My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Bucin


__ADS_3

"Katakan saja, aku akan mendengarkan. Tapi jangan kamu menyuruh aku untuk mengerjakan tugas milikmu. Sekarang ini aku benar benar tidak memiliki waktu," ucap Santos yang menebak jika Vano akan menyuruhnya untuk mengerjakan tugas sang teman.


"Bukan itu,"


"Tumben,"


"Sekarang aku akan bersungguh sungguh dengan kuliah aku ini,"


"Bagus jika begitu," sambung Santos sambil menepuk bahu Vano yang sedang sibuk mengendarai mobil.


"Tos,"


"Apa lagi?" tanya Santos, lalu menoleh ke arah Vano.


"Apa aku boleh mendekati Hazel?"


"Apa kamu sudah pantas untuk mendekati putriku?" tanya Santos balik tanpa menjawab pertanyaan Vano.


"Aku akan berubah, kamu tenang saja," ujar Vano. Karena Santos sangat tahu bagaimana dirinya.


"Silakan kamu mendekati putriku, asal kamu sudah mengubah gaya hidupmu, jangan kamu mendekati putriku dengan gaya hidup bebas yang selama ini kamu lakukan. Aku tidak ingin putriku terjerumus dalam hal negatif,"


"Siap empat lima Papi Santos, demi putrimu itu. Aku akan berubah menjadi pria baik,"


"Bagus. Tapi ingat, aku tidak bisa memaksa Hazel untuk dekat denganmu. Kamu berusaha sendiri untuk mendekatinya,"


"Baik Papi Santos," sambung Vano yang begitu bahagia, saat sudah mendapat lampu hijau dari Santos untuk mendekati putri sambungnya.


Kemudian Vano menepuk bahu Santos. "Pantas saja CEO perusahaan Carter tergila gila padamu, jika kang cilok nya seperti kamu Tos,"

__ADS_1


"Jangan berlebihan, ini sudah takdir Tuhan aku berjodoh dengan istriku, meskipun usia kita berbeda jauh, tapi bagiku, aku dan juga istriku tidak ada perbedaan sama sekali,"


"Iya aku tahu. Kalau sedang bucin mau seperti apa juga oke," sambung Vano. "Tapi Tos, sepertinya ada yang tidak menyukai rumah tanggamu,"


"Di dunia ini pasti ada saja orang yang tidak menyukai kita Van. Tapi aku tidak peduli,"


"Bagaimana jika dia ingin merusak rumah tanggamu?"


"Itu tidak akan pernah aku biarkan, karena aku akan selalu melindungi keluarga, dan aku rela bertaruh nyawa untuk menyelamatkan keluargaku,"


"Apa kamu yakin?" tanya Vano.


Tentu saja membuat Santos yang sudah menatap jalanan di depannya, kini menoleh ke arah Vano. "Apa maksud kamu?" tanya Santos, setelah mendengar apa yang baru saja Vano katakan.


"Aku akan mengatakan suatu hal padamu Tos."


*


*


*


Camel pulang ke rumah seorang diri, karena Santos sang suami pulang dari kampus pukul sembilan malam. Begitulah resiko jika mengambil kuliah di akhir pekan saja, namun Camel tidak mempermasalahkan.


Dan Camel ingin segera pulang, karena Santos untuk malam ini akan menginap di rumah.


Lalu Hazel sang putri sedang pergi ke pusat perbelanjaan bersama dengan sahabatnya, atas izin Camel yang tidak ingin mengengkang sang putri.


Setelah Camel menyuruh asisten rumah tangganya untuk menyiapkan makan malam, karena Santos yang sudah menghubungi nya ingin makan malam bersama.

__ADS_1


Kini Camel menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya, dan juga berdandan semaksimal mungkin untuk menyambut kedatangan Santos sang suami, yang tidak lama lagi akan segera tiba.


Camel yang masih menggunakan jubah mandi setelah membersihkan diri, dan ingin melangkah kan kakinya menuju ruang ganti yang ada di kamarnya, menghentikan langkah nya saat ada yang memeluknya dari belakang.


Kemudian Camel mengukir senyum, karena dirinya yakin yang memeluknya adalah Santos sang suami.


"Sayang, akhirnya kamu sudah pulang. Hari ini aku sangat merindukan kamu, dan ingin segera bertemu dengan kamu," ucap Camel.


"Oh iya,"


Camel langsung menautkan keningnya saat mendengar suara yang baru saja menanggapi ucapnya.


"Jack," ucap Camel, saat tahu pemilik suara tersebut adalah Jack, yang sedang memeluknya dari belakang.


Lalu Camel coba untuk melepas tangan Jack yang masih memeluknya dari belakang. Namun Jack malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Tadi kamu bilang sangat merindukan aku kan, sayang,"


"Jack!"


"Kenapa sayang, aku juga sangat merindukan kamu,"


"Jack!" teriak Camel lagi dan coba untuk melepas pelukan Jack.


"Sa–" Jack tidak jadi menerus ucapannya, saat pintu kamar Camel di buka dari depan.


Membuat Jack dan juga Camel langsung menoleh ke arah pintu.


"Sayang," ucap Camel saat melihat Santos lah yang baru saja membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


Bersambung...........................


__ADS_2