penampilannya, tentu saja Siska melakukan itu. Karena ingin mengelabuhi semula orang termasuk Camel.


Tidak ingin Camel mengetahui dirinya yang sudah berada di negaranya. Mengingat lagi beberapa waktu lalu Siska sudah mengkhianati Camel, saat Camel sudah berbaik hati melepas Siska dari dalam penjara.


"Oke, saatnya beraksi," ucap Siska yang langsung menyambar kunci mobil yang berada di salah satu meja yang ada di dalam kamar di mana sekarang dirinya berada.


*


*


*


Setelah kepulangan Camel dari rumah sakit seminggu lalu, kini Camel dan juga Santos menjalani hari seperti biasa, dan keduanya sibuk dengan pekerjaannya masing masing.


Namun sekarang ada yang berbeda, bukan Camel lagi yang datang ke rumah ibu Rina untuk makan siang bersama dengan sang suami yang sedang beristirahat.


Namun saat ini Santos lah yang selalu datang ke kantor sang istri untuk makan siang bersama. Karena Santos tidak ingin lagi membuat sang istri kelelahan karena mondar-mandir perusahaan miliknya ke rumah sang ibu, hanya demi bisa makan siang bersama.


Terlebih lagi Santos saat ini lebih protektif pada sang istri, dan melarang sang istri melakukan pekerjaan yang membuat Camel kelelahan.


Setelah memarkirkan mobil miliknya di tempat parkir perusahaan sang istri. Dan kali ini yang Santos bawa adalah mobil yang dia beli dengan hasil jernih payahnya.


Saat usaha miliknya saat ini benar-benar berkembang dengan pesat, berlipat lipat dari sebelumnya.

__ADS_1


Karena usaha milik Santos saat ini pemasarannya bukan hanya di dalam negeri melainkan sudah menyentuh pasar internasional.


Dan itu semua tidak lepas dari campur tangan mami Asha yang mengenalkan usaha sang menantu hingga ke manca negara, saat mami Asha sekarang sangat mendukung usaha yang di tekuni oleh Santos sang menantu.


Santos yang sudah berada di depan ruang kerja sang istri, langsung membuka pintu tersebut dan langsung masuk ke dalam ruang kerja sang istri.


Senyum terukir dari kedua sudut bibir Santos saat melihat sang istri sedang duduk di kursi kerjanya, sambil menatap layar laptop yang ada di hadapannya dengan serius, hingga Camel tidak menyadari kedatangan sang suami.


Santos menaruh bekal makan siang yang baru di bawanya di atas meja tamu yang berada di dalam ruang kerja sang istri.


Setelahnya Santos melangkahkan kakinya mendekati sang istri, lalu memeluknya dari belakang saat sudah mendekatinya.


"Selamat siang sayang,"


"Ya ampun, kamu mengagetkan aku sayang," sambung Camel yang sekarang baru menyadari kedatangan sang suami.


Namun tangan kanannya, langsung mengambil alih laptop sang istri, dan mematikannya setelah menyimpan file file yang sedang Camel kerjakan.


"Sekarang kita makan siang dulu. Dan hari ini, spesial aku yang memasak untuk mu sayang," Santos melepas pelukannya, kemudian mencium pipi sang istri sebelum membantunya beranjak dari dari duduknya.


"Aku tidak percaya kamu yang memasak sayang," sambung Camel yang sudah beranjak dari duduknya, dan berjalan menuju sofa, dengan pinggang yang di peluk oleh sang suami.


"percayalah sayang masakan ini. Khusus untuk istriku tercinta. Dan aku memasak semua makanan kesukaan kamu sayang,"


"Oke, aku sudah sangat lapar,"


Setelah Santos dan juga Camel menghabiskan makan siang tanpa ada yang tersisa, Camel sekarang mengelus perutnya, tentu saja membuat Santos langsung mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Sayang kenapa?"


"Aku masih lapar," jawab Camel, karena beberapa hari ini dirinya memiliki napsu makin yang cukup tinggi.


Tentu saja Santos langsung mengukir senyum mendengar apa yang baru saja sang istri katakan. "Bagus, aku akan membelikan makanan untukmu sayang, kamu ingin makan apa?"


"Kamu tahu kedai bakso yang berada tidak jauh dari kantor ini?"


"Iya. Yang rame itu kan?"


Dan Camel pun langsung mengangguk. "Aku mau makan bakso itu,"


"Oke aku akan membelikan bakso itu, tapi sebelum itu, makan bakso ini dulu ya," sambung Santos yang langsung meraih salah satu tangan Camel saat keduanya duduk bersebelahan. Lalu mengarahkan tangan sang istri ke benda pusaka miliknya.


"Sayang jangan bercanda,"


"Tidak sayang, aku sangat menginginkannya,"


"Tidak mau, baru juga kemarin,"


"Sudah tiga hari sayang,"


"Tidak,"


"Oh no, sayang,"


Bersambung..........................

__ADS_1


__ADS_2