My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Bertaruh


__ADS_3

Hazel yang sedang menikmati makan malam langsung tersendak mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Vano, yang duduk tepat di hadapannya.


Dan dengan segera Vano menyodorkan air mineral ke arah Hazel, yang langsung di ambilnya, dan meminumnya.


"Aku tahu, mungkin ini begitu cepat. Tapi aku ingin menjalani hubungan denganmu Zel. Dan aku ingin kita menjadi sepasang kekasih," ucap Vano lagi.


Karena Vano sudah yakin dengan perasaannya pada Hazel. Karena Hazel tidak pernah menolak jika di ajak untuk pergi dan juga makan makan seperti saat ini.


Hazel menggelap bibirnya dengan tisu setelah meminum air mineral. Lalu menoleh ke arah Vano dengan senyum yang menghiasi ke dua sudut bibirnya.


Tentu saja Vano langsung membalas senyum Hazel. Dan dirinya yakin, jika Hazel pasti mau menjadi kekasihnya.


"Apa Kakak yakin?"


"Tentu. Aku sangat yakin sel. Apa kamu mu menjadi kekasihku?" tanya Vano dan ingin meraih tangan Hazel yang berada di atas meja.


Namun sebelum Vano meraih tangannya, Hazel sudah terlebih dahulu menurunkan tangannya dari atas meja.


Membuat keyakinan dalam diri Vano tiba tiba hilang mengetahui reaksi Hazel baru saja.


Kemudian Vano tersenyum ke arah Hazel. "Maaf aku sudah lancang mengatakan hal itu padamu Zel,"


Belum juga mendapat jawaban dari ungkapkan cintanya pada Hazel. Vano yang meyakini cintanya tidak akan terbalas. Akhirnya menarik kembali ucapannya.


"Tidak masalah Kak. Mari kita lanjutkan makan malamnya," sambung Hazel yang kembali menyantap makan malam yang ada di hadapannya, tanpa menyadari jika Vano terus menatapnya dengan intens .

__ADS_1


"Mungkin saat ini aku belum bisa mendapatkan cintamu, namun suatu saat nanti, aku yakin bisa mendapatkan cintamu Hazel," batin Vano, kemudian Vano juga menyantap makanan yang ada di hadapannya.


Tanpa Vano sadari sedari tadi sudah ada sepasang mata yang terus menatap ke arah dirinya dan juga Hazel.


"Kak,"


"Iya Zel. Apa kamu ingin tambah lagi?"


"Kakak kira perut aku karung," jawab Hazel sambil menggelengkan kepalanya.


"Maaf,"


"Aku pulang dulu,"


"Biar aku antar Zel,"


"Aku akan membututi kamu dari belakang,"


"Tidak usah Kak, aku mau bertemu dengan sahabatku terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah," sambung Hazel yang langsung beranjak dari tempat duduknya. "Aku pulang dulu Kak, Terima kasih untuk makan malamnya bay bay,"


Sebelum Vano membalas ucapan Hazel. Terlebih dulu Hazel sudah meninggalkannya.


Membuat Vano langsung tersenyum sambil menatap punggung Hazel yang sudah jauh meninggalkan dirinya.


Kemudian Vano beranjak dari duduknya berniat ini mengikuti Hazel dari belakang.

__ADS_1


namun baru selangkah melangkahkan kakinya, tiba tiba bahunya di tepuk oleh seseorang dari belakang.


Membuat Vano yang sudah menghentikan langkahnya, langsung membalik tubuhnya untuk mengetahui siapa yang baru saja menepuk bahunya.


"Bara," ucap Vano saat mengetahui siap yang baru saja menepuk bahunya.


"Iya, bagaimana kabarmu. Lama ya kita tidak bertemu, terakhir kita bertemu saat perpisahan sekolah, itu pun, acara baru mulai beberapa saat kamu sudah meninggalkan tempat acara," sambung Bara.


Mengingat lagi, Bara juga teman sekolah Santos dan juga Vano. Orang yang sudah mencekoki minuman keras pada Santos. Yang mengantarkan Santos menikah muda, dan juga Santos bisa memliki usaha seperti sekarang ini.


"Aku baik baik saja. Bagaimana dengan kamu?" tanya balik Vano.


"Seperti yang kamu lihat," jawab Bara sambil mengangkat ke dua bahunya. "Oh iya, dengar dengar teman kamu sudah menikah dan juga menjadi pengusaha muda,"


"Betul, seperti yang kamu ketahui," sambung Vano, saat dirinya yakin yang sedang di bicarakan Bara adalah Santos.


"Bagus,"


"Oh iya. Jika tidak ada yang ingin kamu katakan lagi, aku permisi,"


Vano ingin meninggalkan Bara, namum bahunya langsung di tahan oleh Bara.


"Bagaimana jika kita bertaruh untuk mendapatkan Hazel," ucap Bara.


Yang sadari tadi mendengar apa yang Vano dan juga Hazel katakan. "Aku tahu, kamu baru saja mendapat penolakan dari dia,"

__ADS_1


Bersambung.........................


__ADS_2