
Meri yang masih menggunakan seragam merah putih dan juga menggendong tas di punggungnya kini berjalan mendekati ke arah sang kakak yang masih di peluk oleh Mami Asha.
Tentu saja semua yang berada di ruang tamu sekarang menatap ke arah Meri.
"Lepaskan kakakku," ujar Meri sambil menarik tangan mami Asha yang masih memeluk sang kakak.
Tentu saja mami Asha segera melepas pelukannya.
"Aku tahu ucapan yang keluar dari Oma itu hoax. Maaf. Maaf pret. Oh maaf, kan anda tidak ingin di panggil Oma bukan, karena kamu bukan Oma aku. Baiklah akan aku panggil kamu nenek lampir,"
"Meri, kalau bicara itu yang sopan," ucap Santos sambil menarik tangan sang adik.
"Kakakku sayang, apa pernah aku tidak sopan pada orang yang lebih tua dari aku? Tidak kan,"
"Yang kamu katakan pada mami ini tidak sopan Meri,"
"Karena nenek lampir ini yang sudah mengajari aku tidak sopan padaku Kak," ujar Meri sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah mami Asha.
__ADS_1
Tentu saja Santos langsung menarik tangan sang adik yang masih menunjuk ke arah ibu mertuanya, lalu Santos kini membawa Meri ke dalam dekapannya.
"Ish Kakak, ngapain coba peluk peluk. Aku gerah tahu, harusnya kakak mengambilkan air minum untukku, aku kan haus. Jangan cuma kakak Camel saja yang Kakak ambilkan minum," ujar Meri.
Mengingat lagi ketika dirinya pulang dari sekolah yang bertepatan dengan jam makan siang.
Camel sering sekali makan siang di rumahnya. Dan Santos selalu melayani Camel dari mengambilkan makanan dan juga minuman, dan itu membuat Meri merasa iri.
"Ibu yang akan mengambilkan minum untukmu Mer," sambung ibu Rina yang kini sudah mendekatinya.
Kemudian ibu Rina menarik tangan Meri sang putri, ketika Santos sudah melepas pelukannya.
Meri tidak jadi meneruskan ucapannya saat ibu Rina membekap mulut putrinya tersebut dan ibu Rina langsung menarik tangan sang putri menjauh dari ruang tamu, karena ibu Rina yakin jika sang putri tidak di jauhkan dari ruang tamu. Maka sang putri pasti akan merusak suasana.
Camel menjulurkan lidahnya untuk meledek Meri, saat Meri berjalan melewati dirinya, kerena sekarang keduanya bagai kucing dan anjing. Apa lagi saat ingin mendapat perhatian dari Santos. Meskipun akhirnya Camel lah yang jadi pemenangnya, karena Meri selalu di iming imingi uang oleh Camel untuk menjauhkannya dari sang suami.
Setelah ibu Rina membawa Meri masuk ke dalam kamar, Camel yang sedari tadi berdiri kini duduk di samping sang papi. Karena dirinya ingin mendengar penjelasan dari sang papi dengan berubahnya sikap sang mami pada suaminya.
__ADS_1
Sementara itu Santos mengukir senyum ke arah mami Asha yang sedang memalingkan wajahnya.
Karena mami Asha begitu malu pada Santos sang menantu yang selalu dihinanya dan juga selalu di katai parasit. Saat mami Asha baru sadar jika tuduhannya pada menantunya tersebut nol besar.
Kemudian Santos kini meraih tangan mami Asha, membuatnya yang tadi memalingkan wajahnya kini kembali menatap wajah Santos.
"Maafkan sikap Meri adikku Mi,"
"Dia tidak salah Tos. Yang salah di sini memang mami. Karena sikap mami pada kalian semua, dan mami–"
Dan mami Asha tidak jadi meneruskan ucapannya saat jari telunjuk Santos diletakkan tepat di bibirnya.
"Jangan katakan apa pun lagi Mi. Lupakan yang sudah sudah," sambung Santos tak lupa terus mengukir senyum ke arah sang Mami mertua. "Aku selalu memaafkan mami tanpa mami harus minta maaf padaku. Harusnya aku yang meminta maaf pada mami, karena aku belum bisa menjadi menantu idaman Mami. Sekali lagi aku minta maaf Mi,"
"Tos," ucap mami Asha dan kembali memeluknya. Saat rasa bersalah mami Asha semakin dalam mendengar apa yang baru saja Santos katakan. Kala mami Asha dulu terus menyepelekan Santos. "Sekali lagi mami minta maaf padamu Tos,"
"Tentu Mi," balas Santos, dan Santos pun balik memeluk tubuh Mami mertuanya tersebut. Karena bagi Santos selain Camel dan juga sang ibu, mami Asha juga salah satu wanita yang juga dirinya hormati terlepas dari apa yang sudah mami Asha lakukan.
__ADS_1
Bersambung......................
Sekali kali tidak mau bikin gantungan. Sakit hati ini bang di gantung terus ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜