My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Niat Terselubung


__ADS_3

"Bu, aku mohon jangan menolak pemberian aku ini," pinta Camel yang sekarang melepas tangannya saat masih memegangi tangan ibu Rina, lalu ke dua tangannya kini di satukan meminta agar ibu Rina tidak menolak pemberiannya.


"Nak ibu benar benar tidak bisa menerima pemberian kamu ini, ibu tidak ingin keluarga kamu semakin menghina ibu," tolak ibu Rina mengingat kembali ucapan mami Asha kemarin malam.


"Bu, aku membelikan rumah ini dengan uangku sendiri. Dan ini tidak ada sangkut pautnya dengan mami,"


"Tapi tetap saja, orang tua kamu akan salah paham terhadap ibu, dan ibu tidak mau itu, ibu nyaman tinggal di kontrakan yang biasa, dan itu cukup untuk ibu,"


Hembusan nafas kasar keluar dari bibir Camel, dan sekarang menatap ke arah Santos, yang sedang menatap nya.


"Jangan menyuruh aku membujuk ibu untuk menerima pemberian rumah ini," ucap Santos tahu apa yang akan Camel katakan.


"Sayang aku mohon, aku tidak ingin ibu dan Meri tinggal di kontrakan itu lagi," pinta Camel sambil meraih tangan Santos.


"Aku juga tidak mengijinkan ibu tinggal di sini, dan aku mohon padamu jangan memaksa," ujar Santos.


Karena Santos juga yakin jika orang tua Camel tahu, jika sang putri memberikan rumah untuk keluarga Santos, pasti mereka akan semakin menghina keluarganya, dan Santos tidak mau itu.


"Ya ampun sayang, aku membeli rumah ini dengan uang aku sendiri loh,"


"Sudah jangan di bahas lagi, lebih baik kita pulang,"


"Tunggu sayang," Camel menarik tangan Santos yang ingin melangkahkan kakinya. "Bagaimana jika ibu tinggal di sini saja, terus tiap bulan bayar kontrakan seperti biasa, bagaimana?"


Sebisa mungkin Camel mencari cara agar Santos dan juga ibunya tidak menolak untuk tinggal di rumah yang sudah di belikan nya.


"Anggap saja ibu mengontrak juga di sini, bagaimana?"

__ADS_1


"Benar Bu, dengan perkataan kakak Camel, lagian aku juga ingan tinggal di rumah besar, tidak seperti di kontrakan," sambung Meri sambil menarik tangan sang ibu.


Membuat ibu Rina kembali berpikir, dengan apa yang di ucapkan oleh Camel.


"Baiklah ibu akan tinggal di rumah ini, dan akan membayar sewa sesuai bulannya padamu," akhirnya ibu Rina mau tinggal di rumah tersebut.


Tentu saja membuat Camel senang, dan langsung memeluk ibu mertuanya.


"Baiklah sekarang kita masuk," ajak Camel lalu menarik tangan Santos untuk masuk ke dalam rumah minimalis tersebut.


Dan Santos pun tidak mengatakan apa pun lagi, dengan keputusan sang ibu.


Tentu saja rumah tersebut tidak kosong lagi, karena Camel sudah mengisi seluruh perabot rumah tangga dengan lengkap.


"Rumah ini besar sekali nak, ibu harus membayar berapa sewa bulanannya?" tanya ibu Rina saat sudah masuk ke dalam rumah.


"Tapi–"


"Bu, sudahlah," sambung Camel untuk memotong perkataan ibu Rina. "Oh ya Bu, jika ibu ingin istirahat kamarnya di sana,"


Camel menunjukkan sebuah kamar yang terlihat dari ruang tamu di mana sekarang dirinya berada.


"Kebetulan Bu, aku sangat mengantuk," sambung Meri yang sedari tadi sudah mengucek ucek matanya ingin tidur siang.


"Baiklah nak," ujar ibu Rina, lalu menoleh ke arah Camel. "Ibu ke kamar dulu nak,"


"Silakan Bu,"

__ADS_1


Setelah kepergian ibu Rina dan juga Meri, Camel menatap Santos sang suami yang sedang menyusuri setia sudut rumah tersebut dengan ke dua matanya.


"Sayang aku di sini," Camel meraih dagu Santos, agar Santos menatap ke arahnya.


"Kita kembali ke hotel yuk," ajak Camel.


"Untuk apa?"


"Apa kamu lupa pakaian aku masih di sana," jawab Camel, meskipun di balik jawabannya ada niat terselubung.


"Tapi ibu,"


"Nanti kita datang ke sini lagi,"


"Baiklah,"


"Yes!" ucap pelan Camel sambil tersenyum senang, karena dirinya yakin jika kembali ke hotel, dia bisa menikmati tubuh Santos yang sudah memenuhi otaknya.


"Apanya yang yes?"


"Gatel sayang,"


"Gatel?" tanya Santos dengan bingung.


"Maksudnya, badan aku gatel belum mandi, makanya sampai hotel aku ingin langsung mandi,"


"Oh,"

__ADS_1


Bersambung..........................


__ADS_2