My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Karma


__ADS_3

Frans yang ditugaskan untuk mencari keberadaan Siska dan juga Jack yang entah ke mana jejaknya.


Kini menemui papi Arthur yang satu negara dengan Jack, karena setelah Santos pulang dari rumah sakit. Papi Arthur segera pulang ke negaranya, saat bisnis yang di bangunnya tiba tiba mengalami masalah.


"Apa kamu sudah menemukan Jack?" tanya papi Arthur pada Frans, yang belum lama tiba di kantornya.


"Belum Tuan. Tapi aku sudah menyuruh seluruh anak buahku untuk terus mencarinya," jelas Frans.


"Tidak perlu. Lebih baik kamu kembali,"


Tentu saja Frans merasa terkejut dengan ucapan yang baru saja keluar dari bibir Papi Arthur.


Padahal Papi Arthur tahu persis jika Jack dan juga Siska sudah mengelabuhi Camel. Dan ke duanya sekarang bisa bebas dari jerat hukum untuk sementara waktu.


Karena saat ini Camel kembali melaporkan Siska dan juga Jack kembali.


"Tapi Tuan. Bagaimana dengan Nyonya Camel?"


"Tenang saja. Dia yang meminta aku untuk menyuruhmu kembali. Saat ini tugas kamu adalah melindungi dan juga menjaga, anak, menantu dan juga cucu aku," perintah papi Arthur.


"Tapi bagaimana dengan Jack?"


"Dia akan datang ke padaku tidak akan lama lagi. Mungkin beberapa jam lagi dia akan menemui aku,"


Frans menautkan keningnya mendengar apa yang baru saja Papi Arthur katakan.

__ADS_1


"Maksud Tuan?"


"Tidak ada. Lebih naik kamu segera kembali dan jaga keluarga kecil anakku,"


"Baik Tuan," sambung Frans yang langsung berpamitan pada Papi Arthur. Lalu meninggalkan ruang kerjanya.


*


*


*


Camel menutup sambungan ponselnya lalu beranjak dari kursi kerjanya saat dirinya sedang berada di ruang kerjanya.


"Ya ampun. Apa yang papa rencanakan sebenarnya," ucap Camel yang baru saja mendapat laporan dari Frans, yang disuruh papi Arthur kembali atas perintah Camel.


"Ya ampun Pi. Kenapa tidak di angkat," ucap Camel yang beberapa kali menghubungi ponsel sang Papi namun sambungan ponselnya tidak di angkat.


Dan Camel coba terus menghubungi ponsel sang Papi, dengan cemas. Tanpa menyadari jika ada seseorang yang baru masuk ke dalam ruang kerjanya.


Dan Camel yang sedari tadi sudah beranjak dari duduknya, dan berdiri sambil menatap ke luar gedung, dan terus menempelkan ponselnya di telinga. Kini Camel begitu terkejut saat ada yang memeluk dirinya dari belakang.


"Sayang,"


Suara yang sangat Camel hafal membuat kecemasan yang tadi di rasakan nya kini melebur sudah, saat mendengar suara yang bisa menyejukkan hati. Suara dari pria yang sangat di cintanya, siapa lagi jika bukan Santos sang suami.

__ADS_1


Kemudian Camel menurunkan ponselnya, lalu melepas pelukan Santos, agar dirinya bisa membalik tubuhnya untuk melihat sang suami.


"Sayang. Kenapa kamu tidak memberi tahu aku jika kamu akan datang?" tanya Camel sambil mengukir senyum.


"Kalau aku memberi tahu kamu, tentu saja itu bukan kejutan," jawab Santos sambil mengukir senyum dan satu tangannya memegang dagu sang istri. "Apa ada masalah?" tanya Santos.


Saat melihat wajah sang istri yang terlihat cemas, meskipun Camel sudah menutupinya dengan senyum manis.


"Tidak,"


"Jangan bohong, sayang. Apa ini ada kaitannya dengan Jack?" tanya Santos yang sudah mengetahui jika sang istri terus mencari keberadaan Jack setelah menusuk dirinya satu bulan lebih lalu.


Dan Camel langsung menganggukkan kepalanya. "Iya sayang. Dan papi menyuruh Frans untuk tidak melanjutkan pencarinya,"


"Bagus itu. Lagian aku sudah melupakan kejadian itu sayang. Dan lihatlah, aku baik baik saja," ujar Santos, yang sejak awal sudah melarang istri untuk mencari keberadaan Jack.


"Tapi–"


"Sayang sudahlah," sambung Santos memotong perkataan Camel. "Semua perbuatan itu ada timbal baliknya, jika kita berbuat kejahatan suatu saat kita akan menerima karmanya, begitu juga jika kita berbuat kebaikan, kebaikan itu akan berbalik pada kita,"


"Tidak begitu sayang. Jack harus membayar apa yang sudah dia lakukan padamu,"


"Sudahlah. Jangan di bahas lagi sayang. Author kita sudah tahu apa yang akan di lakukan, jadi kita ikuti saja alurnya. Tidak mungkin author kita tidak memberi hukuman pada penjahat, yang ada reader nya nanti pada ngamuk,"


"Kamu benar sayang, author kita kan tidak seperti xxxxxxx negeri onoh, yang jahanam di lindungi, dan tidak mengerti keluhan rakyat kecil, yang sekarang semua serba mahal,"

__ADS_1


"Sssttt sayang, sudahlah. Mungkin mereka belum dapat karmanya. Lebih baik kamu makan siang terlebih dahulu. Ibu sudah membawakan makan siang, kata ibu, kamu harus makan yang banyak. Agar cepat tumbuh dede bayi di dalam sini," ujar Santos sambil mengelus perut sang istri.


Bersambung.........................


__ADS_2