My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Meralat


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul sepuluh malam saat Camel tiba di rumahnya, setelah sebelumnya Camel pergi ke rumah ibu rina untuk memastikan sang mertua sudah kembali dari kontrakannya atau belum..


Awalnya Camel ingin segera pulang untuk mengetahui keadaan sang putri, setelah berdebat dengannya, namun Camel urungkan saat Santos sang suami ingin makan malam terlebih dahulu dengan sang ibu dan juga Meri adiknya.


Camel menggenggam tangan Santos setelah ke duanya turun dari mobil.


Saat Santos untuk malam ini, mau di ajak pulang oleh sang istri ke rumahnya.


Meskipun awalnya Santos tidak enak, jika harus pulang dan tinggal bersama sang istri di rumahnya.


Namun Camel meyakinkan Santos sang suami, jika rumah mewah yang selama ini di tempati nya adalah murni rumah miliknya, dan Camel meyakinkan Santos hanya dirinya dan juga Hazel sang putri yang tinggal di rumah tersebut.


"Kamu sudah siap sayang, bertemu dengan putri ku?" tanya Camel saat ke duanya sudah berada tepat di depan pintu masuk.


Santos langsung menganggukkan kepalanya untuk menanggapi pernyataan sang istri.


Camel yang tadi menggenggam tangan sang suami kini beralih memeluk lengannya.


"Sekarang ini juga menjadi rumahmu sayang, dan sekarang kita masuk," ajak Camel yang langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, setelah pintu rumah mewahnya baru saja di buka oleh asisten rumah tangganya.

__ADS_1


Santos yang tadi ingin mengatakan sesuatu, langsung mengurungkan ucapannya dan mengikuti Camel yang sudah melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah mewah tersebut.


Camel menghentikan langkahnya tidak jauh dari pintu saat dirinya melihat sang putri sedang duduk di ruang tamu bersama dengan Jack.


"Selamat malam Hazel sayang," sapa Camel.


Tentu saja pemilik nama yang tadi sedang berbincang dengan sang Papi langsung menoleh ke arah Camel.


"Mami," Hazel segera beranjak dari duduknya lalu menghampiri sang Mami.


Dan Hazel langsung memeluk sang mami saat susah mendekatinya.


Setelah memeluk dan mencium ke dua pipi Camel, Hazel langsung menoleh ke arah Santos.


"Kakak Santos, up salah, maksud aku papi Santos, selamat datang," sapa Camel sambil mengukir senyum, lalu memeluk Santos.


Dan kali ini Camel benar benar di buat bingung dengan sikap sang putri yang tiba tiba berubah, padahal tadi Camel tahu persis jika sang putri tidak merestui hubungan barunya dengan Santos.


Hazel segera melepas pelukannya, meskipun dengan enggan, karena yang baru saja di peluknya adalah laki-laki yang sangat di cintainya, dan ini untuk pertama kalinya Hazel memeluk Santos.

__ADS_1


Namun Hazel harus menjaga sikapnya agar rencana untuk mendapatkan laki-laki yang dicintainya berhasil.


Setelah melepas pelukannya Hazel langsung meraih tangan sang mami dan juga Santos, kemudian Hazel menyatukan tangan ke duanya.


"Selamat untuk pernikahan Mami dan juga Papi Santos, aku akan selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian," ujar Hazel di akhiri dengan tersenyum manis.


Tentu saja membuat Camel langsung memeluk putrinya tersebut.


"Sayang, terima kasih, ucapanmu adalah doa yang sangat berarti untuk Mami, terima kasih sekali lagi sayang," ucap Camel tidak tahu apa yang harus dikatakannya lagi, karena sang putri akhirnya menerima pernikahan barunya.


"Jangan senang dulu Mamiku tercinta, aku meralat lagi ucapan yang tadi terlontar dari mulut manis ku ini. Karena sekarang aku berdoa untuk kehancuran pernikahan Mami dengan kakak Santos tercinta, karena kakak Santos hanya milikku," batin Hazel sambil balas memeluk sang Mami.


Bersambung................


Gaes ada rekomendasi novel keren untuk kalian yuk ceki ceki karya dari author Rima Junia Ermolina judul Kepedihan Jiwa.


Intip Yuk sinopsis dan cover di bawah ini, siapa tahu kalian suka happy Reading


__ADS_1


__ADS_2