
"Iya Mam. Daddy, dan aku yang menyuruh daddy untuk datang ke rumah ini, untuk ikut merayakan hari ulang tahun aku besok,"
"Kenapa kamu tidak memberi tahu mami?" tanya Camel.
"Maafkan aku Mam. Jika aku memberi tahu Mami, tentu saja Mami tidak akan pernah mengijinkan daddy datang ke rumah ini. Sekali lagi maafkan aku," ujar Hazel yang sekarang memeluk tubuh Camel.
Camel pun hanya menghembuskan nafasnya kasar. Dan mau tidak mau mengijinkan pria yang dulu pernah mengisi separuh hidupnya demi sang putri.
Meskipun Camel masih begitu kesal dengan pria yang dulu pernah mengisi seluruh hatinya.
"Apa aku boleh meminta sesuatu pada Mami. Untuk hadiah ulang tahunku besok?" tanya Hazel setelah melepas pelukannya.
"Tergantung. Jika itu baik untuk kamu Mami akan mengabulkannya. Tapi jika tidak, tentu saja Mami tidak akan pernah mengabulkannya,"
"Tentu saja ini baik untuk aku Mam,"
"Katakan saja apa permintaan kamu," perintah Camel pada sang putri sambil berjalan menuju ruang keluarga.
"Aku ingin Mami dan juga daddy kembali bersama seperti dulu,"
Tentu saja ucapan Hazel tersebut menghentikan langkah Camel, yang langsung membalik tubuhnya untuk menghadap sang putri.
"Apa Mami tidak salah dengar?" tanya Camel.
__ADS_1
"Tidak Mam. Aku hanya ingin tinggal bersama dengan daddy dan juga Mami seperti dulu lagi,"
"Maaf untuk yang satu ini Mami tidak ingin mengabulkan permintaan kamu. Kamu boleh meminta mobil baru, liburan ke luar negeri atau apa pun Hazel. Tapi jangan pernah meminta Mami kembali pada daddy kamu itu!"
"Kenapa Mami egois sekali. Aku hanya ingin memiliki keluarga yang utuh seperti teman teman aku yang lain. Bisa bersama dengan Mami dan juga daddy dalam satu rumah. Tidak seperti aku ini," ujar Hazel sambil menundukkan kepalanya.
Hembusan nafas kasar keluar dari bibir Camel, mendengar apa yang baru saja sang putri katakan.
Mungkin menurut sang putri, Camel adalah ibu yang egois karena berpisah dengan sang suami tanpa alasan apa pun.
Namun bukan tanpa alasan Camel berpisah, hanya saja perceraiannya lima tahun yang lalu dengan suaminya. Camel simpan rapat, dan tidak ingin satu pun orang tahu permasalahan yang sebenarnya.
Sekarang Camel mendekati sang putri, lalu memeluknya dengan erat.
"Sebentar lagi kamu akan memiliki kelurga yang utuh,"
"Maksud Mami? Mami akan–"
"Mami akan menikah dengan pria yang sangat baik dan Mami yakin dia akan menjadi daddy yang baik juga untuk kamu," jelas Camel sambil mengukir senyum.
"Apa aku tidak salah dengar?" tanya Hazel yang masih tidak percaya dengan apa yang baru saja sang Mami katakan.
"Tidak. Dan Mami akan memperkenalkan kamu pada calon daddy mu besok. Dan Mami harap, kamu tidak menolak dengan keputusan Mami ini,"
__ADS_1
"Apa Mami yakin dengan keputusan Mami ini?"
"Tentu saja Mami sangat yakin. Karena Mami tahu pria yang akan menjadi calon daddy kamu adalah pria yang sangat baik,"
"Baiklah jika itu sudah keputusan Mami," ujar Hazel meskipun mengatakannya dengan berat hati. Karena Hazel masih berharap ke dua orang tuanya bisa bersama lagi.
"Terima kasih Hazel sayang," Camel pun memeluk sang putri kembali.
Camel yang yang baru saja keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan jubah mandi terus mengukir senyum.
Karena dirinya terus membayangkan wajah Santos.
Dan senyumnya tidak memudar mengingat kembali jika seminggu lagi dirinya akan menikah, meski dengan cara sederhana.
Meskipun Camel meminta Santos mengadakan acara yang meriah untuk pernikahannya, tanpa Santos perlu memikirkan biayanya, karena Camel bisa membiayai semuanya meskipun acara pernikahannya di adakan tujuh hari tujuh malam.
Namun Santos menolak, karena Santos ingin menikahi Camel dengan uangnya sendiri meskipun hanya di kantor urusan agama.
Dan akhirnya Camel pun tidak mempermasalahkannya dan mengikuti permintaan Santos. Saat Camel menyakini Santos adalah pria yang bertanggung jawab, meskipun umurnya masih sangatlah muda.
Senyum yang sadari tadi menghiasi bibir Camel, kini telah memudar saat tiba tiba ada yang memeluknya dari belakang.
"Kamu masih sama seperti dulu, tubuhmu, aroma wangi rambut dan juga aroma tubuhmu ini, sungguh membuat aku ingin kembali padamu Camel,"
__ADS_1
"Jack!"
Bersambung........................