
Camel yang sudah Kembali ke dalam kamarnya tidak ingin membangunkan sang suami yang sudah tertidur pulas. Kemudian Camel segera mengambil ponsel miliknya yang dirinya letakkan di atas nakas samping tempat tidurnya, berniat untuk menghubungi Hazel sang putri.
Namun sebelum menghubungi sang putri Camel terlebih dahulu membuka pesan yang di kirim Hazel sang putri.
karena ternyata Hazel sudah terlebih dahulu mengirim pesan kepadanya, kekhawatiran yang tadi sempat di rasakan oleh Camel kini di gantikan dengan senyum, saat dirinya baru saja membaca pesan dari sang putri yang ternyata sedang menginap di rumah Jimi sang sahabat.
Tepatnya Hazel sedang menginap dengan keponakan Jimi yang baru saja tiba dari luar negeri. Mengingat lagi keponakan Jimi adalah sahabat sang putri sedari kecil. Untuk memastikan jika sang putri tidak berbohong akhirnya Camel memutuskan untuk menghubungi Jimi sang sahabat.
“kamu tidak perlu kuatir Mel putri kamu memang sedang berada di rumahku, mungkin dia akan menginap untuk beberapa hari menemani keponakan aku di sini. Dan aku harap kamu mengijinkannya,” suara Jimi dari balik sambungan ponsel Camel.
“Baiklah Jim, tadi aku sempat kuatir. Namun sekarang tidak lagi, karena aku yakin Hazel akan aman jika Bersama dengan kamu,” ujar Camel lalu menutup sambungan ponselnya setelah berpamitan pada sahabatnya tersebut.
*
__ADS_1
*
*
Seminggu berlalu aktivitas Camel dan juga Santos jalani seperti biasa, di mana Santos pergi untuk menuju tempat usahanya di pagi buta, sebelum sang istri bangun dari tidurnya.
Dan seperti biasa saat Santos sudah lelah dengan pekerjaannya, pasti dirinya akan beristirahat di rumah sang ibu yang bersebelahan dengan tempat usahanya. Dan saat Santos sudah tiba dihalaman rumah sang ibu, dia menautkan keningnya. Ketika melihat ada sebuah mobil mewah yang terparkir di halaman tersebut. Apalagi pintu rumah sang ibu terbuka lebar, padahal sang ibu tidak biasanya membuka pintu rumahnya apalagi sang adik sedang sekolah.
Dan dengan segera Santos menuju pintu rumahnya. Saat dirinya yakin sang ibu pasti sedang kedatangan tamu. Dan benar saja saat Santos sudah berada di depan pintu, dia melihat ada mami Asha dan juga papi Arthur sedang duduk dan berbincang dengan sang ibu di ruang tamu.
“Ibu baik baik saja?” tanya Santos sambil berbisik di telinga sang ibu. mengingat lagi yang bertamu ke rumahnya adalah mami Asha.
Ibu Rina hanya tersenyum mendengar pertanyaan yang di tanyakan sang putra ke padanya. Dan ibu Rina kini menepuk punggung sang putra
__ADS_1
“Tos, apa kamu tidak ingin bersalaman dengan ke dua mertua kamu?” tanya ibu Rina.
Tentu saja membuat Santos langsung bersalaman dengan mami Asha dan juga papi Arthur, tak lupa mengukir senyum manis dari ke dua sudut bibirnya.
“Selamat datang di rumahku Mi,Pi,” ucap Santos. Karena ini pertama kalinya ke dua mertuanya datang ke rumah.
“Kamu semakin tampan,” sambung papi Arthur sambil membalas senyum Santos seperti biasanya.
“Tentu saja Pi, jika aku tidak tampan tentu saja putri Papi tidak akan mau aku nikahi,” Santos membalas candaan sang papi mertua pada dirinya. Mengingat lagi keduanya sudah sangat akrab, karena meskipun tinggal berjauhan tapi Santos sering menghubungi papi mertuanya tersebut.
‘Kenapa papi tidak memberi tahu aku, jika Papi dan juga Mami akan berkunjung ke rumah. Jika Papi memberi tahu, pasti aku sudah menggelar karpet merah untuk kalian,” ujar Santos yang kini duduk tepat di sofa di samping papi Arthur.
“Bisa saja kang cilok satu ini,” sambung papi Arthur. “Tos, ada yang ingin mami kamu katakana padamu,” ujar papi Arthur.
__ADS_1
“Tidak perlu jika hanya ingin menghina,”
Bersambung………………………….