
"Kamu?" tanya Camel pada wanita cantik yang baru masuk ke dalam ruang kerjanya.
"Maaf. Aku lancang datang tanpa memberi tahu anda terlebih dahulu," ujar wanita cantik tersebut, yang beberapa hari terakhir selalu berkomunikasi dengan Camel.
Camel tidak menanggapi apa yang baru saja wanita cantik tersebut katakan. Karena sekarang Camel mengurungkan niatnya untuk menemui sang suami, dan berjalan menuju ke arah sofa yang berada di dalam ruang kerjanya.
"Silahkan Nona." Frans mempersilahkan wanita cantik tersebut untuk mengikuti di mana Camel sudah duduk di sofa.
"Bagaimana, apa kamu sudah siap?" tanya Camel pada wanita cantik yang sudah duduk berhadapan dengannya.
"Siap,"
"Bagus. Dua hari lagi kita melakukan penerbangan. Dan sesuai rencana awal, yang sudah kita susun,"
"Tapi sebelum itu, aku ingin mengatakan sesuatu pada anda terlebih dahulu,"
"Katakan saja, aku akan mendengarnya,"
"Apa anda yakin ingin ikut aku melakukan penerbangan,"
"Kenapa memangnya?" tanya Camel untuk menanggapi apa yang baru saja lawan bicaranya katakan.
"Pertama, suami anda belum sembuh total dan pasti dia membutuhkan anda. Dan kedua, aku tidak ingin Jack mengetahui apa yang sudah kita rencanakan, jika dia tahu kita datang bersama ke negara L. Karena aku yakin, pasti Jack sudah waspada jikalau anda datang ke negara L, dan bisa jadi Jack menyuruh orang di bandara untuk mengawasi kedatangan anda," jelas wanita cantik tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah siska.
Karena beberapa hari lalu Camel membebaskan Siska dari dalam penjara, namun ada syaratnya.
__ADS_1
Dan Siska pun menyetujui syarat yang di berikan oleng Camel.
Di mana Siska harus bekerja sama dengan Camel untuk menjebak Jack, yang di negaranya tidak tersentuh hukum atas perbuatannya pada Santos.
Karena Camel yakin, Siska bisa menjebak Jack. Karena Siska kali ini memiliki dendam pada Jack, di mana dirinya sudah di kambing hitamkan olehnya.
Camel berpikir sebentar dengan apa yang baru saja Siska katakan.
"Baik, aku tidak akan ikut. Tapi Frans akan ikut bersama denganmu," Akhirnya Camel menyetujui apa yang baru saja Siska katakan.
Karena memang yang di katakan Siska ada benarnya juga, tidak mungkin dirinya harus pergi ke luar negeri dan meninggalkan sang suami yang belum sembuh total.
Kemudian Camel beranjak dari duduknya, lalu menoleh ke arah Frans yang berdiri tidak jauh darinya.
"Frans, aku harus ke rumah sakit dulu. Kamu atur saja. Laksanakan tugasmu dengan benar, dan bawa Jack padaku,"
"Baik Nyonya,"
Tidak butuh lama untuk Camel tiba di rumah sakit, saat sopir pribadinya melajukan mobil yang di kendarai dengan kecepatan penuh atas perintah atasannya tersebut.
Camel mengukir senyum saat sudah masuk ke dalam ruang perawatan sang suami.
Ketika melihat Santos, sedang duduk di atas ranjang perawatannya sambil bermain ponsel, seorang diri.
Dan senyum dari bibir Camel memudar, saat melihat Santos tersenyum sendiri sambil menatap ponselnya, tanpa menyadari kedatangannya.
__ADS_1
Dan saat sudah mendekati ranjang perawatan Santos, Camel dengan segera mengambil ponsel milik sang suami dengan paksa.
Tentu saja membuat pemilik ponsel begitu terkejut.
"Sayang, kamu mengagetkan aku saja," ujar Santos sambil mengukir senyum.
Namun tidak mendapat tanggapan dari Camel, yang sedang menatap layar ponsel sang suami sambil memicingkan matanya.
Dan sekarang Camel menoleh ke arah Santos yang masih mengukir senyum ke arahnya.
"Oh jadi sekarang mulai nakal ya," ucap Camel sambil menunjukkan layar ponsel Santos ke pemiliknya. "Apa ini, apa aku kurang sexy begitu?" tanya Camel kesal saat ternyata sang suami sedang melihat cewek cewek sexy sedang berjoget joget di aplikasi tok tok.
"Ih kok kamu bicara seperti itu sih. Tentu saja kamu begitu sexy, apa lagi saat sedang bergoyang di atas ku,"
"Kamu bohong,"
"Aku bicara yang sejujurnya sayang, untuk apa aku bohong,"
"Terus kenapa kamu lihat lihat beginian?"
"Tadi Meri yang memberi tahu aku sayang. Katanya, dari pada suntuk aku di suruhan dwonload aplikasi itu, dan aku mengikuti perintah dia,"
"Tapi, tidak harus lihat cewek cewek cantik joget joget,"
"Meri yang menunjukkannya padaku sayang,"
__ADS_1
"Benar benar tuh bocil satu, ngajarin yang sesat,"
Bersambung.............................