
Camel melepas ke dua tangan pria yang tiba tiba memeluknya dari belakang.
Tangan pria yang sangat Camel kenal, pria yang pernah mengisi separuh hidupnya dulu.
Kemudian Camel membalik tubuhnya dan mendorong tubuh pria yang baru saja memeluknya dari belakang.
"Jack!" seru Camel dengan raut wajah penuh kemarahan. "Jaga batasan mu!"
"Aku hanya ingin kembali padamu Camel," ujar pria tersebut yang bernama Jack mantan suami dari Camel.
"Dan aku sudah mengatakan berulang kali padamu, tidak! Apa kamu tahu apa itu kata tidak!"
"Camel. Aku mohon, beri aku satu kesempatan lagi untuk membuktikan jika aku masih sangat mencintaimu,"
"Cinta seperti apa?" tanya Camel dengan nada menyindir.
Saat Camel mengingat lagi apa yang membuat dirinya bercerai kala itu.
Di mana Jack yang masih menjadi suami sahnya. Camel bukan hanya sekali mendapati Jack tidur di ranjang miliknya dengan wanita lain, dengan alasan tidak pernah mendapat pelayanan dari Camel.
Saat Camel sedang sibuk dengan bisnis yang di bangunnya, namun meskipun begitu Camel masih memaafkan Jack kala itu, karena memang dirinya akui salah telah mengabaikan Jack yang masih menjadi suaminya, demi perusahaannya.
Namun lama kelamaan Camel jengah dengan Jack yang tidak pernah ingin berubah, dan akhirnya Camel memutuskan untuk bercerai.
Dan dari situ Camel tidak ingin menikah lagi, dan lebih memilih daun muda untuk menyalurkan hasratnya.
__ADS_1
"Berondong yang selalu menemani tidurmu hanya menginginkan uangmu saja," ujar Jack yang mengetahui kebiasaan Camel setelah bercerai dengannya.
Mendengar apa yang baru saja Jack katakan, Camel hanya menyunggingkan senyum sinis dari sebelah sudut bibirnya.
"Untuk apa kamu mengurusi kehidupan aku. Urus saja hidup mu sendiri,"
"Karena aku tidak ingin kamu hanya menjadi sapi perah bagi berondong berondong itu,"
Dan lagi lagi Camel hanya menyunggingkan senyum sinis, dan berjalan menuju ke arah pintu kamarnya.
"Keluarlah!" perintah Camel saat sudah membuka pintu kamarnya.
"Aku akan tetap di sini, sebelum kamu mengatakan padaku. Kamu mau memaafkan aku dan juga mau kembali padaku. Dan kita jalani hidup bersama mulai dari awal lagi,"
"Menikah?" tanya Jack penasaran yang kini melangkahkan kakinya mendekati Camel. "Apa kamu sedang membuat lelucon. Kamu akan menikah dengan siapa? Ke dua orang tua kamu yang berada di negara A saja sudah beberapa kali menjodohkan kamu, tapi apa. Kamu selalu menolak,"
"Apa aku harus menjawab, aku akan menikah dengan siapa? Tidak. Karena kamu bukan siapa siapa lagi di dalam kehidupan aku!" tegas Camel.
"Oh jadi kamu lupa. Ke dua orang tua kamu masih berharap agar kita bisa kembali bersama?"
"Tidak. Aku tidak akan pernah lupa. Tapi sampai kapan pun aku tidak akan pernah kembali padamu. Ingat itu baik baik Jack!" tegas Camel lalu menarik tangan Jack untuk keluar dari kamar miliknya.
*
*
__ADS_1
*
Malam hari Camel sengaja tidak makan malam bersama di rumah bersama dengan Hazel sang putri, karena keberadaan Jack yang membuat dirinya kesal.
Dan Camel memutuskan untuk pergi ke rumah Santos, ketika dirinya entah mengapa ingin selalu menatap wajah remaja yang sudah mencuri hatinya, dan masa bodo dengan perbedaan usianya.
Dan seperti tadi siang, Camel memarkirkan mobil miliknya di depan sebuah minimarket, lalu berjalan kaki menyusuri gang sempit menuju rumah Santos.
Camel mengukir senyum saat sudah berada di depan rumah Santos, ketika melihat remaja itu berada di depan teras sedang memarkirkan sepeda miliknya, dan sepertinya baru saja pulang berjualan.
Mengingat lagi jika Santos membantu sang ibu mencari nafkah dengan cara berjualan cilok keliling.
"Santos." panggil Camel yang langsung menghampiri nya.
Dan saat sudah mendekati Santos, Camel langsung memeluknya.
Tentu saja membuat Santos hanya diam terpaku mendapat perlakuan dari Camel.
Setelah lama memeluk Santos kini Camel melepas pelukannya dan tersenyum ke arah Santos.
"Pasti kamu baru pulang berjualan kan sayang?"
"Sayang?" tanya Santos yang masih merasa tabu dengan kata sayang.
Bersambung.....................
__ADS_1