
Setelah membuka pintu rumah, Santos menautkan keningnya saat melihat seseorang yang sangat dirinya kenal sedang berdiri di depan pintu sambil tersenyum ke arahnya.
"Kamu?" tanya Santos pada pria yang masih berdiri di depan pintu.
"Iya ini aku papi Santos tersayang. Lama ya kita tidak bertemu, dan setelah bertemu kamu sudah menjadi orang kaya raya," sambung pria tersebut.
"Kamu mau cari siapa?" tanya Santos, tanpa menanggapi apa yang baru saja pria tersebut katakan.
"Tentu saja mencari putri cantikmu itu. Masa aku mau mencari tukang cilok tidak mungkin banget lah, jika aku harus mencari kamu, meskipun kamu sudah kaya raya, maaf ya. Aku tetap tidak level bertemu dengan kamu," ucap pria tersebut di akhiri dengan tersenyum sinis dari sebelah sudut bibirnya. "Apa lagi kaya karena jadi parasit cih, tidak level,"
Santos hanya melempar senyum mendengar apa yang baru saja pria tersebut katakan, dan Santos tidak ingin menanggapi apa pun yang di katakan oleh pria tersebut.
Pria yang dari dulu tidak menyukai Santos, dan pria yang sudah membuat dirinya mabuk berat beberapa bulan lain, yang tak lain dan tak bukan adalah Bara.
Dan Santos sangat bersyukur, karena kejadian itu, dirinya bisa menikah dengan Camel.
"Ada urusan apa kamu mencari putriku?" tanya Santos dan lagi lagi tidak ingin menanggapi apa yang baru saja Bara katakan.
"Apa aku harus memberi tahu kamu? Siapa kamu?" tanya Bara dengan nada mengejek.
"Aku papinya,"
Mendengar apa yang baru saja Santos katakan, membuat Bara langsung tertawa.
"Oh iya papi tersayang," sambung Bara tentu saja dengan nada yang mengejek, setelah dirinya menghentikan tawanya. "Asal kamu tahu ya Tos. Kamu itu tidak pantas berada di sini, kamu itu pantasnya di tempat asal kamu yang kumuh itu," ucap Bara yang sekarang tingkat tidak sukanya terhadap Santos semakin tinggi.
__ADS_1
Sejak tahu Santos menikah dengan mami Hazel gadis pujaannya, bukan hanya itu saja. Bara juga tidak menyukai keberhasilan Santos saat ini.
"Siapa bilang Papi tidak pantas menjadi papi aku?" tanya Hazel yang tiba-tiba sudah berada di belakang tubuh Santos.
Kemudian Hazel sekarang berjalan melewati Santos agar bisa berhadapan dengan Bara.
"Hazel, benar apa yang aku katakan bukan. Dia itu–"
"Diam Kak Bara!" seru Hazel memotong perkataan Bara.
"Oke. Oke. Aku akan diam," ucap Bara sambil mengukir senyum ke arah Hazel. "Pagi ini aku ingin mengantar kamu ke sekolah. Apa kamu sudah siap?"
"Maaf Kak Bara, aku sudah janjian dengan orang lain,"
Belum juga Bara meneruskan ucapannya, Hazel sudah terlebih dahulu menutup pintu rumahnya.
"Ahh sial. Tapi aku tidak akan pernah berhenti untuk bisa mendapatkan dan membawamu ke atas ranjang ku Hazel sayang. Dan aku yakin pasti bisa," ucap Bara pasti, karena selama ini apa pun yang di inginkan nya pasti bisa dirinya dapatkan.
"Zel. Itu namanya tidak sopan," ucap Santos saat Hazel baru saja menutup pintu rumah.
"Dia juga tidak sopan pada Papi," sambung Hazel yang kini melangkahkan kakinya menuju ruang makan di ikut oleh Santos dari belakang.
"Apa dia coba mendekati kamu. Jika iya, alangkah baiknya kamu menjauh dari dia,"
"Iya Pi,"
__ADS_1
"Bagus. Apa si Vano juga mendekati kamu juga?" tanya Santos, karena dirinya sudah memberi lampu hijau pada Vano untuk mendekati putri sambungnya tersebut.
"Kenapa Papi tahu?" tanya Hazel yang sekarang menoleh ke arah Santos, saat ke duanya sudah duduk di kursi makan.
"Dia pernah meminta izin pada Papi untuk mendekati kamu," jawab Santos. "Tapi papi tidak ingin ikut campur, papi terserah kepada kamu mau menjalin kasih dengan siapa, yang terpenting kamu nyaman. Tapi papi ingin kamu fokus pada pendidikan dulu. Karena pendidikan itu penting, apa lagi kamu anak perempuan yang akan menjadi guru untuk anak anak kamu kelak jika kamu sudah berumah tangga,"
"Sip Pi,"
"Bagus, sekarang kamu sarapan dulu. Nanti telat berangkat ke sekolah,"
"Terus papi mau ke mana. Kenapa tidak ikut sarapan?" tanya Hazel saat Santos yang tadi sudah duduk di kursi makan kini beranjak dari duduknya.
"Membangunkan istri Papi dong, masa Papi sarapan tanpa kekasih hati Papi,"
"Iya. Iya sana," sambung Hazel.
*
*
*
"Aku suka gayamu,"
Bersambung.........................
__ADS_1