My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Menanam


__ADS_3

Papi Arthur berdiri tepat di sisi ranjang perawatan sang istri yang tergeletak lemah di atasnya, dengan selang infus yang sudah menempel di salah satu tangannya.


Karena beberapa jam lalu papi Arthur segera melarikan mami Asha ke rumah sakti.


Saat tadi papi Arthur yang ingin kembali mengambil ponsel miliknya yang tertinggal di ruang kerjanya, tepatnya ruang kerja yang sekarang menjadi milik Jack.


Papi Arthur melihat sang istri sudah tergeletak di atas lantai dan sudah tidak sadarkan diri, dan Jack yang berada di ruangan tersebut hanya melihatnya sambil mengukir senyum tanpa menolongnya.


Untung saja papi Arthur segera membawa sang istri ke rumah sakit. Dan mami Asha segera mendapat pertolongan medis.


"Maaf," ucap lemah Mami Asha yang sudah sadarkan diri sejak tadi.


Membuat papi Arthur yang berdiri di sisi ranjang perawatan sang istri, kini menoleh ke arah mami Asha, yang masih tergeletak di atas ranjang.


"Untuk apa kamu minta maaf. Apa kamu memiliki salah padaku?" tanya papi Arthur, padahal papi Arthur tahu maksud dari ucapan sang istri.


"Aku sangat menyesal mengetahui semua ini Pi,"


"Tentu saja menyesal itu di akhir. Jika di depan itu namanya pendaftaran. Dan aku rasa kamu harus ikut pendaftaran masuk sekolah dasar lagi, agar otak pintar dan kamu tidak salah lagi menilai seseorang," sambung papi Arthur agar membuka pikiran sang istri.


"Mami kira Jack tidak seperti ini Pi,"


"Karena kamu itu bodoh, bisa saja di kelabuhi dengan omongan manis Jack itu," ujar papi Arthur.


"Maaf Pi. Mami benar benar malu,"


"Ya harus. Kamu harus malu, karena kamu sudah mendukung Jack tidak tahu diri, di banding Santos menantu kita yang tidak sedikit pun memiliki sisi negatif,"

__ADS_1


"Mami akan meminta maaf pada Santos setelah apa yang mami lakukan padanya,"


"Harus," sahut papi Arthur singkat.


"Antar mami untuk menemui menantu kita Pa,"


"Papi akan mengantar kamu. Tapi setelah kamu benar benar sehat," ujar papi Arthur yang sudah melunak.


"Mami sudah lebih baik Pi. Dan Mami ingin segera menemui Santos Pi,"


"Untuk saat ini kesehatan kamu lebih penting Mi,"


Meskipun papi Arthur sangat kecewa pada sang istri dengan sikapnya selama ini, namun papi Arthur sangat menghawatirkan kondisi sang istri yang baru saja mengalami serangan jantung ringan.


"Pi, kenapa papi memberikan perusahaan itu pada Jack?" tanya mami Asha, yang sempat mendengar pembicaraan sang suami dan juga Jack.


Mendengar ucapan sang suami, tentu saja membuat mami Asha sekarang hanya menautkan keningnya.


"Maksud Papi?"


"Tidak ada. Lebih baik kamu beristirahat, agar kamu cepat pulih dan segera mengunjungi Camel dan juga suaminya untuk meminta maaf atas sikap kamu selama ini pada Santos,"


"Baik Pi. Mami juga ingin segera menemui mereka terutama Santos,"


"Bagus. Papi tinggal dulu. Ada urusan penting yang harus papi kerjakan," ujar papi Arthur yang langsung meninggalkan ruang perawatan sang istri.


Meninggalkan mami Asha yang sekarang mengepalkan satu tangannya, saat mengingat kembali. Ketika dirinya tadi tidak berdaya Jack hanya tertawa tanpa menolongnya.

__ADS_1


"Awas kamu Jack!"


*


*


*


"Ya ampun. Apa yang sebenarnya papi lakukan," ucap Camel setelah menutup sambungan ponselnya.


Karena baru saja Frans memberi tahu jika papi Arthur memberikan saham perusahaannya pada Jack.


"Dan mami, syukurlah dia baik baik saja," ucapnya lagi. Karena Frans juga memberi tahu jika mami Asha terkena serangan jantung ringan. "Tidak mungkin papi dengan mudah memberikan saham itu pada Jack. Apa yang sebenarnya papi rencanakan ini. Dan apa yang harus aku lakukan sekarang,"


"Sayang kenapa kamu bicara seperti itu. Tentu saja yang harus kamu lakukan sekarang adalah menjinakkan ini," sambung Santos.


Saat baru kembali dari kamar mandi yang ada di dalam kamar sang istri, dan Santos sekilas mendengar apa Camel katakan.


Dan Camel yang tadi sedang berdiri di samping tempat tidur dan membelakangi di mana sekarang Santos berada.


Sekarang Camel membalik tubuhnya untuk menghadap ke arah Santos. Dan senyum lebar di tunjukkan Camel saat melihat sang suami sudah tidak lagi menggunakan sehelai benang pun dengan sesuatu yang sudah berdiri tegak di bawah sama.


"Aku ingin menanam sayang," ujar Santos yang kini berjalan mendekati Camel.


Bersambung............................


Kalian pikir sendiri lah mau menanam apa, jagung, singkong, lobak, wortel, apa terong, terserah kalian maunya apa. Sekarang kan lagi musim tanam 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2