My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Rencana


__ADS_3

Santos yang baru masuk ke dalam kamar, langsung menatap Camel yang sedang berdiri tidak jauh darinya.


"Suka gayaku?" tanya Santos, lalu melihat baju dan celana yang di gunakan nya setelah mendengar apa yang baru saja di katakan sang istri. "Aku hanya menggunakan celana pendek dan juga kaos, kamu bilang suka dengan gayaku sayang?" tanya Santos lagi.


Namun tidak mendapat jawaban dari Camel, yang kini menghampiri sang suami, lalu melingkarkan ke dua tangannya di belakang leher sang suami.


"Bukan tentang baju dan juga celana yang kamu kenakan sayang. Tapi aku suka gayamu saat tadi kamu berbicara dengan Hazel," jelas Camel yang tadi mendengar semua perbincangan Santos dengan Hazel sang putri. "Apa lagi saat kamu mengatakan jika aku kekasih hatimu,"


"Ada apa dengan kata itu sayang. Karena kamu memanglah kekasih hatiku," ucap Santos mengulang lagi perkataan yang tadi sempat terlontar dari bibirnya saat sedang berbincang dengan putri sambungnya.


"Oh sayang," sambung Camel dengan suara manja, dan kini melepas kedua tangannya yang masih berada di belakang Santos.


Lalu Camel kini beralih memeluk tubuh sang suami. Tentu saja Santos langsung memeluk balik tubuh sang istri.


"I love you sayang," ucap Camel untuk mengekspresikan kebahagiannya memiliki suami yang paket komplit seperti Santos, yang selalu membuat hatinya bahagia.


"I love you too," balas Santos. "Sayang, apa kita hanya ingin berpelukan seperti ini?"


Mendengar apa yang baru saja Santos katakan, Camel pun segera melepas pelukannya lalu menatap sang suami sambil mengukir senyum.


"Tentu saja tidak sayang, seperti biasa aku akan memandikan kamu oke," jawab Camel sambil menggigit bibir bawahnya, karena di balik ucapan yang terlontar dari bibirnya mengandung sesuatu.

__ADS_1


"Aku sudah mandi dari tadi sayang,"


Tentu sama kegembiraan yang tadi terlihat jelas di wajahnya kini tidak ada lagi setelah mendengar apa yang baru sama Santos katakan.


Membuat Santos yang menyadari perubahan raut wajah sang istri, langsung meraih dagunya.


"Ada apa sayang?"


"Padahal aku ingin memandikan dan juga bermain dengan burung kamu sayang,"


"Apa semalam masih kurang?"


"Tentu, Dan aku ingin–"


Karena Camel sudah hafal siapa yang sering menghubunginya di jam tersebut. Dan itu sangat penting bagi Camel.


"Apa?!" tanya Camel terkejut pada seseorang yang berada di balik sambungan ponselnya.


Lalu Camel menautkan keningnya satu seseorang yang berada di balik sambungan ponselnya memberikan informasi yang sangat mengejutkan.


"Sial!" teriak Camel saat baru saja menutup sambungan ponsel, lalu melempar ponsel miliknya ke atas meja nakas di samping sisi tempat tidurnya, di mana ponsel milik Camel di letakkan sebelumnya.

__ADS_1


"Sayang ada apa?" tanya Santos penasaran saat sudah mendekati sang istri. Bagaimana Santos tidak penasaran jika raut wajah sang istri sekarang di penuhi dengan kemarahan.


"Aku tertipu,"


*


*


*


Tawa renyah dari ke dua bibir bergantian memenuhi setiap sudut kamar dengan ukuran yang cukup luas.


"Aku harus mengapresiasi apa yang sudah kamu lakukan Baby,"


"Tapi aku masih kesal padamu, kenapa harus mengirim aku ke kantor polisi, dan menginap di balik jeruji besi. Memangnya tidak ada cari kain apa?"


"Tapi sekarang kamu sudah bebas Baby. Dan aku melakukan itu untuk mengalihkan semua pihak termasuk dengan wanita itu, yang akhirnya percaya padamu," jelas Jack.


Yang ternyata masuknya Siska ke penjara sebenarnya hanya untuk menghapus jejak kejahatan Jack di negara itu, karena Camel sudah mencabut laporannya ke polisi dan juga sudah membebaskan Siska. Dan Siska pun tak terlepas dari rencana Jack tersebut. Saat akting Siska yang berpura-pura membenci Jack, berhasil membuat Camel percaya.


"Apa rencana kita selanjutnya?" tanya Siska yang sedari tadi duduk di pangkuan Jack.

__ADS_1


"Kita bicarakan nanti, sekarang aku ingin menikmati tubuhmu terlebih dahulu Baby,"


Bersambung................................


__ADS_2