
Santos mengajak sang ibu untuk berbincang di sofa yang ada di ruang perawatannya, menjauh dari ranjang di mana Meri sang adik setelah menceritakan kegiatannya di sekolah dia langsung terlelap di atas ranjang sang kakak.
Memang Santos belum sembuh total, namun dirinya sudah bisa berjalan meskipun dengan perlahan.
Ibu Rina yang sudah duduk di atas sofa yang sama dengan sang putra menoleh ke arah Santos lalu meraih satu tangannya.
"Ibu tahu pasti kedatangan ibu mertua kamu, ingin menghina kamu dan juga memintamu meninggalkan Camel," ujar ibu Rina yang tahu persis siapa besannya. Karena sampai sekarang mami Asha masih tidak menyukai keluarganya.
"Ibu salah," sambung Santos tak lupa mengukir senyum. "Mami datang ingin menjenguk ku Bu," bohong Santos.
"Ibu tahu kamu sedang berbohong Tos,"
"Tos," Santos lalu mengangkat tangannya dan melakukan tos dengan sang ibu.
"Nak. Ibu sedang tidak bercanda,"
"Ibu kira aku juga bercanda. Tidak Bu, lebih baik kita bicara hal lain saja Bu,"
"Tapi–"
"Bu sudahlah, aku yakin mami akan berubah dengan berjalannya waktu. Dan akan menerima aku menjadi menantunya. Ibu yang selalu mengatakan padaku bukan. Jika manusia akan berubah dengan berjalannya waktu," ujar Santos memotong perkataan sang ibu, dan mengingat apa yang selalu ibu Rina katakan padanya. "Oh ya Bu, bagaimana usaha aku. Semua berjalan dengan lancar kan?" tanya Santos untuk mengalihkan pembicaraan.
"Semua berjalan dengan lancar Tos. Dan itu semua berkat istri kamu, yang selalu mengontrol usaha kamu sebelum dia berangkat kerja,"
__ADS_1
"Syukurlah," sambung Santos.
"Apa kamu tidak ingin memberi kabar baik untuk ibu?"
"Tentu. Ada dong Bu," jawab Santos sambil mengukir senyum.
"Baiklah. Ibu akan mendengarkannya dengan senang hati,"
"Karena besok aku sudah boleh pulang oleh dokter Jimi, dan dia akan selalu datang ke rumah untuk mengontrol keadaanku Bu,"
"Ish kok itu sih Tos,"
"Ibu bilang kabar baik, itu juga kabar baik iya kan?"
"Maksud ibu tuh, kabar baik jika istri kamu sudah hamil," ujar ibu Rina yang memang sudah sangat menginginkan kehadiran anggota baru.
"Terus kapan?" tanya ibu Rina.
Dan Santos hanya menjawabnya dengan mengangkat ke dua bahunya, karena selama menikah dengan Camel, Santos belum pernah berbincang tentang buah hati dengan sang istri.
"Baiklah ibu tunggu kabar baiknya," ujar ibu Rina terakhir dengan menepuk bahu sang putra.
*
__ADS_1
*
*
"Baiklah. Kamu atur penerbangan dua hari lagi Frans,"
"Tapi ini sangat berbahaya jika Nyonya hanya pergi sendiri," ujar Frans yang sedang berdiri tepat di depan meja kerja Camel.
"Siapa bilang aku hanya pergi sendiri. Pesanan tiket untuk dua orang,"
"Tapi Nyonya akan pergi dengan siapa?"
"Ada. Nanti aku akan mengirim indentitasnya padamu, setelah pekerjaan aku selesai,"
"Baik Nyonya. Aku permisi dulu,"
"Nanti dulu. Sekarang kamu pergi ke rumah sakit dan pastikan mami tidak datang menemui suamiku,"
"Tapi mami Nyonya belum lama baru menemui Tuan Santos," lapor Frans yang mendapat laporan dari anak buahnya yang menjaga Santos di rumah sakit.
"Ya ampun!" Camel pun segera beranjak dari duduknya dan meraih tas miliknya berniat untuk menemui sang suami.
Dan Camel yang sudah melangkahkan kakinya ingin menuju pintu ruang kerjanya, langsung menghentikan langkah kakinya saat pintu ruang kerjanya di buka dari luar oleh seseorang.
__ADS_1
Bersambung............................
Terserah kalian mau tebak siapa yang baru saja datang, aku mau tidur nyenyak dulu bay bay🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭