My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Umur Tidaklah Penting


__ADS_3

Setelah menguping pembicaraan Santos dan juga ibu Rina, kini Camel ingin kembali ke tempatnya semula namun dirinya urungkan saat ibu Rina memanggil Santos yang ingin keluar dari dapur.


"Iya Bu. Ada apa?" tanya Santos dan kembali menghampiri sang ibu.


"Apa kamu mencintainya?"


"Untuk saat ini belum Bu. Tapi aku akan berusaha untuk mencintainya,"


"Tapi apa kamu tahu latar belakang dan asal usulnya?"


"Untuk apa Bu, aku ingin menikahinya karena bentuk tanggung jawab atas apa yang telah aku lakukan padanya,"


"Tapi ibu rasa dia berasal dari golongan yang berada nak. Jika kamu menikahinya dan kerabat dia tidak menyukaimu, dan menganggap kamu benalu bagaimana? Ibu tidak ingin ada yang menghina kamu dengan keadaan kita seperti ini," ujar ibu Rina yang memiliki kekhawatiran pada sang putra.


Mendengar apa yang baru saja sang ibu katakan, Santos menaruh nampan yang berisi minum di atas meja tidak jauh dari tempatnya berada.


Kemudian Santos meraih ke dua tangan sang ibu lalu menggenggam nya dengan erat.


"Bu. Aku ingin menikahinya bukan menikahi kerabatnya. Kenapa ibu berpikir seperti itu. Jika memang dia dari keluarga yang berada juga tidak masalah. Yang terpenting aku sebagai suami akan menafkahi dia dengan hasil keringatku sendiri," jelas Santos sambil mengukir senyum.


Membuat ibu Rina langsung memeluk Santos, karena dirinya begitu bangga pada sang putra, meskipun di usia yang tergolong masih muda, namun sudah memiliki pemikiran yang begitu dewasa.


"Ibu akan selalu berdoa untuk kebahagiaan kamu nak,"


"Terima kasih Bu," dan Santos pun balik memeluk sang ibu.

__ADS_1


Dan di sisi lain Camel tak terasa meneteskan air mata, begitu terharu mendengar apa yang baru saja Santos katakan.


"Apa aku egois dengan memaksa nya untuk menikahi ku?" tanya Camel pada dirinya sendiri. "Tentu saja tidak. Dia adalah milikku sampai kapan pun dia akan menjadi milikku," ucap Camel lalu menghapus air mata yang balum lama menetes dari ke dua kelopak matanya, dan kembali duduk di tempatnya tadi berbincang dengan adik Santos.


"Maaf menunggu lama," ujar Santos yang kini menghampiri di mana Camel berada lalu menaruh nampan berisi minum yang di bawa nya tepat di hadapan Camel. "Silakan di minum,"


"Terima kasih," sambung Camel sambil tersenyum ke arah Santos dan juga ibu Rina yang juga menghampirinya.


"Perkenalkan ini Ibuku," ujar Santos mengenalkan sang ibu pada Camel.


Dan Camel pun segera menjabat tangan ibu Rina dan memperkenalkan diri.


"Santos sudah sedikit menceritakan tentang dirimu. Dan inilah ke adaan keluarga Santos. Mudah mudahan kamu bisa menerima ke adaan ini,"


Karena wajah Camel masih terlihat seperti remaja menurut ibu Rina, membuatnya tidak menanyakan umur Camel pada sang putra.


Santos yang menyadari sang ibu menatapnya untuk meminta penjelasan, langsung menggenggam tangannya.


Kemudian ibu Rina kembali menatap ke arah Camel.


"Umur tidaklah penting, yang terpenting kalian bisa menerima kekurangan kalian masing masing," ucap Ibu Rina, tahu jika Santos tidak mempermasalahkan umur.


"Terima kasih Bu," sambung Camel yang langsung memeluk tubuh ibu Rina.


*

__ADS_1


*


*


Camel memarkirkan mobil mewah yang di kendarai nya tepat di garasi mobil sebuah rumah yang begitu besar dan megah.


Rumah miliknya yang di tempati Camel selama dirinya menetap di negara di mana sekarang berada. Mengingat lagi Camel lahir dan juga besar di negara A, namun saat ke dua orang tuanya mengutus untuk menjalankan perusahaan yang berada di negara sekarang dirinya berada, Camel enggan kembali tinggal di negara A.


"Mami. Ke mana saja tidak pulang?" tanya seorang gadis pada Camel yang baru masuk ke dalam rumah.


"Biasa, mami ada pekerjaan di luar kota," jawab Camel lalu memeluk gadis tersebut saat sudah menghampirinya.


"Apa mami lupa besok hari apa?" tanya gadis tersebut setelah Camel melepas pelukannya.


"Tentu saja mami tidak akan lupa. Besok adalah hari ulang tahunmu yang ke tujuh belas tahun, dan mami tidak melarang kamu untuk mengadakan pesta,"


"Aku sayang Mami," ujar gadis tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah putri dari Camel yang bernama Hazel Carter. "Apa aku boleh mengundang semua teman aku, termasuk cowok yang aku sukai?"


"Tentu saja boleh, apa sih yang tidak boleh untuk anak cantik Mami,"


"Terima kasih, aku sayangnya Mami, oh ya Mam. Ada Daddy di kamar tamu,"


"Daddy?"


Bersambung......................

__ADS_1


__ADS_2