
Hazel langsung beranjak dari duduknya setelah mendengar apa yang baru saja Santos katakan.
Kemudian Hazel melangkahkan kakinya mendekat ke arah Santos dan juga sang mami yang sedang memeluk pinggang sang suami, untuk menahan tubuhnya yang masih lemah.
Hazel menatap lekat wajah Santos saat sudah mendekatinya. Bulir air mata tak terasa jatuh dari ke dua pelupuk matanya.
Sakit tapi tak berdarah. Itu yang sedang Hazel rasakan saat ini, bagaimana bisa dirinya mendengar apa yang baru saja Santos katakan.
Karena Hazel dari dulu sangat yakin, jika Santos juga memiliki perasaan seperti perasaannya pada laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.
"Ka... Kakak, apa yang kakak katakan?" tanya Hazel terbata dan bulir air matanya jatuh semakin deras.
"Aku mengatakan yang sejujurnya Zel, dari dulu aku hanya mengganggap kamu sebagai adikku tindak lebih dari itu. Dan sekarang aku sudah menganggap kamu sebagai anakku sendiri, karena sekarang aku adalah papi mu, papi baru kamu yang sangat mencintai mami kamu, karena mami kamu adalah satu satunya wanita yang sangat aku cintai, dan hanya mami kamu satu satunya wanita yang akan menemani aku melewati setiap detik bergantinya waktu hingga tua nanti,"
Dan pernyataan Santos tersebut, sekarang membuat hati Hazel sakit semakin dalam.
"Kakak jahat!" teriak Hazel dengan derai air mata yang membanjiri ke dua pipinya.
Dan Hazel pun langsung berlari dengan kencang menuju kamarnya.
"Sayang," ucap Santos sambil menoleh ke arah sang istri yang masih berada di sampingnya. "Maaf, aku sudah melukai hati putrimu,"
__ADS_1
"Kamu tidak bersalah, aku akan bicara padanya," ujar Camel yang sekarang melepas tangannya.
Lalu melangkahkan kakinya ingin menuju kamar sang putri, namun langkahnya terhenti saat Jimi memanggilnya.
"Biar aku saja yang menasihati Hazel, Mel. Dia akan tambah membencimu jika kamu menghampiri nya,"
"Tapi Jim–"
"Kamu tenang saja, lebih baik kamu bawa saja suami kamu, dia butuh beristirahat," sambung Jimi memotong perkataan Camel.
"Ini sudah malam Jim, nanti istri kamu mencari kamu,"
"Baik Jim, terima kasih sebelumnya," ujar Camel, karena Jimi sang sahabat selama ini peduli sekali terhadap keluarganya.
Dan Jimi hanya menganggukkan kepalanya menanggapi apa yang baru saja Camel katakan, kemudian Jimi segera menuju kamar Hazel.
Setelah kepergian Hazel, Camel kembali mendekat ke arah Santos sang suami.
"Sayang, kita kembali ke kamar," ajak camel yang langsung memeluk lengan Santos dan menuntunnya masuk kembali ke dalam kamar.
"Besok aku akan bicara pada Hazel, bagaimana pun aku salah, sudah membuat dia bersedih, sekali maafkan aku sayang," ucap Santos saat baru saja Camel membantunya merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, saat ke duanya sudah masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
"Untuk apa kamu meminta maaf sayang, harusnya aku yang meminta maaf. Karena perbuatan Hazel dan juga Jack kamu jadi seperti ini," sambung Camel sambil membelai wajah sang suami, saat Camel sedang duduk di pinggiran tempat tidur di mana Santos berada.
Santos langsung tersenyum mendengar apa yang baru saja sang istri katakan, meskipun senyumnya begitu lemah. "Aku sudah memaafkan sayang,"
"Terima kasih sayang, dan terima kasih sekali lagi karena kamu, aku menjadi wanita yang paling beruntung di dunia ini, karena di cintai dengan begitu besarnya oleh kamu, sayang," ucap Camel mengingat lagi ucapan Santos tadi.
"Aku akan selalu mencintai dan menyayangimu seumur hidupku sayang," balas Santos.
Tentu saja membuat Camel begitu bahagia mendengar ucapan Santos. "Terima kasih sayang," Camel pun langsung mendekatkan wajahnya ke wajah sang suami, lalu mencium bibirnya.
Membuat pemilik bibir, hanya pasrah karena masih sangat lemah.
"Kakak Santos!!!!!!"
Bersambung.......................
Gaes ada rekomendasi novel keren untuk kalian, dari author Zafa judul SAHABAT JADI MENIKAH
Yuk gaes mampir di jamin seru, sinopsis dan cover ada di bawah ini happy reading
__ADS_1