My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Ladang Bisnis


__ADS_3

“Penting


“Berharga?”tanya Camel dan juga Santos bergantian, karena keduanya sangat penasaran dengan apa yang baru saja sang papi katakan.


“Kompak sekalikalian, pantas saja kalian berjodoh,” canda papi Arthur sambil mengukir senyum. Tanpa peduli jika dua orang yang duduk tepat di hadapannya sangat penasaran dengan


apa yang baru saja di katakannya.


“Pi, janganbercanda katakan saja apa yang ingin papi katakan,” sambung Camel yang sudah tidaksabar ingin mendengar apa yang akan sang papi katakana.


“Iya papi akan mengatakan hal penting untuk masa depan kalian dan juga masa depan papi,” ucap papi Arthur.


Kemudian papi Arthur mengambil tas miliknya yang dirinya letakkan di atas meja ruang tamu, lalu mengambil satu amplop dari dalam tasnya dan memberikan ke arah sang putri dan


juga menantunya.


Tentu saja membuat Camel dan juga Santos saling pandang tanpa mengambil amplop yang di sodorkan ke arah keduanya.


“Kenapa kalian diam saja, ini hal penting yang ingin papi berikan pada kalian,” ujar papi Arthur yang langsung menaruh amplop di tangan sang putri. “Bukalah,”

__ADS_1


“Apa ini Pi?”


“Jika kamu tidak membukanya tentu kamu tidak akan tahu. Lebih baik sekarang kamu buka amplop itu,”


Dan tanpa bertanya lagi Camel dengan segera membuka amplop yang berada di tangannya.


Setelah camel membuka dan membaca isi amplop tersebut, Camel menoleh ke arah sang suami yang duduk di sampingnya, yang juga baru saja ikut membaca isi amplop tersebut.


Kemudian keduanya sekarang menoleh ke arah papi Arthur bersamaan.


“Itu hadiah pernikahan kalian dari papi, maaf papi baru memberikan sekarang. Karena papi pikir ini saat yang tepat untuk memberikannya pada kalian,” jelas papi Arthur yang memberikan hadiah bulan madu ke Hawai untuk Camel dan juga sang suami. “Kalian


“Produksi kecebong?” tanya Meri yang baru saja masuk ke dalam rumah setelah membeli es krim, saat sekilas dirinya mendengar apa yang baru saja papi Arthur katakan.


Tentu saja papi Arthur, Camel dan juga Santos langusung menepuk jidatnya mendengar apa yang baru saja Meri tanyakan, apa lagi saat ini Meri berjalan menuju ke arah ke tiganya.


Santos dan Camel yang sudah tahu jika akan ada banyak pertanyaan dari Meri, keduanya langsung meninggalkan papi Arthur seorang diri. Dan papi Arthur yang di tinggal seorang diri langsung menepuk jidatnya sendiri, meskipun papi Arthur baru mengenal Meri. Namun papi Arthur paham betul jika adik sang menantu tingkat keingin tahuannya


sangat tinggi, mengingat lagi apa yang Meri tanyakan saat semuanya sedang berada di ruang makan tadi.

__ADS_1


“Ada apa dengan kakak Camel dan juga kakak Santos?” tanya Meri saat sudah menghampiri papi Arthur.


Membuat papi Arthur hanya mengangkat ke dua bahunya, lalu berdiri dari duduknya. Karena papi Arthur juga tidak memiliki jawaban tentang pabrik kecebong, yang pasti akan Meri tanyakan pada dirinya.


“Papi mau ke mana?” tanya Meri yang juga memanggil papi Arthur dengan sebutan papi. “Aku tahu, pasti papi tidak bisa menjawab pertanyaan yang akan aku tanyakan pada papi tentang pabrik kecebong, yang aku dengar tadi kan?” tanya Meri.


“Bocil satu paham benar apa yang ada di pikiran aku,” batin papi Arthur sambil menautkan keningnya.


“Tidak apa apa aku tidak akan memaksa papi menjawab pertanyaan aku, tapi ini dulu,” ujar Meri sambil memainkan jari jarinya mengisyaratkan untuk meminta uang. “Jika papi


tidak ingin memberikan uang. Tidak masalah untukku, tapi papi harus…”


Belum juga Meri meneruskan ucapnnya, papi Arthur sudah terlebih dahulu menaruh uang beberapa lembar


ratusan ribu di tangan Meri. Dan papi Arthur segera meninggalkan Meri.


“Ladang bisnis,” ujar Meri sambil tersenyum senang setelah kepergian papi Arthur, Ketika melihat uang yang ada di tangannya.


Bersambung…………………….

__ADS_1


__ADS_2