My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Sudah Melakukan


__ADS_3

"Mami, Papi ayolah kita tidur. Aku sungguh mengantuk, besok aku sekolah dan harus masuk pagi, jadi jangan sampai aku kesiangan karena Mami dan juga Papi mengulur waktu tidurku," ujar Hazel yang sudah memposisikan tidurnya di tempat tidur sang Mami lalu menyelimuti tubuhnya dengan selimut.


Hembusan nafas kasar keluar dari bibir Camel, melihat tingkah laku sang putri, mana mungkin dirinya akan membiarkan sang putri yang sudah remaja tidur satu ranjang dengan dirinya dan juga Santos.


Mengingat lagi sang putri pernah memiliki perasaan pada sang suami, meskipun Camel percaya jika sang putri sudah bisa menerima pernikahan barunya.


"Ya ampun anak ini," ucap Camel yang ingin melangkahkan kakinya menuju tempat tidur.


Namun langkahnya terhenti saat Santos mencekal tangannya.


"Sayang, biarkan dia tidur di sini,"


"Tapi–"


"Aku akan tidur di kamar lain, mungkin Hazel hanya ingin tidur bersama dengan dirimu malam ini," sambung Santos memotong perkataan sang istri.


"Baiklah sayang. Kamu tidur di kamar tamu saja. Dan maafkan aku, malam pertama kamu menginap di rumahku, tapi aku tidak bisa menemanimu,"


"Tidak masalah sayang, dan kamu tetap di sini bersama dengan Hazel. Kamu tinggal tunjukkan di mana kamar tamu," ujar Santos membuat Camel pun langsung menunjukkan di mana kamar tamu.


"Maaf sekali lagi sayang,"


"Tidak masalah," Sahut Santos sambil tersenyum ke arah sang istri.


Lalu Santos yang hanya berjarak beberapa senti dari Camel, memberikan ciuman singkat di kening nya.


"Selamat malam sayang, aku ke kamar tamu dulu. Mimpi yang indah,"

__ADS_1


"Selamat malam juga sayang, mimpi indah juga untukmu," balas Camel di akhirnya dengan mencium singkat bibir Santos.


Tanpa menyadari jika Hazel yang melihat pemandangan tersebut begitu kesal.


"Aku pastikan, ini terakhir kalinya kalian bisa saling bermesraan," batin Hazel yang langsung berpura pura memejamkan matanya, saat Hazel mendengar dan melihat apa yang baru saja Camel dan juga Santos katakan.


Akhirnya Santos keluar dari kamar sang istri dan turun dari lantai dua rumah tersebut, menuju kamar tamu yang ada di lantai satu.


Langkah Santos terhenti beberapa meter dari kamar tamu yang ingin ditujunya, saat tiba tiba Jack menghentikan langkahnya.


"Boleh kita berbincang dan minum sebentar?" tanya Jack yang berada tepat di hadapan Santos. "Aku tidak bisa tidur,"


"Boleh," Dan Santos yang memang tidak enak dengan Jack karena tadi Camel langsung menariknya menuju kamar saat Jack mengajaknya berbincang, akhirnya mau mengikuti ajakan Jack, karena Santos pun belum mengantuk.


"Kita berbincang di luar saja, menghirup udara dingin malam, sepertinya akan menenangkan pikiran kita," ajak Jack.


"Boleh,"


"Terima kasih, berkat kamu yang sudah mengajari Hazel beberapa pelajaran, akhirnya dia bisa mengikuti pelajaran dengan baik," ucap Jack saat ke duanya sudah duduk di bangku.


Dan Santos pun hanya membalas ucapan Jack dengan senyuman. Lalu Santos menanggapi apa pun perkataan yang keluar dari mulut Jack.


Karena Jack tidak membicarakan apa pun kecuali hanya tentang keseharian seorang pria, tanpa menyinggung latar belakang Santos.


Tentu saja membuat Santos nyaman dengan pembicaraan tersebut.


Hingga Jack permisi ke dalam sebentar, sebelum dia kembali dengan membawa minuman.

__ADS_1


"Mari kita minum," Jack menyodorkan gelas berisi soda kehadapan Santos. "Aku tahu pasti kamu tidak suka minuman keras, jadi kamu minum soda saja,"


"Terima kasih,"


"Kita bersulang," ajak Jack yang langsung mengangkat botol minuman keras yang ada di tangannya.


Tentu saja Santos juga mengangkat gelas yang ada di hadapannya untuk bersulang.


Dan Santos pun langsung meminum seluruh isi yang ada di gelas tersebut, tanpa menyadari jika Jack sedang tersenyum sinis melihatnya.


Jack lalu mengajak Santos berbincang lagi, dan tidak berselang lama Santos memegangi keningnya sendiri.


"Ada apa?"


"Aku pu–" belum juga Santos selesai bicara, tiba tiba dirinya ambruk dengan kepala jatuh di atas meja.


"Bagus," batin Jack sambil tersenyum. "Hazel kemarilah, papi sudah melakukan apa yang harus papi lakukan," ucap Jack dan coba untuk mengangkat tubuh Santos.


"Biar aku saja,"


Bersambung..............


Gaes seperti biasa, aku bawa rekomendasi novel untuk kalian dari author nunukan pujiati judul MENDADAK NIKAH.


Aku jamin keren bingit, jangan lupa mampir, cover dan sinopsis di bawah ini ya gaes pokoknya happy Reading


__ADS_1


__ADS_2