My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Pelajaran


__ADS_3

Makan siang di rumah ibu Rina begitu hangat, saat mami Asha dan juga papi Arthur memutuskan untuk makan siang bersama untuk pertama kalinya dengan keluarga sang menantu.


Tidak ada lagi rasa canggung yang di rasakan oleh setiap anggota keluarga, Meri yang sudah di beri tahu oleh sang ibu, untuk apa mami Asha dan juga papi Athur datang ke rumah, akhirnya mengerti. Meskipun awalnya Meri tidak percaya sama sekali.


“Ish, selalu saja kakak Camel yang Kakak perhatikan. Aku adik Kakak loh,” ucap Meri saat Santos menambahkan menu makanan di piring sang istri yang sudah kosong.


Tentu saja membuat semua anggota keluarga yang ada di ruang makan menahan senyum mendengar apa


yang baru saja Meri katakana.


Begitupun dengan Camel, yang sekarang menyodorkan piring yang baru saja di isi makanan oleh sang


suami ke hadapan Meri.


“Meri sayang. Ini buat kamu saja, kakak sudah kenyang,” ujar Camel.


Dan ini kesempatan bagi Camel untuk tidak menghabiskan makanan yang baru saja sang suami ambilkan. Mengingat lagi Camel sudah sangat kenyang.


Baru saja Meri ingin mengambil piring yang baru saja di sodorkan oleh sang kakak ipar kehadapan nya, namun Santos terlebih dahulu mengambil piring tersebut dan menaruh lagi ke hadapan sang istri.

__ADS_1


‘Sayang, makan yang banyak. Agar cepat tumbuh dede bayi disini,” perintah Santos sambil mengelus perut sang istri. Saat Camel duduk tepat di sampingnya.


“Dede bayi?” tanya Meri yang duduk di sisi meja berhadapan dengan Camel dan juga Santos, saat ke dua telinga Meri mendengar apa yang baru saja sang kakak katakan.


Kemudian Meri beranjak dari duduknya lalu menghampiri di mana Santos dan juga Camel duduk. Tentu saja membuat semua mata sekarang tertuju ke arah Meri.


“Apa Kakak Camel sedang hamil?” tanya Meri yang sekarang sudah berdiri di samping Camel. “Ya Tuhan. Terima kasih, akhirnya aku bisa bermain dengan dede bayi yang menggemaskan,” ujar Meri dengan begitu Bahagia, tanpa mengetahui yang sebenarnya.


Kemudian sekarang Meri beralih berdiri di sisi kursi yang di tempati oleh Santos, tidak peduli pada pertanyannya di jawab apa tidak.


“Kakak Santos, memangnya membuat dede bayi itu bagaimana sih. Kok bisa ada di perut kakak Camel?” pertanyaan konyol yang Meri tanyakan pada sang kakak membuat Santos langsung melongo.


menjawab pertanyaan sang adik.


“Kamu masih kecil, belum saatnya tahu bagaimana caranya membuat dede bayi,” jawab Santos yang tidak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan yang sang adik tanyakan.


“Ish kakak. Kakak kan yang selalu bilang padaku, belajar dari kecil agar aku pintar. Dan sekarang aku ingin tahu bagaimana caranya membuat dede bayi, agar nanti aku bisa menjawab pertanyaan di sekolah jika ada soal yang menanyakan bagaimana caranya


membuat dede bayi,”

__ADS_1


“Mer, tidak ada pertanyaan seperti itu di sekolah. Sudahlah, lebih baik kamu ambilkan dompet kakak di kamar,”


“Tapi aku minta seratus ribu buat beli es krim,”


Dan Santos pun langsung menganggukkan kepalanya mengiyakan apa yang sang adik minta. Dan itu


salah satu yang bisa mengalihkan ke ingin tahuan Meri. Selagi santos harus mencari jawaban yang tepat atas pertanyaan yang pasti akan Meri katakan suatu saat nanti.


“Apa kamu sedang hamil Mel?” tanya papi Arthur setelah kepergian Meri.


“Belum Pi, doakan semoga secepatnya,” jawab Santos menjawab pertanyaan yang di tunjukkan pada sang istri.


“Tapi…”


Bersambung………………….


Hayo tapi apa?


Sok di pikir aku lagi malas mikir wkwkwkwkwkwk

__ADS_1


__ADS_2