
"Aku tahu kamu sudah lama menginginkan itu Jack," ucap papi Arthur yang baru saja melemparkan sebuah map di atas meja kerjanya, di mana sudah ada Jack yang duduk di kursi tepat di hadapan meja tersebut.
Saat Jack belum lama tiba di ruang kerja papi Arthur.
Karena papi Arthur pernah mendengar ucapan yang keluar dari bibir Jack beberapa bulan yang lalu, jika dia ingin mendekati Camel sang putri hanya demi mendapatkan hartanya.
Dan untuk melindungi keluarga sang putri. Papi Arthur rela memberikan saham perusahaan di mana sekarang dirinya berada pada Jack.
"Sekarang perusahaan ini miliki mu Jack," ucap papi Arthur sambil menunjuk map yang belum lama dirinya lempar ke atas meja. "Tapi mulai sekarang jangan pernah usik keluarga Camel dan juga Santos lagi!"
"Nah begitu dong Pi. Kan enak, kenapa tidak dari dulu Papi memberikan perusahaan ini padaku. Tentu saja dari dulu juga aku tidak akan mengusik Camel," dengan tidak tau dirinya Jack berbicara seperti itu pada papi Arthur.
Tentu saja papi Arthur langsung mengepalkan ke dua tangannya untuk meredam emosi, setelah mendengar apa yang baru saja Jack katakan.
Jack yang sedari tadi duduk di kursi tepat di hadapan meja kerja papi Arthur, kini beranjak dari duduknya dan menyambar map yang ada di atas meja.
Kemudian Jack berjalan memutari meja kerja papi Arthur untuk menuju kursi kerjanya.
__ADS_1
Lalu Jack duduk di kursi kerja Papi Arthur, saat Papi Arthur sedari tadi sudah berdiri di sisi meja kerjanya.
"Sekarang Papi silakan keluar dari ruang kerja ku. Tenang saja aku akan mengurus perusahaan ini dengan baik, jadi papi tidak perlu kuatir lagi," usir Jack tidak tahu diri.
Tentu saja papi Arthur langsung bergegas meninggalkan Jack, dan tidak ingin berlama lama dengan Jack yang akan membuat kesehatannya tidak membaik.
Dan papi Arthur yang sedari tadi tidak menoleh ke arah pintu, begitu terkejut saat di depan pintu ruangan tersebut sudah berdiri mami Asha.
"Pi, ada apa ini?" tanya mami Asha.
Namun papi Arthur tidak ingin menjawab pertanyaan sang istri. Karena saat ini papi Arthur menyingkirkan tubuh mami Asha untuk menjauh dari depan pintu ruangan tersebut.
"Pi," panggil mami Asha saat papi Arthur keluar dari pintu ruangan tersebut.
Mami Asha tidak mengikuti sang suami. Karena sekarang mami Asha berjalan menuju ke arah Jack yang sedang duduk di kursi kebesaran papi Arthur sang suami.
"Jack. Ada apa ini?"
__ADS_1
"Seperti yang mami lihat. Sekarang akulah pemilik perusahaan ini,"
"Maksud kamu apa Jack?"
"Lebih baik mami pulang saja. Aku sudah tidak membutuhkan mami di sini. Karena aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan. Dan selama ini aku juga percuma baik pada mami, untuk mendekati Camel lagi. Karena mami tidak sama sekali membantu mendapatkan apa yang aku mau. Lebih baik mami pulang saja, dan tinggalkan ruang kerjaku, atau mami menunggu aku memanggil security untuk menarik mami dari sini?"
"Jack apa yang kamu katakan?" tanya mami Asha sambil mencerna apa yang baru saja Jack bicarakan.
"Sudahkah. Aku tidak membutuhkan mami lagi, dan membuang buang waktuku saja. Lebih baik mami pulang,"
Mami Asha langsung menautkan keningnya mendengar apa yang baru saja Jack katakan. Dan mami Asha baru menyadari maksud dari ucapan Jack tersebut.
"Jadi selama ini kamu–" Mami Asha tidak jadi meneruskan ucapannya, saat tubuhnya tiba tiba hilang kendali dan mami Asha langsung berpegangan pada kursi yang tidak jauh dari jangkauannya.
"Jangan mati di sini nenek lampir," ucap Jack yang tidak ada niat untuk menghampiri mami Asha.
Bersambung.......................
__ADS_1