My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Berbohong


__ADS_3

Mendengar ucapan sang mertua, Camel dengan segera melepaskan pelukannya, lalu menghentikan tangisnya.


Kemudian berlari menuju Jimi yang baru saja keluar dari dalam ruang operasi.


"Jim. Bagaimana keadaan suamiku, dia baik baik saja kan?" tanya Camel pada Jimi sang sahabat yang tadi berada di dalam ruang operasi Santos.


Meskipun bukan Jimi yang menangani Santos. Tapi Jimi ingin mendampinginya, dan memastikan sahabat barunya tersebut baik baik saja.


Hembusan nafas kasar keluar dari bibir Jimi, entah apa yang harus dirinya katakan pada Camel, tentang kondisi sang suami terkini.


"Jim. Kenapa kamu hanya diam. Apa kamu tidak mendengar apa yang baru saja aku tanyakan pada dirimu!" seru Camel, yang ingin mengetahui keadaan sang suami.


Kemudian Jimi kini mengukir senyum ke arah Camel.


"Mel. Lebih baik kamu pulang dan ganti pakaian. Lihatlah kamu masih menggunakan jubah mandi,"


Jimi sebisa mungkin untuk mengalihkan pembicaraannya, saat dirinya tidak tahu harus berbicara apa pada Camel dengan kondisi Santos yang tidak baik baik saja.


Bagaimana Santos baik baik saja, jika tiga tusukan di perutnya. Salah satunya hingga mengenai dan merobek usus besarnya.


Air mata yang tadi sempat menghilang kini kembali lagi membasahi pipi, saat Camel meyakini jika sang suami tidak baik baik saja, dari cara Jimi berbicara padanya.


"Mel, hentikan tangis mu. Santos baik baik saja,"


"Jim. Kamu sedang berbohong padaku. Katakan saja apa yang terjadi pada suamiku," ucap Camel di sela sela tangisnya.

__ADS_1


"Mel,"


"Jim. Katakan saja!"


Mendengar apa yang baru saja Camel katakan, Jimi langsung membawa sang sahabat ke dalam dekapannya.


"Dokter sedang berusaha menangani Santos, dan mereka akan bekerja semaksimal mungkin untuk suami kamu,"


"Katakan apa yang terjadi Jim,"


"Santos kondisinya kritis, Mel,"


"A–" belum juga Camel meneruskan ucapan nya, dirinya tiba tiba tidak sadarkan diri di dalamnya pelukan Jimi.


Kemudian Jimi mengangkat tubuh Camel dan membawanya untuk memberi pertolongan, di ikuti oleh ibu Rina, yang begitu bersedih mengetahui kondisi sang putra, dan kondisi sang menantu. Hingga air mata yang sedari tadi di tahannya. Kini meluncur bebas membasahi ke dua pipinya.


*


*


*


Siska benar benar tidak bisa memejamkan matanya, meskipun jam di dalam kamarnya sudah menunjukkan pukul satu dini hari.


"Apa yang sekarang harus aku lakukan. Apa aku juga harus pergi ke luar negeri," ucap Siska yang kini turun dari tempat tidur.

__ADS_1


Karena Siska benar benar tidak tenang dengan kejadian ini. "Baiklah, aku akan pergi ke luar negeri," akhirnya itu keputusan Siska, agar dirinya bisa selamat dari kejadian ini, yang bisa kapan saja menyeret namanya.


Apa lagi, Vano benar benar tidak mempedulikan ancaman Siska, dan kesal kepadanya saat tahu Siska akan menghancurkan rumah tangga Santos.


Siska yang ingin melangkahkan kakinya ke ruang ganti dirinya urungkan, saat pintu kamarnya di buka oleh seseorang.


Dan Siska langsung membalik tubuhnya untuk menghadap ke arah pintu kamarnya.


"Vano," ucap Siska yang sekarang berjalan mendekat ke arahnya, saat Vano bisa kapan saja masuk ke dalam unit apartemen Siska.


"Apa kamu sudah siap menanggung, apa yang sudah kamu lakukan pada Santos?" tanya Vano yang sudah mendekati Siska.


"Apa maksud kamu Van?" tanya Siska balik pura pura tidak tahu.


"Jangan pura pura tidak tahu Sis. Kamu sudah melukai temanku, dan aku tidak akan tinggal diam. Sekarang ikut denganku. Kamu harus bertangungjawab dengan apa yang sudah kamu lakukan ini Sis!" seru Vano sambil menarik tangan Siska.


Namun Siska langsung melepas tangannya. "Van, aku bersumpah untuk hal ini aku tidak tahu menahu,"


"Aku tidak ingin kamu bodohi Sis, aku tahu ini rencana kamu dan juga pria itu untuk menghancurkan keluarga Santos. Tapi tindakan kamu ini sudah melanggar hukum, sekarang cepat ikut aku,"


Baru saja Vano ingin meraih tangan Siska, namun terlebih dahulu Siska bersimpuh di hadapan Vano, lalu memeluk kakinya.


"Van, aku mohon jangan, untuk hal ini aku sama sekali tidak terlibat. Dan jangan kamu laporkan aku ke pihak berwajib," pinta Siska yang masih memeluk kaki Vano. "Aku akan melakukan apa pun untukmu, termasuk melayani kamu di atas ranjang untuk seumur hidup, tapi aku mohon. Jangan bawa aku ke pihak berwajib, dan simpan rahasia jika aku ingin menghancurkan rumah tangga Santos,"


Bersambung.............................

__ADS_1


__ADS_2