My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Tenang


__ADS_3

"Arggggggg. Dasar bodoh, kenapa kamu melukai dia Jack!" kesal Siska pada pria yang sedang duduk di atas tempat tidur miliknya.


Yang tak lain dan tak bukan, pria tersebut adalah Jack, yang belum lama tiba di unit apartemen Siska.


Setelah dirinya melarikan diri setelah menusuk Santos beberapa kali.


Jack tersenyum ke arah Siska, tanpa menyesali apa yang baru saja dirinya lakukan pada Santos, yang kini sedang kritis di rumah sakit.


"Bisa bisanya kamu tersenyum setelah apa yang kamu lakukan ini, apa kamu lupa, aku sudah menyuruh kamu untuk tidak melukai dia," seru Siska tidak habis pikir dengan apa yang baru saja Jack lakukan. "Kamu tahu bukan. Selain kamu, aku juga bakal terseret dalam kasus ini,"


Tentu saja Siska kuatir akan terseret kasus penusukan yang di lakukan Jack tersebut, bagaimana pun dirinya dan juga Jack yang sudah merencanakan untuk memisahkan Camel dan juga Santos dengan membuatnya salah paham.


Mengingat lagi Vano sang teman sudah mengetahui jika dirinya berencana memisahkan Santos dan juga Camel.


Mendengar apa yang baru saja Siska katakan, Jack beranjak dari duduknya. Dan ingin meraih tangan Siska, namun langsung di tampik olehnya.


"Kamu tenang saja Baby,"


Siska yang sedari tadi tidak ingin melihat Jack, kini menoleh ke arahnya, dan menatapnya dengan tajam.


"Tenang kamu bilang Jack!"


"Tentu, kalaupun mereka melaporkan aku ke kantor polisi, mereka tidak akan menangkap ku," jelas Jack

__ADS_1


"Siapa kamu bisa mengatakan hal seperti itu. Wanita tua itu lebih kaya di banding dirimu Jack. Dan dia bisa melakukan apa pun hanya dengan menunjukkan jari telunjuknya,"


"Memang," sambung Jack sambil mengulas senyum.


Kemudian Jack merogoh kantong celananya, dan menunjukkan satu lembar tiket ke arah Siska.


Tentu saja Siska tidak tahu, apa maksud dari Jack tersebut.


"Kita akan selalu aman Baby, karena sebentar lagi aku akan kembali ke negera asalku, meskipun mereka sudah melapor polisi, aku masih bebas berada di sana,"


"Jangan bicara omong kosong, jika mereka–"


"Tenang saja, kekhawatiran kamu tidak akan pernah terjadi, di sana aku mengenal pejabat tinggi kepolisian, dan aku pastikan mereka tidak akan memproses hukum laporan dari negara ini. Jadi kamu tenang saja," jelas Jack memotong perkataan Siska.


"Benar kah?"


"Tentu,"


"Baiklah, jika begitu, aku pergi dulu," ujar Jack lalu mencium bibir Siska singkat.


Lalu Jack keluar dari kamar Siska, namun sebelum Jack benar benar keluar dari kamar, dirinya menoleh sekilas ke arah Siska Sambil mengukir senyum sinis dari sebelah sudut bibirnya.


*

__ADS_1


*


*


Camel terus menangis, tidak jauh dari ruang operasi di mana Santos sang suami sedang menjalani operasi. Dan sudah hampir satu jam di ruang operasi, belum ada tanda tanda operasi akan selesai.


Jubah mandi yang masih melekat di tubuh Camel penuh dengan noda darah dari tubuh Santos, saat tadi Camel terus memeluk sang suami yang sudah tidak sadarkan diri karena mendapat tusukan dari Jack, menuju rumah sakit.


"Nak, Santos akan baik baik saja," ibu Rina yang sadari tadi memang sudah berada di rumah sakit, terlihat begitu tegar di banding dengan Camel.


"Bu,"


Camel memeluk ibu Rina yang berada di sampingnya. "Maafkan aku, karena–"


"Huss, apa yang kamu katakan," sambung ibu Rina memotong perkataan Camel. "Kita doakan saja, suami kamu baik baik saja,"


Tangis yang tadi mulai mereda, kini membanjiri pipi Camel lagi, saat mengingat lagi sang suami yang tadi tidak sadarkan diri di dalam dekapannya dengan darah yang membanjiri tubuhnya.


"Sudah jangan menangis," ujar Ibu Rina sambil menepuk bahu Camel yang masih berada di dalam pelukannya. "Nak, dokter sudah keluar dari ruang operasi," ujar ibu Rina lagi saat melihat dokter keluar dari ruang operasi di mana Santos berada.


Bersambung............................


Gaes ada rekomendasi novel keren dari author Ocybasoaci judul BEAUTY CLOUD

__ADS_1


Simak yuk, sinopsis dan cover di bawah ini pasti kalian suka. Happy Reading



__ADS_2