
Santos dan juga Camel sekarang sama sama menoleh seseorang yang baru saja berdehem, yang tak lain dan tak bukan adalah Hazel, yang baru saja turun dari lantai dua di mana kamarnya berada.
Kemudian Santos dan juga Camel beranjak dari duduknya lalu melangkahkan kaki menuju ke arah Hazel.
"Sayang, kamu sudah bangun?" tanya Camel yang sudah mendekati sang putri, lalu membelai wajahnya.
Namun tidak mendapat jawaban dari Hazel, yang langsung memeluk sang mami.
"Ada apa sayang?" tanya Camel.
Karena tidak biasanya sang putri memeluk dirinya.
"Maaf," ucapan singkat keluar dari bibir Hazel.
Membuat Camel langsung mengukir senyum, dan melepas pelukan sang putri.
Dan saat sudah melepas pelukannya, Camel sekarang beralih membelai wajah sang putri kembali.
"Mami sudah memaafkan kamu sayang, untuk kejadian semalam anggap saja itu pelajaran untuk kamu oke," ujar Camel di akhiri dengan mengukir senyum dari ke dua sudut bibirnya.
"Bukan itu Mi,"
Tentu saja mendengar apa yang baru saja sang putri katakan, membuat Camel langsung menautkan keningnya, sambil menatap sang putri yang kini sedang menundukkan kepalanya
__ADS_1
Dan Camel yang masih membelai wajah sang putri, kini meraih dagunya. Agar sang putri melihat ke arahnya.
"Terus, kamu minta maaf untuk apa sayang?"
"Karena aku pernah ingin memisahkan Mami dan juga Papi Santos. Namun sekarang aku baru menyadari, aku salah, pernah memiliki niat seperti itu. Karena sampai kapan pun aku tidak akan pernah berhasil memisahkan kalian. Aku melihat cinta kalian amat sangat besar satu sama lain. Sekali lagi maafkan aku Mi," ujar Hazel dengan sangat tulus.
Kemudian Hazel memeluk sang Mami kembali, karena dirinya benar benar menyesal pernah ingin memisahkan sang Mami dan juga Santos, hanya karena ego semata.
Dan mata hati Hazel terbuka lebar saat tadi mendengar perbincangan antara sang Mami dan juga Santos. Kala melihat ke duanya memiliki cinta yang sangat besar satu sama lain, dan sekarang Hazel benar benar menerima pernikahan baru sang Mami seratus persen.
Santos yang berdiri di samping Camel, mengelus rambut Hazel yang sudah di anggap sebagai anaknya sendiri.
Setelah membiarkan sang putri memeluknya, kini Camel melepas pelukannya sambil mengukir senyum ke arah sang putri.
"Terima kasih Mi, Pi,"
*
*
*
Sebulan berlalu, rumah tangga Santos dan juga Camel berjalan dengan sempurna tanpa ada halangan apa pun, saat Mami Asha yang masih tidak menyukai pernikahan sang putri sudah kembali ke negara L mengikuti papi Arthur.
__ADS_1
Bagaimana dengan usaha yang baru di tekuni oleh Santos?
Semua berjalan dengan lancarkan dan usahanya berkembang dengan pesat, pasalnya baru saja satu bulan merintis usahanya, Santos sudah mengantongi keuntungan yang begitu besar.
Saat dirinya sudah menjadi produsen cilok, bukan hanya di dalam kota melainkan sudah keluar kota. Karena cilok buatnya menjadi viral di mana mana.
Dan Santos pun sudah memiliki beberapa karyawan bukan hanya memproduksi cilok, tapi juga menjaga kedai miliknya yang sekarang bukan lagi hanya menjual cilok variasi, namun juga jajanan nusantara.
Karena sekarang Santos menggandeng beberapa pedagang kaki lima dengan berbagai macam menu makanan nusantara yang dulu di kenalnya untuk bergabung.
Alhasil dari kedai depan rumah, sekarang Santos menyewa tempat usaha yang luas untuk menampung usahanya tersebut. Yang juga sangat ramai.
Santos memasuki sebuah perusahaan besar di mana kantor sang istri berada, itu yang Santos lakukan akhir akhir ini.
Karena Santos yang sudah bisa mengendarai mobil memutuskan untuk mengantar jemput sang istri, seperti sore ini, saat Santos ingin menjemput sang istri pulang dari kantor.
Setelah sampai depan ruang kerja sang istri, Santos pun langsung masuk ke dalam ruangan seperti biasanya.
Dan Santos yang baru masuk langsung menghentikan langkahnya sambil menautkan keningnya saat melihat sesuatu yang tidak biasa di dalam ruangan sang istri.
"Sayang, apa yang kamu lakukan ini?"
Bersambung.....................
__ADS_1
Hayo tebak apa yang Camel lakukan, tulis di komentar ya gaes 🤭🤭🤭🤭