My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Memberi Perhitungan


__ADS_3

Jack tidak jadi mengangkat tubuh Santos dan menaruhnya kembali ke tempat semula.


Saat dia tahu persis siapa pemilik suara yang baru saja di dengarnya, kemudian Jack menoleh ke sumber suara.


"Camel?"


Plak!


Tamparan mendarat di sebelah pipi Jack yang di layangkan oleh Camel.


"Apa yang kamu lakukan pada suamiku?!"


"A... Aku Ti–"


Plak!


Camel kembali menampar pipi Jack, dan menghentikan ucapannya.


Kemudian Camel mendekati sang suami, dan begitu panik saat Santos tidak sadarkan diri.


"Sayang bangun," ucap Camel sambil menepuk nepuk pipi Santos.


Namun pemilik pipi tidak merespon ucapannya, dan Camel kembali mendekati Jack, lalu menarik tangannya.

__ADS_1


"Kaluar kamu dari rumahmu sekarang juga!" Camel menarik tangan Jack menuju arah pintu.


"Camel, aku tidak melakukan apa pun pada dia, suami kamu hanya ketiduran," bohong Jack, pasalnya tadi dirinya sengaja menaruh obat tidur di minuman Santos dengan dosis tinggi.


Karena Jack dan juga Hazel sudah merencanakan sebelumnya, agar keduanya bisa menjalankan rencana untuk memisahkan Camel dan juga Santos malam ini juga. Dengan cara membuat Santos yang tidak sadarkan diri, seolah oleh sudah tidur dengan Hazel.


Mendengar apa yang baru saja Jack katakan, Camel langsung menghentikan langkahnya lalu menatap tajam ke arah Jack.


"Tidur kamu bilang. Dia tindak sadarkan diri bodoh, dan aku yakin kamu telah memberikan sesuatu padanya. Katakan apa yang telah kamu berikan padanya?"


"Tidak ada," elak Jack.


"Baiklah. Sekarang pergi dan jangan pernah menginjakkan kakimu di rumahku!" tegas Camel yang langsung mendorong tubuh Jack keluar dari pintu rumahnya yang baru saja di buka.


Jack yang sudah keluar dari pintu, dan melihat sang putri di tangga dan ingin turun untuk menghampiri nya, langsung memberikan kode, dengan menggelengkan kepalanya terakhir mengangkat dagunya, mengisyaratkan sang putri untuk tidak menghampiri nya dan kembali naik ke atas. Dan Hazel pun langsung mengikuti sang papi, tidak ingin sang mami mengetahui jika dirinya dan juga sang papi bersekongkol.


Kemudian Camel segera berlari menuju di mana sang suami berada yang sedang tidak sadarkan diri.


"Sayang bangunlah, sayang," ucap Camel tentu saja kekuatiran terlihat jelas di wajahnya.


Dan sekarang Camel mengangkat kepala Santos sambil menepuk nepuk pipinya.


Namun tetap saja Santos tidak merespon ucapannya.

__ADS_1


"Ya Tuhan, apa yang sudah sialan itu berikan pada suamiku," ucap Camel saat kening Santos kini bercucuran keringat.


Lalu Camel meraih gelar yang berada tidak jauh dari jangkauannya, lalu Camel mencium bekas gelas tersebut yang dirinya yakin gelas milik Santos.


"Ya Tuhan," ucap Camel setelah mencium gelas tersebut yang ternyata minum keras dengan kadar alkohol rendah, tidak seperti yang Jack katakan tadi pada Santos, yang mengatakan hanya minuman soda. "Pasti ada sesuatu yang di campur ke minuman ini," ucap Camel.


Mengingat lagi tiba-tiba sang suami mengeluarkan banyak keringat, apa lagi keringat dingin.


Tentu saja membuat Camel begitu kuatir, dengar sang suami.


Lalu Camel memanggil asisten rumah tangganya dengan kencang.


"Iya Nyonya," ujar salah satu asisten rumah tangga Camel yang sekarang sudah menghampiri majikannya tersebut.


"Bantu aku mengangkat tubuh suamiku, dan kamu segera hubungi dokter," perintah Camel pada asisten rumah tangganya yang lain.


"Baik Nyonya,"


Sementara itu Hazel yang sudah masuk ke dalam kamar sang Mami melangkahkan kakinya mondar mandir sambil terus mengeluarkan umpatan dari mulutnya.


"Sial, sial sial! Kenapa harus seperti ini. Semuanya gagal," ucap Hazel kesal. "Apa yang harus aku lakukan? Papi sudah keluar dari rumah ini, grandma juga sudah pulang ke rumahnya dan dia juga tidak setuju dengan apa yang aku inginkan,"


Hazel terus mondar mandir, lalu menghentikan langkahnya, dan senyum terukir dari sebelah sudut bibirnya.

__ADS_1


"Ya, aku tahu apa yang harus aku lakukan sekarang."


Bersambung................................


__ADS_2