My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Ya, Dia Lagi


__ADS_3

"Apa kamu sedang mengancam ku Jack?" tanya Siska yang siang ini sedang mengunjungi partner ranjangnya yang berada di dalam penjara.


Tentu saja Jack yang mendengar apa yang baru saja Siska tanyakan langsung menautkan keningnya.


"Sis. Kenapa kamu bertanya seperti ini. Kamu tahu aku tidak bisa berbuat apa apa. Dan kamu yang bisa membalaskan dendam aku pada tua bangka itu," ujar Jack yang menyebut papi Arthur dengan sebutan tua bangka. "Dan kamu juga tahu, misi kita belum berhasil untuk memisahkan Camel dan juga Santos," ujar Jack lagi sambil meraih tangan Siska saat keduanya sedang berbincang di ruang kunjung tahanan.


"Lepaskan Jack!" seru Siska. Lalu menyingkirkan tangan Jack yang sudah meraih tangannya.


"Sis, ada apa. Kenapa kamu berubah?" tanya Jack penasaran. Saat tiba tiba sikap Siska berubah setelah dirinya masuk ke dalama penjara.


"Berubah? Tentu," jawab Siska. Kemudian dia beranjak dari duduknya sambil tersenyum sinis dari sebelah sudut bibirnya.


Membuat Jack langsung menautkan keningnya, dan ikut beranjak dari duduknya.


"Sis, ada apa denganmu?" tanya Jack lagi, karena jawaban yang Siska lontarkan belum membuat dirinya puas.


"Kamu pikir sendiri Jack. Kamu pikir aku akan mengikuti apa yang kamu perintahkan padaku? Tidak Jack. Bagiku kamu bukan siapa siapa lagi. Dan aku bisa melakukan apa yang seharusnya aku lakukan dari dulu seorang diri. Jadi jangan pernah sekali kali memerintah diriku. Tujuanku saat ini menemui dirimu hanya ingin mengucapkan selamat tinggal padamu," ujar Siska panjang lebar, di akhiri dengan menyunggingkan senyum sinis dari sebelah sudut bibirnya.


Tentu saja mendengar apa yang baru saja Siska katakan membuat Jack geram dan langsung menarik tangan Siska dengan kencang, hingga Siska mendekat ke arahnya.

__ADS_1


"Oh, jadi setelah aku tidak berdaya seperti ini kamu ingin meninggalkan aku?!" tanya Jack penuh emosi.


Namun tidak mendapat tanggapan dari Siska yang sekarang bisa melepaskan tangannya yang masih di pegang oleh Jack, lalu Siska menjauh darinya.


"Itu kamu tahu," sahut Siska seakan meledek Jack.


"Dasar wanita jalangg!!!!" Teriak Jack dengan kencang. Membuat sipir penjara yang menjaga ruangan tersebut langsung menghampiri Jack, lalu membawanya kembali ke dalam penjara, saat Jack akan mendekat ke arah Siska dengan penuh emosi.


Setelah Jack di bawa sipir penjara kembali ke tahanan, Siska kembali mengukir senyum sinis. "Baiklah sekarang saatnya kembali, mengambil dan menjadikan apa yang seharusnya sudah lama aku miliki, apa pun caranya," batin Siska, yang masih ingin memiliki Santos.


*


*


*


"Sayang, maafkan aku ya?" entah sudah berapa ratus kaki Santos mengucapkan kata maaf pada sang istri yang sekarang sedang duduk di atas ranjang perawatannya. Saat Santos benar benar menyesali perbuatannya yang membuat sang istri terbaring tak berdaya di atas ranjang tersebut.


"Bosan aku mendengar kamu mengatakan kata maaf," sahut Camel.

__ADS_1


"Ish kamu melukai hatiku sayang," sambung Santos. Lalu naik ke atas ranjang dan duduk tepat di samping sang istri. "Aku janji tidak akan melakukannya lagi, kecuali kamu yang memintanya, oke," ujar Santos sambil mengukir senyum ke arah Camel yang ada di sampingnya.


"Sayang aku ingin–"


"Baiklah aku juga menginginkannya, sudah berapa hari milikku gatal," Sambung Santos memotong perkataan sang istri.


Membuat Camel langsung menggelengkan kepalanya mendengar apa yang baru saja sang suami katakan, yang menjerumus ke arah anu.


"Kamu cukup diam sayang. Aku yang akan bergerak,"


"Bergerak bergerak. Aku ingin ke kamar mandi!" seru Camel agar sang suami tidak salah paham.


"Ya ampun," sambung Santos sambil mengukir senyum, saat baru sadar apa yang sang istri inginkan. "Aku pikir kamu minta di tusuk, dan kita akan oleh raga malam,"


"Di tusuk dan oleh raga malam?" tangan Meri yang baru masuk ke dalam ruang perawatan Camel bersama dengan ibu Rina. Dan Meri mendengar apa yang baru saja Santos katakan.


"Ya, dia lagi. Mana aku tidak bawa uang," ujar Santos sambil menggelengkan kepalanya saat melihat sang adik.


Bersambung..........................

__ADS_1


__ADS_2