My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Yuk


__ADS_3

Pagi hari di rumah ibu Rina, begitu tentram dan juga nyaman, saat semua penghuni yang ada di dalamnya satu sama lain saling menyayangi sebagai anggota keluarga.


Santos sebagai kepala rumah tangga yang sangat bertanggung jawab, meskipun usianya masih sangatlah muda. Karena jam lima dia sudah ke rumah sebelah di mana tempat usahanya berada, untuk memproduksi cilok variasi buatannya, karena meskipun akhir pekan tempat usahanya tetap berjalan.


Meskipun begitu, karyawan yang bekerja dengan Santos, seminggu sekali pasti libur, dan mereka libur secara bergilir.


Camel menjadi ibu rumah tangga seutuhnya untuk pagi ini, karena pagi ini Camel dan juga sang mertua sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan untuk seluruh anggota keluarga, karena hal itu tidak pernah camel lakukan di rumahnya sendiri, karena semua pekerjaan di lakukan oleh asisten rumah tangganya.


Meri sibuk dengan layar televisi yang memutar acara kartun kesukaannya, itu yang di tunggu tunggu Meri di akhir pekan setelah beberapa hari sibuk dengan mata pelajaran di sekolah dasar.


Dan Hazel sibuk dengan ponsel di tangan, tentu saja dengan perasaan yang sangat bahagia.


Karena akhirnya Hazel tidak lagi kekurangan kasih sayang dari ke dua orang tua seperti dulu. Mengingat lagi sang Mami kini sangat perhatian kepadanya dirinya.


Dan kasih sayang pun Santos berikan untuk putri sambungnya tersebut, yang membuat Hazel begitu bahagia memiliki papi baru seperti Santos.


"Pagi semua," sapa Santos yang baru masuk ke dalam rumah, saat baru kembali dari rumah sebelah untuk menyantap sarapan.


Tentu saja langsung mendapat sapaan balik dari semua penghuni rumah.


Santos berjalan mendekati ruang tamu di mana Meri dan juga Hazel berada.


"Kita sarapan dulu jangan nonton televisi terus," ujar Santos pada Meri. "Dan anakku sayang, taruh dulu ponselnya. Tidak akan kenyang hanya dengan melihat ponsel," ujar Santos lagi pada Hazel, lalu mengusap kepalanya.


"Siap,"

__ADS_1


"Oke kakak," sambung Meri dan juga Hazel bergantian.


Kemudian keduanya mengikuti Santos menuju meja makan di mana Camel dan juga ibu Rina sedang menyiapkan sarapan yang baru saja di masaknya.


"Enak sekali menu sarapan hari ini, pasti istriku tercinta yang memasak," puji Santos pada sang istri yang berdiri sambil menyusun piring di sampingnya.


"Tentu," jawab Camel lalu menahan tangan Santos yang ingin mencicip menu sarapan yang ada di hadapannya.


"Sayang, aku sangat lapar,"


"Tapi mandi dulu sana. Lihat tuh," ujar Camel sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah jam dinding yang terpasang di tembok tidak jauh dari ruang makan. "Apa kamu lupa hari ini kuliah,"


"Ya Tuhan," Santos pun langsung berlari menuju kamar mandi yang berada di samping dapur. Karena di akhir pekan dirinya harus kuliah, dan Santos tidak ingin terhambat datang ke kampus, karena pendidikan juga salah satu yang utama selain menjadi kepala rumah tangga.


"Kalian sarapan dulu saja, aku ingin ke kamar," pamit Camel pada semua yang sudah berada di meja makan.


Karena biasanya Santos, sebelum dirinya bangun dia sudah pergi ke tempat usahanya.


Camel yang sedang menyiapkan pakaian untuk Santos di kejutkan, saat ada yang memeluknya dari belakang. Lalu Camel mengukir senyum saat tahu siapa yang memeluknya dari belakang.


"Apa yang kamu lakukan sayang," ucap Santos yang memeluk sang istri dari belakang.


Saat baru saja dirinya masuk ke dalam kamar, langsung tergoda dengan tubuh sang istri yang begitu menggoda untuk dirinya, ketika Camel hanya mengenakan dress rumahan di atas lutut sedang membungkuk dan memperlihatkan ke dua pahanya dari belakang.


"Menyiapkan baju untuk kamu,"

__ADS_1


"Tidak, kamu pasti sedang merayu aku kan?" tanya Santos, yang sekarang melepas pelukannya lalu membalik tubuh sang istri untuk menghadap ke arahnya, dan sekarang Santos langsung memeluk pinggang sang istri dan menempelkan di tubuhnya. "Apa kamu merasakannya,"


Mendengar apa yang sang suami katakan, Camel langsung tersenyum. Saat mendapati bagian bawah tubuh sang suami yang hanya terlilit handuk sudah mengeras.


"Sayang, nanti kamu telat ke kampus loh,"


"Tidak akan, yuk,"


"Ke mana?"


"Sayang,"


"Tidak enak dengan yang lain, mereka pasti sedang menunggu kita di meja makan," ujar Camel tahu apa yang sang suami inginkan.


"Tidak akan,"


"Tapi jangan lama lama,"


"Siap," sambung Santos dan ingin mencium bibir Camel, namun dirinya urungkan saat pintu kamarnya di gedor dari luar. "Ya ampun, apa lagi," kesal Santos.


"Kakak buruan keluar, ada yang mencari Kakak. Lagian ngapain coba pintu pakai di kunci segala!" teriak Meri dari depan pintu kamar Santos.


Bersambung......................


Gaes jangan skip ada rekomendasi novel kece dari author MeKHa Chan judul My Boss My Brondong

__ADS_1


Yuk ah tengok dulu sinopsis dan juga cover di bawah ini, pasti kalian suka happy reading



__ADS_2