
"Baik aku akan segera ke sana," ucap Camel lalu menutup sambungan ponselnya.
Lalu meraih baju tidur yang tergeletak di atas tempat tidur, dan langsung mengenakannya.
"Ya ampun ribet sekali," keluh Camel karena biasanya dirinya langsung masuk ke dalam kamar mandi yang berada di dalam kamar, selepas bangun tidur.
Berbeda dengan sekarang yang harus keluar dari kamar ketika ingin mandi.
"Sayang," panggil Camel sambil membuka pintu kamar, untuk mencari keberadaan Santos sang suami yang tidak berada di dalam kamar.
"Iya sayang," sahut Santos yang masih sibuk di dapur tanpa menghampiri sang istri.
Camel yang sudah keluar dari dalam kamar yang tidak jauh dari dapur, langsung menautkan keningnya melihat banyaknya cilok di mana mana.
Kemudian Camel melangkahkan kakinya menghampiri Santos yang sedang sibuk dengan adonan cilok seorang diri.
"Sayang, kenapa rumah ini penuh dengan cilok?" tanya Camel saat sudah menghampiri sang suami.
Santos menghentikan kegiatan, lalu menoleh ke arah sang istri.
"Maaf, aku tidak memberi tahu kamu sebelumnya sayang. Jika hari ini aku akan mulai kembali berjualan,"
"Tidak boleh, jika kamu harus berkeliling untuk berjualan cilok," sambung Camel yang tidak ingin sang suami berjualan cilok keliling. "Aku sudah mengatakan padamu, sayang. Jika kamu akan membantu pekerjaan aku di kantor, agar kamu tidak perlu berpanas panasan keliling berjualan cilok,"
"Aku tidak mengatakan padamu, ingin berjualan cilok keliling,"
"Terus, cilok sebanyak ini untuk apa?"
"Ini sudah pesanan orang sayang," jawab Santos.
Kemudian dia melepas sarung tangan plastik yang sedari tadi dirinya gunakan untuk membuat cilok.
__ADS_1
Dan sekarang Santos memegang ke dua bahu sang istri untuk menatap lekat wajahnya.
"Dan satu lagi sayang. Aku juga pernah mengatakan padamu, jika aku tidak ingin bekerja di perusahaan kamu. Aku bangga dengan apa yang aku kerjakan sekarang ini. Dan aku akan membuktikan pada kedua orang tua kamu, jika suatu saat nanti aku bisa menjadi menantu yang bisa di banggakan dengan usaha yang aku jalani ini, juga pantas bersanding denganmu ceo perusahaan Carter, kamu paham sayang," ujar Santos sambil mengukir senyum.
"Kamu selalu pantas untukku sayang, aku tidak peduli siapa kamu,"
"Tapi aku akan memantaskan diri sebagai suami kamu sayang, dan aku akan membuktikan padamu jika suatu saat nanti aku akan menjadi pengusaha sukses seperti dirimu," ujar Santos dengan keyakinan yang luar biasa.
Membuat Camel langsung mengukir senyum kebahagiaan, karena dirinya tidak salah telah memilih Santos sebagai suami barunya, meskipun usianya jauh di bawah dirinya, namun pemikirannya lebih dewasa dari dirinya.
"Dan satu lagi, hari ini aku memutuskan untuk membuka kedai di depan rumah,"
"Oh iya," sambung Camel dengan begitu antusias, melihat sang suami yang begitu bersemangat memulai usahanya.
"Iya sayang, dan aku sudah menciptakan berbagai rasa varian cilok, apa kamu ingin mencobanya?"
"Tentu, aku ingin mencoba nya,"
"Tapi perut kamu aman kan?" tanya Santos, takut sang istri tidak terbiasa memakan cilok.
Camel mengangguk anggukan kepalanya setelah mencoba varian baru cilok buatan sang suami.
"Ya Tuhan ini sungguh enak sayang, aku yakin semula varian baru ini akan laris manis dan juga viral," ucap Camel sambil mengunyah sisa cilok yang ada di mulutnya.
"Syukurlah jika enak,"
"Tentu ini sangat enak, dan aku selalu mendoakan usaha baru kamu ini akan sukses,"
"Amiin, terima kasih untuk doanya sayang,"
"Hanya terima kasih,"
__ADS_1
"Terus apa lagi?"
Bukannya menjawab pertanyaan sang suami, Camel malah memeluk Santos dan mendekatkan bibirnya di telinga sang suami.
"Aku bohong sih, masih ada cilok yang lebih enak dari cilok bikinan kamu,"
"Di mana?" tanya Santos penasaran.
"Di sini," jawab Camel dengan satu tangannya memegang junior Santos yang sedang tertidur pulas di bawah sana.
"Ya ampun sayang, masih pagi. Apa semalam masih kurang?"
"Tentu, nanti malam lagi ya," ujar Camel dan melepas pelukannya, lalu menuju kamar mandi sambil menggigit bibir bawahnya dan juga mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Santos.
Membuat Santos langsung menggelengkan kepalanya sambil mengukir senyum.
*
*
*
Camel yang sudah keluar dari rumah dan berpamitan pergi ke kantor pada sang suami, memutar balik mobil yang di kendarai, saat mengingat lagi dirinya harus menemui seseorang yang tadi menghubunginya.
Bersambung..........................
Hanyo tebak mami Camel ingin menemui siapa?
A. Kang Mi Ayam
B. Kang Cendol
__ADS_1
C. Kang Siomay
Tebaklah kalian 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣