My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Pret


__ADS_3

Awalnya Hazel benar benar tidak setuju dan sangat kecewa pada papi Arthur saat dia mengirim sang papi ke penjara, namun akhirnya Hazel bisa mengerti mengapa sang grandpa mengirim sang papi, setelah papi Arthur menjelaskan sedetail mungkin siapa papi


kandung sang cucu.


“Itu alasannya kenapa grandpa mengirim kamu ke penjara, bukan hanya karena dia sudah melukai papi baru kamu, tapi grandpa ingin papi kamu berubah dan tidak serakah seperti saat ini. Kamu paham sayang?” tanya papi Arthur pada sang cucu yang sedari


tadi sudah duduk di pinggiran tempat tidur, setelah papi Arthur menjelaskan


semuanya pada sang cucu, agar Hazel tidak salah paham dan membenci dirinya karena sudah menjebloskan Jack papi kandung sang cucu ke dalam penjara.


“Semoga kamu paham dengan ini semua sayang,” sambung mami  Asha yang berdiri di samping Hazel sambil


mengelus kepalanya dengan sangat lembut.


Hazel tidak menanggapi apa yang baru saja mami Asha dan juga papi Arthur katakana, karena apa yang di katakana oleh keduanya memanglah sangat benar. Kemudian Hazel menoleh ke arah papai Arthur yang sedari tadi duduk di pinggiran tempat tidur tepat di sampingnya.


“Apa aku boleh mengunjungi Papi?” tanya Hazel yang entah mengapa ingin mengunjungi Jack sang papi di negeranya.


“Boleh,’ jawab papi Arthur. Bagaimana pun Jack adalah papi kandung sang cucu, dan dirinya tidak ingin melarang sang cucu menemui papi kandungnya. Terlebih lagi Hazel sekarang sedang libur sekolah. “Grandpa, tidak bisa menemani kamu sayang, namun

__ADS_1


grandpa akan menyuruh Frans untuk ikut dengan kamu,” ujar papi Arthur. Agar sang cucu tidak pergi sendirian menemui Jack, meskipun Hazel sudah sering pergi sendiri untuk menemui sang papi.


“Tidak perlu grandpa, aku akan pergi bersama dengan keponakan om Jimi dan juga om Jimi sendiri,” tolak Hazel, saat dirinya baru mengingat jika Jimi sahabat sang mami akan pergi mengantar keponakannya pulang ke negara di mana sang papi berada.


“Baiklah jika begitu, tapi jangan lupa kamu beri tahu mami dan juga papi kamu. Jika kamu ingin menemui  papi Jack,” saran papi Arthur yang tidak keberatan jika sang cucu pergi bersama dengan Jimi yang sudah sangat papi Arthur kenal.


“Tentu aku akan memberi tahu mereka,” sambung Hazel tak lupa mengukir senyum dari kedua sudut bibirnya, lalu keluar daru dalam kamar di mana mami Asha dan juga papi Arthur berada setelah berpamitan.


*


*


*


Tentu saja membuat Camel begitu kesal dengan sang suami yang melarangnya untuk keluar dari kamar, dan semua di lakukan di dalam kamar. Dari sarapan, makan siang dan makan malam pun di lalukan di dalam kamar tersebut.


“Jangan cemberut begitu sayang, asal kamu tahu jika kamu melipat wajah cemberut begitu tingkat kecantikkan kamu naik tiga tingkat,” rayu Santos saat dirinya baru saja keluar dari dalam kamar mandi, dan melihat sang istri yang sedang duduk di atas ranjang  sambil menyandarkan punggungnya di sandaran ranjang tersebut.


“Pret,” sahut Camel dan terus memasang wajah cemberut.

__ADS_1


Tentu saja membuat Santos langsung berjalan mendekat ke arah sang istri, lalu menidurkan kepalanya di ke dua paha sang istri saat sudah mendekatinya.


“Singkirkan kepala kamu,” kesal Camel sambil menyingkirkan kepala sang suami.


“Ada apa sih sayang, kenapa kamu jadi seperti ini?” tanya Santos yang sekarang mengangkat kepalanya lalu duduk menghadap ke arah sang istri.


“Kamu masih bertanya kenapa?” tanya Camel balik dengan kesal. “Kamu tiga hari mengurung aku di dalam kamar ini, kamu masih bertanya kenapa?”


Mendengar apa yang baru saja sang istri katakan, Santos langsung mengukir senyum.


“Jangan tersenyum!” seru Camel.


“Iya maaf sayang. Tapi ada satu pertanyaan yang ingin aku tanyakan padamu sayang. Kita ke sini untuk apa,” tanya Santos pada sang istri. Tentu saja memuat Camel yang sedari tadi tidak ingin menatap ke arah sang suami, kini langsung menoleh ke arah Santos setelah mendengar pertanyaannya.


“Tentu saja bulan madu,”


“Itu tahu, dan itu artinya kita harus memanfaatkan sisa waktu di sini untuk ho ah ho eh, agar bibit cebong yang aku tanam segera membuahkan hasil,” sambung Santos sambil mengedipkan sebelah matanya untuk merayu sang istri. “Lebih baik kamu sarapan yang banyak. Dan kita lanjutkan menanam,”


“Ya ampun,” ucap Camel yang langsung menutupi tubuhnya dengan selimut. Saat Camel benar benar tidak bisa menghentikan aksi sang suami yang begitu perkasa di atas ranjang.

__ADS_1


Bersambung.......................


__ADS_2