My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Menjadi Sahabatku?


__ADS_3

"Dia masih tidur, nanti saja kamu menemuinya. Lebih baik kita berbincang," ajak Jimi pada Santos.


Saat Santos ingin menemui Hazel putri sambungnya, untuk memastikan putri sambungnya baik baik saja setelah kejadian semalam.


Dan Santos juga ingin agar Hazel tetap tinggal di rumah tersebut, dan meminta maaf pada putri sambungnya, atas nama Camel sang istri.


Mengingat lagi semalam sang istri bercerita telah mengatakan menyuruh sang putri untuk pergi dari rumah, dan Santos tidak mau itu.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Santos penasaran dengan keadaan putri sambung nya, karena bagaimana pun, Hazel seperti itu karena dirinya.


Santos yang sudah mengikuti Jimi ke ruang tamu langsung duduk tepat di sofa yang ada di hadapan Jimi.


"Tenang saja putrimu baik baik saja,"


"Syukurlah, jika begitu. Aku berharap dia tidak akan pernah meninggalkan rumah ini,"


"Apa Camel sudah memberi tahu kamu, apa yang sudah dia katakan pada Hazel semalam?"


Santos pun langsung menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Jimi.


"Kamu cegah dia, sepertinya Hazel masih dengan keputusannya," ujar Jimi mengingat lagi dari semalam Hazel memintanya untuk mengantar ke apartemen Jack.


"Aku akan membujuk dia untuk tetep tinggal, karena aku sudah memutuskan untuk tinggal di rumahku sendiri,"


Jimi langsung mengangguk anggukan kepalanya mendengar apa yang baru Santos katakan.


"Pantas saja Camel jatuh hati padamu, aku kira kamu sama seperti berondong lainnya, yang hanya menginginkan harta Camel, ternyata tidak, kamu lebih dewasa dari pada Jack," batin Jimi setelah berbincang dengan Santos. "Kita bahas hal lain saja dulu," ajak Santos yang tidak ingin membahas tentang Hazel.


Dan Santos pun langsung mengikuti apa yang di katakan oleh Jimi. Lalu keduanya berbincang bincang.


Hingga akhirnya Jimi begitu kagum pada sosok pria yang ada di hadapannya, meskipun umurnya masih sangat muda, namun sudah memiliki pemikiran yang begitu dewasa, apa lagi Santos tidak malu mengakui siapa dirinya yang sebenarnya.

__ADS_1


Membuat Jimi merasa nyaman berbincang dengan Santos, yang bisa mengimbangi percakapannya.


Kemudian Jimi mengulurkan tangannya ke arah Santos.


"Ada apa?" tanya Santos bingung melihat Jimi mengulurkan tangannya.


"Apa kamu mau menjadi sahabatku?"


Tentu saja, Santos langsung mengukir senyum lalu menjabat tangan Jimi di akhiri dengan menganggukkan kepalanya.


"Ya ampun sayang, aku mencari kamu kemana saja, ternyata kamu ada di sini," ujar Camel ketika melihat Santos berada di ruang tamu.


Lalu Camel mendekat ke arah sang suami, kemudian memicingkan matanya ketika melihat ada Jimi, yang tadi tidak terlihat olehnya.


"Jimi, sejak kapan kamu datang?" tanya Camel.


"Apa kamu lupa, semalam kamu menghubungi aku,"


"Maaf Mel, aku tidak pulang, dan semalam aku tidur di kamar tamu yang satunya, dan maaf aku tidak memberi tahu kamu semalam, karena sepertinya kamu sudah tidur,"


"Oh tidak masalah," sambung Camel karena beberapa kali Jimi dulu juga sering menginap di rumahnya. "Jim, bagaimana dengan Hazel?"


"Dia baik baik saja,"


"Syukurlah, apa dia sudah berangkat sekolah?"


"Semalam aku menyuruhnya untuk tidak berangkat ke sekolah, dan sekarang dia masih tidur," jelas Jimi yang sekarang beranjak dari duduknya, dan Jimi pun langsung berpamitan untuk pulang.


Selepas kepergian Jimi, dan setelah selesai menyantap sarapan.


Santos dan juga Camel memutuskan untuk pergi ke kamar sang putri, untuk membangunkannya.

__ADS_1


"Sayang biar aku saja yang membawanya,"


"Tidak sayang, biar aku saja," ujar Santos saat dirinya membawa nampan berisi makanan untuk Hazel.


"Terima kasih sayang," ucap Camel.


Saat Santos berinisiatif membawa sarapan untuk Hazel sang putri, yang tidak sama sekali terpikir oleh Camel.


Camel membuka kamar sang putri yang tidak terkuci.


Senyum terukir dari bibir Camel kala melihat sang putri masih terlelap di atas tempat tidur.


"Sayang bangun,"


Camel yang sudah mendekati sang putri coba untuk membangunkannya sambil membelai wajahnya, namum tidak ada tanda tanda Hazel akan bangun.


"Biar aku saja yang membangunkan nya?"


Dan Santos kini mendekati Hazel lalu menggoyangkan bahunya.


"Hazel, bangun,"


Dan Hazel pun langsung membuka ke dua bola matanya, setelah mendengar suara Santos.


Bersambung....................


Apa reaksi Hazel ya, coba kalian tulis di komentar ya gaes, tapi jangan bilang minta bikinin cilok 🤣🤣🤣🤣🤣


Oh ya gaes, ada rekomendasi bacaan keren untuk kalian dari author Neng Syantik judul PANDAWA (PESONA JANDA ANAK DUA)


Yuk mampir gaes cover dan sinopsis di bawah ini ya gaes, happy reading

__ADS_1



__ADS_2